
Bella dan Bastian saling canggung
setelah mereka berciuman didalam kamar rumah orang tua Bella.
“Keluarlah, aku akan mengganti
pakaianku.” Kata Bastian.
“Baiklah, aku aku aku keluar
dulu.” Kata Bella.
Kemudian Bella keluar sambil
tersenyum tersipu malu. Dia masuk kedalam kamarnya.
Didalam kamarnya, dia
berguling-guling di atas ranjang sambil tersenyum karena kegirangan.
“Astaga apa yang aku lakukan
dengan kak Bastian barusan? Bahkan kak Bastian membuatku malu, tanda bekas
kecupannya sangat jelas sekali di leherku, kalau ibu dan ayah tau pasti sangat
memalukan.” Kata Bella sambil tersipu malu namun cekikikan.
“Aku bahkan tidak siap keluar
kamar pasti akan terasa sangat canggung, hei boneka tolonglah aku, aku tidak
tau harus berbuat apa tapi hatiku terasa sangat bahagia.” Kata Bella berbicara
dengan boneka kesayangannya.
Tidak lama kemudian Bastian
mengetuk pintu kamar Bella. Bella segera membuka pintunya.
“Iya.” Kata Bella sambil menunduk
karena masih tersipu malu.
“Kita makan sekarang?” Tanya
Bastian.
“Ah iya ayo kita ke meja makan,
masakan ibuku sangat enak, kamu harus memakannya.” Kata Bella.
__ADS_1
“Wah banyak sekali.” Kata
Bastian.
“Makanlah, semua anggota
keluargaku sangat suka pedas jadi pasti selalu tersedia sambal.” Kata Bella
sambil mengambilkan makanan untuk Bastian.
“Wah aromanya saja sangat enak.
Terima kasih.” Kata Bastian.
“Selamat makan sayang.” Kata
Bella.
Setelah selesai makan, Bella
segera mencuci piring.
“Sini, aku bantuin.” Kata Bastian.
“Astaga aku kaget, tidak usah. Tunggu
saja di ruang tamu.” Kata Bella.
lihat foto-foto mu ya yang ada di ruang tamu.” Kata Bastian.
Bastian melihat pajangan foto
Bella yang ada di ruang tamu.
“Masa kecilmu dulu lucu dan sudah
terlihat cantik sekali, sepertinya kamu sangat populer saat masih kecil.” Kata Bastian.
“Bahkan sampai sekarang pun aku
juga masih tetap populer kan.” Kata Bella sambil tertawa cekikikan.
“Ini siapa? Kok dia berani
dekat-dekat denganmu, kamu wanita sendiri lagi.” Tanya Bastian.
“Aduh itu kan foto Dio waktu
acara lomba dulu.” Kata Bella dalam hati.
“Sepertinya aku tau lelaki ini,
__ADS_1
ini lelaki yang di villa waktu itu kan?” Tanya Bastian.
“Iya benar, dia kan temanku waktu
SD, SMP hingga SMA.” Kata Bella.
“Jadi kamu dulu sekolah di SMA 09
ya?” Tanya Bastian.
“Iya. Setelah ini mau pergi ke
kebun tidak? Disana hawa nya sejuk, dingin dan segar sekali.” Kata Bella.
“Boleh, sekarang?” Tanya Bastian.
“Nanti sore saja, aku malu kalau
keluar sekarang karena jam segini pasti banyak oran, kalau sore kan sudah pada
pulang.” Kata Bella.
“Malu kenapa? Kamu malu jalan
denganku?” Tanya Bastian.
“Bukan, aku hanya tidak ingin
ditanya-tanya sama mereka, lagipula aku sekarang sudah lama sekali tidak pulang
pasti semakin banyak pertanyaan yang muncul.” Kata Bella.
“Oh aku kira kamu malu jika jalan
denganku.” Kata Bastian.
“Ya tidak lah, mana mungkin aku
malu jalan denganku. Kamu sudah minum belum? Aku ambilkan dulu ya.” Kata Bella.
“Sudah kok, aku mau mengambil
foto mas kecilmu. Aku akan pasang di dompet aku haha.” Kata Bastian.
“Jangan dong, foto masa kecilku
memalukan. Jangan ambil foto masa kecilku, lebih baik pasang fotoku yang
sekarang saja.” Kata Bella sambil menghalangi Bastian.
“Kalau foto sekarang itu sudah
biasa tapi kalau foto masa kecil kan sangat jarang. Sudahlah tidak apa-apa,
__ADS_1
lagipula foto masa kecilmu itu lucu, menggemaskan dan terlihat cantik kok,
minggir kamu.” Kata Bastian menyingkirkan Bella yang menghalanginya.