Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Foto masa kecil Bella


__ADS_3

Bella dan Bastian saling canggung


setelah mereka berciuman didalam kamar rumah orang tua Bella.


“Keluarlah, aku akan mengganti


pakaianku.” Kata Bastian.


“Baiklah, aku aku aku keluar


dulu.” Kata Bella.


Kemudian Bella keluar sambil


tersenyum tersipu malu. Dia masuk kedalam kamarnya.


Didalam kamarnya, dia


berguling-guling di atas ranjang sambil tersenyum karena kegirangan.


“Astaga apa yang aku lakukan


dengan kak Bastian barusan? Bahkan kak Bastian membuatku malu, tanda bekas


kecupannya sangat jelas sekali di leherku, kalau ibu dan ayah tau pasti sangat


memalukan.” Kata Bella sambil tersipu malu namun cekikikan.



“Aku bahkan tidak siap keluar


kamar pasti akan terasa sangat canggung, hei boneka tolonglah aku, aku tidak


tau harus berbuat apa tapi hatiku terasa sangat bahagia.” Kata Bella berbicara


dengan boneka kesayangannya.


Tidak lama kemudian Bastian


mengetuk pintu kamar Bella. Bella segera membuka pintunya.


“Iya.” Kata Bella sambil menunduk


karena masih tersipu malu.


“Kita makan sekarang?” Tanya


Bastian.


“Ah iya ayo kita ke meja makan,


masakan ibuku sangat enak, kamu harus memakannya.” Kata Bella.

__ADS_1



“Wah banyak sekali.” Kata


Bastian.


“Makanlah, semua anggota


keluargaku sangat suka pedas jadi pasti selalu tersedia sambal.” Kata Bella


sambil mengambilkan makanan untuk Bastian.


“Wah aromanya saja sangat enak.


Terima kasih.” Kata Bastian.


“Selamat makan sayang.” Kata


Bella.


Setelah selesai makan, Bella


segera mencuci piring.


“Sini, aku bantuin.” Kata Bastian.


“Astaga aku kaget, tidak usah. Tunggu


saja di ruang tamu.” Kata Bella.


lihat foto-foto mu ya yang ada di ruang tamu.” Kata Bastian.


Bastian melihat pajangan foto


Bella yang ada di ruang tamu.


“Masa kecilmu dulu lucu dan sudah


terlihat cantik sekali, sepertinya kamu sangat populer saat masih kecil.” Kata Bastian.


“Bahkan sampai sekarang pun aku


juga masih tetap populer kan.” Kata Bella sambil tertawa cekikikan.


“Ini siapa? Kok dia berani


dekat-dekat denganmu, kamu wanita sendiri lagi.” Tanya Bastian.


“Aduh itu kan foto Dio waktu


acara lomba dulu.” Kata Bella dalam hati.


“Sepertinya aku tau lelaki ini,

__ADS_1


ini lelaki yang di villa waktu itu kan?” Tanya Bastian.


“Iya benar, dia kan temanku waktu


SD, SMP hingga SMA.” Kata Bella.


“Jadi kamu dulu sekolah di SMA 09


ya?” Tanya Bastian.


“Iya. Setelah ini mau pergi ke


kebun tidak? Disana hawa nya sejuk, dingin dan segar sekali.” Kata Bella.


“Boleh, sekarang?” Tanya Bastian.


“Nanti sore saja, aku malu kalau


keluar sekarang karena jam segini pasti banyak oran, kalau sore kan sudah pada


pulang.” Kata Bella.


“Malu kenapa? Kamu malu jalan


denganku?” Tanya Bastian.


“Bukan, aku hanya tidak ingin


ditanya-tanya sama mereka, lagipula aku sekarang sudah lama sekali tidak pulang


pasti semakin banyak pertanyaan yang muncul.” Kata Bella.


“Oh aku kira kamu malu jika jalan


denganku.” Kata Bastian.


“Ya tidak lah, mana mungkin aku


malu jalan denganku. Kamu sudah minum belum? Aku ambilkan dulu ya.” Kata Bella.


“Sudah kok, aku mau mengambil


foto mas kecilmu. Aku akan pasang di dompet aku haha.” Kata Bastian.


“Jangan dong, foto masa kecilku


memalukan. Jangan ambil foto masa kecilku, lebih baik pasang fotoku yang


sekarang saja.” Kata Bella sambil menghalangi Bastian.


“Kalau foto sekarang itu sudah


biasa tapi kalau foto masa kecil kan sangat jarang. Sudahlah tidak apa-apa,

__ADS_1


lagipula foto masa kecilmu itu lucu, menggemaskan dan terlihat cantik kok,


minggir kamu.” Kata Bastian menyingkirkan Bella yang menghalanginya.


__ADS_2