Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Makan Malam


__ADS_3

Ahmad begitu terpana dengan kecantikan Fitri. apalagi ditambah dengan riasan yang natural. membuatnya terkesan lebih muda dan fresh..


"eh nak, jangan di liatin terus. bukan muhrim." kata Bu Sundari membuyarkan lamunan Ahmad


Fitri yang mendengar ibunya menegur Ahmad langsung tertunduk malu dengan pipi merona.


"eh iya buk, hehehe maaf. yuk kita berangkat sekarang."


"ok, ayok." jawab Pak Sumarno


Mereka berempat kemudian keluar dari rumah dan menuju mobil Ahmad yang terparkir di pinggir jalan. Tak lupa Pak Sumarno mengunci pintu sebelum pergi.


Setelah semuanya sudah masuk di dalam mobil. Ahmad melajukan mobilnya menuju restoran tempat dia akan makan malam bersama. lima belas menit kemudian mereka sampai dan langsung masuk menuju dalam restoran.


Ahmad memang sudah memesan tempat di sebuah private room di dalam restoran. Mereka masuk di antar oleh seorang pelayan.


Setelah semuanya duduk, sang pelayan menyerahkan buku menu kepada masing-masing orang.


sang pelayan mencatat semua menu yang mereka pesan dan kemudian pergi untuk mengambil pesanan.


Fitri terlihat gugup dan malu apalagi sejak tadi di dalam mobil, tak henti-hentinya Ahmad mencuri-curi pandang ke arahnya.


"sebenarnya ada apa sih dia ngajak kita makan malam." batin Fitri.


karena sejak tadi siang saat berbicara di telpon Ahmad tak memberikan alasan kenapa dia mengajak makan malam keluarga Fitri.


sebenarnya Fitri juga sangat terpesona dengan aura ketampanan Ahmad walaupun hanya menggunakan Hem lengan panjang dan celana bahan serta sepatu. tapi rambut yang disisir rapi dan dengan potongan cepak membuatnya semakin berkharisma dan tampan.


"gue tau nih pasti tadi dia potong rambut dulu sebelum acara makan malam ini. soalnya biasanya rambutnya gak kaya gitu." batin Fitri saat mengamati rambut Ahmad yang duduk di depannya.


Bu Sundari dan Pak Sumarno yang melihat hanya saling melempar pandang.


Sang pelayan masuk dan membawa semua pesanan yang mereka pesan tadi.


"silahkan tuan, nona." kata sang pelayan


"baik terima kasih, " kata Ahmad


sang pelayan hanya mengangguk dan keluar dari ruangan.


"mari, silahkan dinikmati hidangannya." kata Ahmad mempersilahkan ketiga orang tadi untuk makan


" iya nak." kata pak Sumarno

__ADS_1


mereka berempat akhirnya menikmati makanan yang tadi dihidangkan oleh pelayan. mereka makan tanpa suara hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang beradu satu sama lain.


dua puluh menit berlalu, mereka akhirnya selesai makan malam. Pak Sumarno memulai obrolan kali ini agar suasana tak terkesan kaku.


"terima kasih ya nak. atas undangan makan malamnya."


"iya pak sama-sama, sebenarnya maksud saya mengundang bapak sekeluarga makan malam disini karena saya menang tender tadi siang dan juga ada satu hal penting lagi." kata Ahmad menjeda ucapannya


"wah selamat ya kalo gitu." kata Fitri ingin menyalami Ahmad


"selamat ya nak atas pencapaian kamu, tadi kamu bilang ada hal penting apa lagi??." tanya pak Sumarno


"kamu mau pindah ke luar kota ya?? dan ini salam perpisahan untuk kita??" tanya Fitri


"bukan begitu, sebenarnya saya ingin...??"


"ingin apa ?? cepat katakan." tanya Fitri tidak sabar.


Bu Sundari hanya mendengarkan percakapan mereka tanpa mau ikut berbicara.


"tapi saya mohon kalian jangan terkejut ketika saya mengatakannya ya."kata Ahmad mengingatkan


semua sudah mendengarkan dengan wajah yang serius.


Pak Sumarno, saya ingin melamar anak bapak untuk menjadi istri saya. apakah boleh pak??." kata Ahmad menatap sang calon mertua


Fitri dan Bu Sundari yang mendengarnya tiba-tiba terkejut, mereka berdua tidak menyangka akan secepat ini.


"bapak serahkan semuanya pada Fitri nak. coba tanyakan dia."


"Ananda Nurfitriyah, maukah kamu menjadi pendamping hidup saya??"tanya Ahmad sambil mengambil kotak cincin yang ada di saku celananya dan membukanya di depan Fitri.


"apa ini tidak terlalu cepat?? bahkan kita baru kenal beberapa hari. aku masih takut untuk mencoba untuk memulai. aku takut kecewa." kata Fitri


"aku tidak memaksakan kehendakmu, itu pilihanmu. jika kamu memang masih belum siap aku akan menunggu. nanti jika kamu menerima lamaranku pakailah cincin ini. aku memberimu waktu satu bulan. dan selama itu aku akan berusaha untuk terus membantu mu melupakan masa lalu itu." kata Ahmad menjelaskan


"tapi sejak kapan kamu mulai menyukaiku??"


"sejak pertama kali kita bertemu. aku hanya tidak ingin kita terjebak dalam hubungan yang salah." kata Ahmad


"maksudmu apa ??? hubungan yang salah bagaimana??" tanya Fitri


"hubungan tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah di mata agama dan negara. aku hanya tidak ingin kita tergoda oleh nafsu setan. kalo untuk masalah pacaran, kita akan pacaran setelah menikah."

__ADS_1


"tapi aku belum mengenal keluargamu." kata Fitri


"iya nak, kita juga belum mengenal keluargamu." kata Bu Sundari


"baiklah, besok kita akan pergi ke Bandung jika kamu mau. keluargaku tinggal di Bandung." kata Ahmad


"tapi, ayah dan ibuku akan pulang besok." kata Fitri.


"lain waktu saja nak, besok bapak ada urusan yang tidak bisa ditinggal. jadi bapak akan pulang besok." kata Pak Sumarno


"ya sudah pak, besok ketika Fitri sudah menerima lamaran saya, setelah itu saya dan keluarga saya akan melamar secara resmi anak bapak."


"ya sudah nak, terserah kamu. oh ya besok kan bapak sudah kembali ke Cimahi, tolong bapak titip Fitri ya. bapak takut kalo dia kenapa-napa. karena dia satu-satunya anak perempuan bapak."


"ih bapak apaan sih. emangnya barang dititip-titipin ke orang."


"bukan gitu lho nak maksud bapak, kamu itu harta paling berharga bapak. jadi bapak gak mau kamu kenapa-napa lagi." kata pak Sumarno


"iya pak, akan saya lakukan amanah bapak, dan besok kalo kamu udah mulai berangkat kerja bilang aku. biar aku anter. kalo pulangnya biar aku jemput sekalian. kan kantor kita juga deket." kata Ahmad


"ah gak usah, aku bisa naik motor sendiri." kata Fitri menolak


"tapi kamu belum sembuh betul nak. nurut dong apa kata orang tua. kita cuma pengen kamu aman." kata Bu Sundari


"tapi buk, aku kan belum kenal dia. kalo aku diapa-apain gimana.??"


" aku tidak akan menyentuh kamu sebelum kamu resmi menjadi istriku. janji." kata Ahmad


"kalo kamu bohong apa konsekuensinya??"


"kamu tolak lamaran aku. gampang kan. oh ya dan kemarin saat kamu kecelakaan aku yang mengangkat tubuhmu memasuki mobil. tapi boleh jamin aku tidak mencuri-curi kesempatan." kata Ahmad meyakinkan


"selain itu?? ketika aku tidur kamu apa-apain aku nggak??"


"sama sekali tidak. boleh di cek cctv di dalam ruangan perawatan kamu kemarin." kata Ahmad


Pak Sumarno dan Bu Sundari hanya menggelengkan kepala akan pertanyaan putrinya itu.


setelah selesai berbicara akhirnya mereka pulang. Ahmad mengantar keluarga Fitri kembali ke rumah kontrakan setelah itu dia kembali ke rumahnya sendiri..


Bersambung....


jangan lupa vote, like dan coment ya...

__ADS_1


__ADS_2