Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 46


__ADS_3

Keesokan harinya. Bastian bangun terlebih dahulu. Dia memandangi wajah istrinya yang sedang ia dekap di pelukannya. Dia begitu bahagia pagi itu karena semalam berhasil melakukan apa yang selama ini dia inginkan, meskipun Bella sangat susah untuk ditaklukkan tapi berkat semua rayuan mautnya akhirnya Bella hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Bastian.


Kemudian Bastian menelfon staff hotel untuk meminta sarapan untuk dikirim ke kamarnya. Tidak lama kemudian, makanan pesanan Bastian pun datang, barulah dia membangunkan istrinya.


“sayang ayo bangun.” Bisik Bastian.


“Hoam jam berapa sekarang?” Tanya Bella.


“Jam 8 pagi, aku sudah memesan sarapan. Ayo kita makan bersama sayang.” Kata Bastian. Bella pun membuka matanya dan dia masih syok melihat dirinya tanpa mengenakan baju sehelai pun, dia tampak sangat malu sehingga dia menutupi dirinya dengan selimut dan takut untuk menatap suaminya.


“Kenapa menunduk? Kenapa juga kamu menutupinya dengan selimut? Kita semalam saling melihat tubuh kita masing-masing, untuk apa ditutupi.” Kata Bastian.


“Karena posisiku terjepit dan tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah. Kamu benar-benar jahat.” Gerutu Bella. Kemudian Bastian pun memeluk istri mungilnya.


“Kamu melakukannya dengan sangat baik, aku bersyukur bisa memilikimu. Aku akan selalu disampingmu sampai kapanpun, meskipun saat ini kamu sedang lupa ingatan tentang aku tapi aku akan selalu setia denganmu sayang. Kamu percaya denganku kan? Orang tuamu telah mempercayakan aku untuk menjagamu bahkan mereka juga ingin kita segera menikah kan waktu itu. Hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai sampai kapanpun.” Kata Bastian.


“Lepaskan aku, aku mau mandi.” Kata Bella melepaskan pelukannya dari suaminya.


“Kita mandi bareng yuk sayang.” Kata Bastian.


“Lepaskan aku, aku mau mandi sendiri.” Kata Bella.

__ADS_1


“Kenapa kamu menolakku? Aku suamimu loh sayang, ayolah pasti kamu menyukainya.” Kata Bastian sambil terus memeluk istrinya. Tanpa banyak bicara, Bastian pun menggendong istrinya dan membawanya ke dalam kamar mandi. Bastian menurunkan istrinya di bath up. Lalu Bastian melepas bajunya.


“Apa yang kamu lakukan? Cepat pergi.” Kata Bella sambil menyiprati suaminya dengan air.


“Waw aku tidak tahan lagi melihatmu, aku tidak peduli meskipun kamu menolak atau menangis sekalipun, aku tidak akan melepaskanmu dan kamu tidak akan bisa lepas dariku hahahaha.” Kata Bastian.


“Mas jangan, jangan lakukan itu. Aduh sakit.” Kata Bella mengeluh sakit dibagian sensitifnya.


“Jangan banyak alasan deh.” Kata Bastian.


“Ahhhhh sakit sekali, perih sekali mas.” Kata Bella.


“Waduh, memangnya kenapa sih? Apa aku terlalu kasar permainanku semalam.” Kata Bastian.


“Bangunlah kalau begitu, coba aku lihat apakah ada yang terluka.” Kata Bastian.


“Cepat keluarlah, aku bisa mengatasinya sendiri kok.” Kata Bella.


“Baiklah kalau begitu, apakah perlu pergi ke dokter atau aku harus membeli sesuatu untukmu?” Tanya Bastian khawatir.


“Tidak perlu, cepatlah keluar.” Kata Bella.

__ADS_1


“Ah iya baiklah.” Kata Bastian. Kemudian Bastian pun keluar dari kamar mandi, kemudian Bella segera bergegas untuk mandi.


“Ah syukurlah dia berhasil percaya denganku, aku benar-benar takut dengannya. Dia benar-benar membuatku sampai lupa diri semalam, meskipun aku menikmatinya dan permainannya luar biasa tapi tetap saja membuatku ketakutan dan rasanya sangat malu. Aku harus segera membersihkan diri lalu keluar.” Kata Bella dalam hati.


Tidak lama kemudian, Bella keluar dari kamar mandi. Dia benar-benar takut dengan Bastian. dia takut Bastian akan melakukannya lagi kepadanya.


“Sayang bagaimana apakah masih kesakitan?” Tanya Bastian khawatir.


“Aku tidak apa-apa, lebih baik aku istirahat saja.” Kata Bella.


“Apakah kamu tidak enak badan?” Tanya Bastian sambil menyentuh keningnya, seketika Bella kaget dan jantungnya berdetak kencang.


“Lepaskan aku, aku baik-baik saja.” Kata Bella.


“Makanlah dulu, aku akan menyuapimu.” Kata Bastian.


“Nanti saja, bisakah kamu memakai bajumu.” Kata Bella.


“Dia benar-benar membuatku ketakutan saja jika tidak memakai baju, bahkan aku tidak sanggup menatapnya.” Kata Bella dalam hati.


“Aku berkeringat sayang, gerah sekali jika aku memakai baju.” Kata Bastian.

__ADS_1


“Aku mau tidur.” Kata Bella.


“Apa benar dia kesakitan karena ulahku semalam? Atau dia hanya berpura-pura saja? Perasaan dulu dia tidak seperti itu deh saat malam pertama.” Kata Bastian dalam hati.


__ADS_2