
Aurel dan Ahmad mengantarkan Fitri menuju kamar tamu di dekat tangga. disana terdapat 3 kamar tamu dan satu kamar pembantu. kalau kamar pembantu letaknya berdekatan dengan dapur..
sedangkan kamar tamu letaknya ada di dekat tangga. mereka menuju kamar tamu nomor satu yang letaknya persis di samping tangga. tadi pagi bi Inah sudah membersihkannya dan sekarang Fitri tinggal beristirahat di kamar tersebut.
memasuki kamar tamu dengan ranjang king size ala hotel dan ada kamar mandi di dalamnya serta ada televisi dan juga almari besar tempat meletakkan barang-barang.
yah wajar saja jika kamar tamu semewah ini pemiliknya saja seorang owner dari beberapa hotel yang terkenal di Bandung.
"selamat istirahat ya kak. ini kamarnya. ya udah kita tinggal dulu ya. kalo butuh apa-apa ngomong aja gak usah sungkan." kata Aurel sembari menutup pintu kamar. setelah Aurel dan Ahmad keluar, dia duduk di ranjang besar tersebut.
jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. sebaiknya dia istirahat dulu sejenak meluruskan kaki yang dari tadi pegal karena di tekuk.
Fitri akhirnya terlelap juga. dia bangun saat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. mungkin karena kecapean dia jadi tidur nyenyak.
setelah bangun tidur, Fitri kemudian bersiap-siap untuk mandi suasana Bandung yang sedikit mendung membuatnya menjadi kedinginan. berbanding terbalik dengan suasana yang ada di Jakarta.
selesai mandi, Fitri kemudian keluar kamar dan menuju dapur untuk membantu bi Inah yang mau masak di dapur. tapi baru saja sampai di dekat tangga, Bu Halimah memanggilnya.
"Fitri sayang, kamu mau kemana nak??"
Fitri yang mendengar panggilan Bu Halimah menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Fitri mau bantuin bibi masak. boleh kan Tante." tanya Fitri.
bibi yang mendengar pembicaraan nyonya dan calon nona muda di rumah itu langsung menimpali.
"gak usah non, biar bibik aja yang masak. non sama nyonya silahkan di saung deket taman aja. nanti bibik bawakan minuman sama camilan ke sana."
Bu Halimah pun tampak menyetujui saran dari bi Inah tersebut.
"bener juga kata bi Inah. yuk mendingan kita ngobrol aja di saung. sambil minum teh. ya kan bik."
"iya bener nyonya.''
"ayok Fitri, ada yang mau Tante omongin juga ke kamu."
Fitri akhirnya menyetujui usul bi Inah dan mengikuti Bu Halimah untuk pergi ke saung yang ada di samping rumah. sekaligus melihat pemandangan yang sedikit berkabut dari atas sana.
"oke, yuk Tante kita kesana."
mereka berdua lalu keluar dari rumah dan duduk di saung yang ada di samping rumah. tak lama kemudian, bi Inah datang dengan membawa dua cangkir teh hangat dan beberapa toples camilan.
__ADS_1
"ini non , nyonya silahkan di minum." kata bi Inah lalu meninggalkan mereka berdua dan kembali memasak di dapur.
Fitri memulai pembangunan terlebih dahulu.
"oh ya Tante, disini hawanya sejuk ya. gak kaya di Jakarta."
"iya, Tante justru suka berada disini karena suasananya masih asri dan sejuk. membuat nyaman."
"heem. oh ya Tante, Aurel kemana?? kok gak keliatan."
"Aurel ada tuh di kamarnya lagi istirahat mungkin. kamu kan tahu dia juga baru kemarin pulang dari Surabaya. pasti capek. apalagi naik kereta."
"kenapa gak mau naik pesawat aja Tante, biar cepet nyampenya."
"entah, katanya sih kalo naik kereta lebih seru. bisa lihat pemandangan di kiri kanan kereta. kalo naik pesawat kan yang dilihat cuma awan aja. mana gak sampe satu jam lagi di atas. jadi dia gak mau."
"oh gitu. iya sih. kalo aku jadi Aurel aku juga milih naik kereta aja. biar ada pengalaman juga kan."
"heem. oh ya ada yang mau Tante omongin sama kamu."
"ngomong apa Tante??"
"silahkan Tante ngomong, nanti aku dengerin."
Bu Halimah memulai pembicaraan diantara keduanya. Bu Halimah bermaksud membahas rencana lamaran keduanya. mengingat waktunya tinggal beberapa hari lagi.
"gini, ini soal lamaran kalian berdua."
"iya kenapa Tante??"
"sebelumnya makasih ya. kamu udah nerima lamaran Ahmad anak Tante. Tante bersyukur banget kamu bisa ngerubah dia jadi kaya dulu lagi."
"ah Tante terlalu berlebihan deh. orang Fitri juga gak ngelakuin apa-apa."
"ya intinya terima kasih banyak ya. mulai sekarang jangan panggil Tante lagi, panggil mama ya. kaya Ahmad dan Aurel. kan bentar lagi kamu juga nikah sama Ahmad."
"iya deh Tante...eh mama.."
"nah gitu dong. oh ya rencananya kamu mau konsep lamaran yang kaya gimana??"
"yang biasa aja ma, gak usah yang mewah-mewah orang lamarannya juga di rumah Fitri kan. nanti orang kampung pada heboh kalo tahu lamaran di gedung."
__ADS_1
"ya udah deh mama nurut kamu aja."
"ya pokoknya yang sederhana dan sakral aja ma, pertemuan antara dua keluarga besar aja. gak usah rame-rame dan banyak orang."
"oke siap. kalo masalah baju couple Nanti biar mama aja yang siapin. kamu gak usah mikirin."
Fitri kemudian teringat kalo dia ternyata belum mempersiapkan baju couple untuk lamaran resmi keduanya.
"oh iya ma, Fitri sampe lupa. aduh gimana ini??" kata Fitri panik
"udah ah gak usah bingung gitu, nanti mama yang siapin kamu pokoknya terima beres . oke sayang." kata Bu Halimah meyakinkan.
"iya ma. makasih ya ma udah baik banget sama aku. padahal kita kan juga belum lama kenal."
"sama-sama sayang. mama tahu kamu orang baik dan gak suka neko-neko jadi mama mau calon mantu mama ini tampil perfect di acara lamaran nanti. mama juga udah siapin make up artist yang bagus deh buat kamu dan keluarga kita nanti."
"apa itu gak berlebihan ma??"
"gak dong sayang. pokoknya kamu tenang aja. keluarga kamu tinggal nyiapin tempat dan makanan aja untuk kita datang. rencana sih yang mau datang buat ngelamar 10 orang."
"oke deh ma. Nanti aku kabarin ibu sama bapak di sana."
"oke.. oh iya rencananya kalian mau nikah bulan apa?? "
"aku belum tau mah, mas Ahmad minta si secepatnya tapi apa itu gak terlalu terburu-buru. nanti disangka aku hamil duluan."
"hush.. jangan ngomong kaya gitu. gak baik tau. tapi menurut mama sih emang lebih baik secepatnya biar mama sama papa langsung bisa gendong cucu dari kalian. hehe."
"ah mama," kata Fitri tersipu malu. "nanti gimana baiknya kita aja deh ma, kita pikirin sama-sama. sekarang fokus dulu sama lamaran kita."
"oke deh cantik... yuk ah tehnya diminum. nanti keburu dingin.."
mereka berdua akhirnya menyeruput teh yang sejak tadi menjadi saksi obrolan calon mertua dan calon mantu itu...
jam sudah menunjukkan pukul 5.45 sore... mereka berdua masuk ke dalam rumah kembali karena udara sudah semakin dingin....
bersambung....
jangan lupa untuk selalu vote, like, coment dan follow author ya...
salam sayang..😊😊😊😊😘😘😘😘
__ADS_1