
"iya dulu pas pertemuan pertama mereka di perpustakaan kota, dia bilang suka sama Ahmad. terus pas kemaren di rumah sakit dia juga cerita kalo Ahmad perhatian banget sama dia. Apalagi kalo ketemu Ahmad jantung Fitri berdetak lebih kencang. katanya gitu sih pak." kata Vina
"kamu yakin??." kata mereka bersamaan
"ya yakin pak, Bu orang Fitri sendiri yang cerita sama Vina."
"ya udah, kalau gitu. gampang untuk deket kalo sama-sama suka. kamu bantu Fitri biar pdkt sama Ahmad ya." kata pak Sumarno
"baik pak, tapi Fitri masih agak trauma sama masa lalunya."
"iya bapak tahu, bapak juga udah cerita sama Ahmad. dia gak keberatan yang penting katanya dia akan berusaha semampu dia untuk mendapatkan cinta Fitri."
"syukurlah. tapi apa dia serius??"
"kita lihat aja nanti, jangan terburu-buru. kamu juga pantau terus Fitri sama Ahmad ya nak."
"baik pak. aku pasti akan melakukannya. Oh ya Pak, udah sore ini. mending Vina pamit pulang dulu ya. nanti kalo Fitri udah bangun. sampein salam Vina buat Fitri." kata Vina sambil menyalami kedua orang tua Fitri.
" baiklah nak. hati-hati di jalan ya. jangan ngebut-ngebut." saran Bu Sundari
" oke Bu Pak, bye...." kata Vina sambil berlalu menuju parkiran di mana sepeda motornya berada. Lalu mengendarainya dan langsung pulang ke rumah kontrakan.
Dia memang tadi sudah menyiapkan barang-barang bawaannya dan di taruh di sepeda motornya.
Hari sudah menjelang sore. Bu Sundari kembali ke dapur untuk memasak makanan kesukaan anak perempuan satu-satunya. Rendang..
Memasak rendang memang butuh waktu yang cukup lama. sehingga beliau memasaknya sekarang..
Mengambil daging dalam lemari es dan memotongnya menjadi beberapa bagian.
Mengupas bumbu dapur dan menumbuknya. karena menurut Bu Sundari lebih enak makanan dengan cara mengolah tradisional dari pada modern.
Dengan cara ditumbuk atau diuleg bumbu-bumbu akan mengeluarkan sari-sari dari bumbu tersebut. beda jika dibandingkan dengan di blender sari-sari dari bumbu itu tidak keluar dengan sempurna karena sudah dicampur air atau minyak.
oleh sebab itu, Fitri juga lebih suka memasak dengan menggunakan cobek dan ulegan dari pada menggunakan blender.
setelah selesai menguleg bumbu, Bu Sundari juga langsung membuat santan. tadi beliau menyuruh sang suami untuk membeli kelapa parut di pinggir jalan raya dekat pintu masuk kontrakan Fitri.
Rendang sudah di masak. tinggal menunggu matang sementara Bu Sundari menggoreng terong dan menguleg bumbu balado.
Yah, rendang daging dan balado terong merupakan makanan kesukaan sang anak perempuan satu-satunya. Itu menu makanan wajib jika sang anak pulang kampung.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 4.30 sore saat semua makanan sudah matang. dan saat itu juga Fitri terbangun dari tidurnya.
"hemmm, baunya wangi banget buk. udah mateng ya??" tanya Fitri yang langsung menghampiri ibunya di dapur
"iya dong, udah beres semua tinggal nunggu makan malam. kamu gimana tidurnya nyenyak?"
"iya buk, nyenyak banget. sekarang badan Fitri juga udah rada enakan."
"ya udah sana gih, mandi dulu habis itu shalat ashar nanti keburu waktu shalatnya habis."
"siap bos."
Fitri bergegas mengambil handuk dan baju ganti. setelah itu langsung menuju kamar mandi. lima belas menit berlalu akhirnya dia keluar dari kamar mandi dan langsung menuju kamarnya untuk menunaikan ibadah shalat ashar.
Setelah Fitri selesai mandi kini giliran Bu Sundari yang mandi.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. setelah mereka selesai shalat berjamaah. akhirnya mereka makan malam sambil ngobrol santai. quality time dengan keluarga. Jarang-jarang mereka melakukan itu.
"nak, bapak mau tanya boleh??."
"boleh pak tanya aja."
"kamu kapan punya pendamping hidup nak??"
"ya bukan gitu juga nak, bapak cuma khawatir kalo terjadi apa-apa sama kamu kaya tempo hari lalu gimana?? bapak kan gak bisa 100% jagain kamu."
"iya pak Fitri juga tahu, tapi untuk sekarang belum ada pendamping pak."
"apa kamu masih trauma nak??"
"kadang trauma itu masih terbayang-bayang pak, Fitri takut jika Fitri terlalu dekat dengan lawan jenis. mereka hanya memanfaatkan kesempatan dan melancarkan niat jahatnya. Fitri takut pak."
"ya sudah, bapak paham apa maksud kamu. bapak juga tidak akan memaksakan kehendak kepada kamu. itu semua tergantung bagaimana dirimu nak."
"iya pak, jika memang seandainya ada seseorang yang mendekati Fitri dan menurut Fitri dia lelaki baik-baik . Fitri pasti akan mengenalkannya kepada bapak sama ibu. Fitri juga gak mau pacaran. langsung ta'aruf dan nikah. Fitri takut zinah pak."
"iya nak, bapak mengikuti apa maumu."
*di rumah Ahmad
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan Ahmad masih terbuai dalam alam mimpi yang indah.
__ADS_1
Dia bermimpi berjalan berdua bergandengan tangan dengan Fitri di tepi danau yang indah. tapi tiba-tiba ada seseorang yang menyeret Fitri dan mendorongnya ke danau..dan seketika itu Fitri tenggelam..
aaaaa....tidakkkkkkk... Fitri.....
teriak Ahmad. dia langsung terbangun dari tidurnya dengan keringat yang bercucuran dan nafas yang memburu....
"huh, ternyata hanya mimpi. apa aku telpon aja dia ya, takut terjadi sesuatu padanya."
Ahmad bangun dan mengambil hape yang ada di nakas samping tempat tidurnya. Dia langsung mendial nomor Fitri...
panggilan pertama tidak terjawab, membuat dia menelpon kembali...
hingga akhirnya pada panggilan ke lima Fitri menjawab telponnya.
"halo, ini siapa ya." tanya suara Fitri di seberang sana
"ini gue Ahmad, emang nomor gue gak Lo save ya??."
"oh Ahmad, iya lupa gue.. kenapa malem-malem nelpon??"
"gak papa, cuma pengen tahu kabar kamu. kamu gak papa kan disana??."
"ya gak papa dong, ini juga udah sehat wal'afiat."
"oh ya sudah, syukurlah kalau gitu. aku tutup telponnya ya salam buat bapak sama ibu kamu."
"oke, ntar aku sampein ke mereka... bye"...
"bye." kata Ahmad mengakhiri panggilan telepon tersebut. dia merasa lega karena kejadian itu cuma ada di dalam mimpinya.
Ahmad langsung bangkit dari tempat tidurnya dan menyambar handuk yang ada di gantungan setelah itu pergi mandi.
Dua puluh menit berselang, dia selesai mandi dan langsung pergi ke meja kerjanya di samping kamar tak lupa membawa serta hapenya.
Dia membuka laptop dan mengecek email masuk. ya karena selama seminggu dia cuti bekerja sehingga banyak pekerjaan yang menumpuk.
Ahmad mengecek satu-persatu email yang masuk dan mengerjakan pekerjaan yang tertunda. ya karena pekerjaannya seorang arsitek jadi dia hanya perlu menyetor gambar desain dan memberi keterangan di setiap sudut gambar yang dia desain....
bersambung....
jangan lupa untuk like, coment..dan vote ya...
__ADS_1
biar author bisa update tiap hari...