
Bastian dan Vania kembali ke
kamar hotel. Vania dengan semangat memeluk mesra Bastian namun Bastian
menolaknya.
“Lepaskan aku.” Kata Bastian.
“Kamu kenapa sih? Bukankah kamu
mengajakku ke kamar untuk itu.” Kata Vania.
“Aku lelah dan ingin istirahat sambil
bersantai dikamar.” Kata Bastian.
“Kita ini pasangan baru menikah
loh kenapa kamu tega padaku. Kenapa sih kamu tidak bisa memberiku kasih sayang
padaku? Aku adalah istrimu.” Kata Vania.
“Ini adalah keinginanmu kan, kamu
dan orang tuaku yang memaksaku untuk menikahimu.” Kata Bastian.
“Pasti karena Bella kan? Kamu
masih memikirkan dia kan?” Tanya Vania.
“Iya benar sekali, aku masih
memikirkan dia.” Kata Bastian.
“Kamu jahat mas, kamu tega sekali
padaku. Aku benci denganmu.” Kata Vania, lalu dia mengemasi pakaiannya dan
pergi.
“Mau kemana kamu?” Tanya Bastian.
“Lebih baik aku kembali pulang
saja.” Kata Vania.
“Bagaimana aku bisa menerimamu
kalau kamu masih kekanak-kanakan seperti itu, bagaimana aku tidak selalu
membandingkanmu dengan Bella kalau selalu sikapmu seperti ini.” Gerutu Bastian.
“Aku mau mencari udara segar, aku
tidak tau akan kembali ke hotel lagi atau akan kembali pulang.” Kata Vania,
kemudian dia pergi.
**
Bastian kepikiran dengan Bella
apalagi Bella juga akan menginap di hotel yang sama dengannya. Akhirnya dia
keluar kamar dan mencari tau dikamar berapa Bella menginap. Bastian pergi ke
aula tempat Bella mangadakan meeting.
“Lebih baik aku menunggu disini
saja, siapa tau dia akan segera keluar. Aku bisa saja menelfon dia untuk
bertanya namun lebih baik aku menunggunya saja.” Kata Bastian.
Hampir dua jam dia menunggu namun
__ADS_1
tidak ada tanda-tanda meeting Bella berakhir. Akhirnya dia bertanya kepada
salah satu staff hotel.
“Maaf mas, saya mau tanya apakah saat
ini aula itu sedang digunakan untuk meeting?” Tanya Bastian.
“Iya benar, tapi sudah selesai
dari dua jam yang lalu pak. Jadi saat ini aula sedang kosong.” Kata staff
hotel.
“Sial, aku terlambat menemuinya.”
Kata Bastian dalam hati.
“Oh begitu ya, lalu apakah mereka
menginap di hotel ini? Kebetulan teman saya juga sedang mengikuti meeting di
aula tersebut katanya.” Kata Bastian.
“Iya memang benar, ada yang bisa
saya bantu pak?” Tanya staff hotel.
“Tidak perlu, terima kasih.” Kata
Bastian, kemudian Bastian pun kembali ke kamarnya dengan kecewa. Tiba-tiba dia
melihat Bella sedang makan di restoran hotel, Bastian pun akhirnya menghampiri
Bella.
“Hai.” Panggil Bastian.
“Kamu, duduklah. Aku sangat lapar
setelah meeting tadi.” Kata Bella.
Bastian.
“Lebih baik temui aku di tempat
lain saja, aku tidak enak jika ada yang melihat kita. Apalagi kamu baru saja
menikah, bagaimana jika istrimu melihatku?” Tanya Bella.
“Dia sedang pergi.” Kata Bella.
“Kalau begitu temui aku di
private pool.” Bisik Bastian.
“Baiklah, setelah ini aku
kesana.” Kata Bella.
**
Bella menghampiri Bastian di
kolam renang private. Setibanya disana, Bastian tidak ada disana.
“Kemana perginya Bastian? Bastian
Bastian.” Teriak Bella. Tiba-tiba Bastian memeluk Bella dari belakang.
“Aku disini.” Bisik Bastian.
“Astaga, lepaskan aku geli
sekali.” Kata Bella.
__ADS_1
“Disini hanya ada aku dan kamu
saja karena aku menyewa kolam renang private ini. Kita berenang yuk, sudah lama
aku tidak berenang denganmu.” Bisik Bastian.
“Kita tidak bisa seperti ini,
kamu sekarang adalah suami sahabatku jadi mana mungkin aku mendekatimu.
Lagipula hubungan kita juga sudah berakhir.” Kata Bella.
“Aku tidak peduli, yang aku
butuhkan adalah kamu, hanya kamu sayang.” Kata Bastian sambil memeluk erat
Bella.
“Lepaskan aku, jangan seperti
ini.” Kata Bella.
“Apakah kamu benar-benar sudah
melupakanku? Apakah hatimu tertutup untukku?” Tanya Bastian.
“Situasi kita saat ini berbeda,
aku mohon jangan seperti ini.” Kata Bella sambil berusaha melepas pelukan
Bastian.
“Sampai kapanpun aku tidak akan
melepaskanmu.” Kata Bastian.
“Pikirkan Vania, dia istrimu. Dia
pasti sakit hati jika tau bahwa kamu disini bersamaku.” Kata Bella.
“Dia bahkan pergi, dia juga tau
jika aku masih menyukaimu.” Kata Bastian.
“Tapi aku keberatan jika kamu
seperti ini padaku.” Kata Bella.
“Aku bisa saja nekat berpisah
dengan Vania lalu menikahimu kembali.” Kata Bastian.
“Lalu apa bedanya kamu dengan
laki-laki brengsek diluar sana yang suka berselingkuh dari istrinya?” Tanya
Bella.
“Jelas itu berbeda, tolong
mengerti bagaimana keadaanku. Aku bahkan tidak bisa tidur tenang karena
memikirkanmu.” Kata Bastian.
“Jika memang kamu tulus padaku,
maka seharusnya kamu tidak menikahi Vania.” Kata Bella, kemudian Bella pergi.
Bastian tentu saja kesal.
“Baiklah, berarti kamu memang
tidak peduli padaku.” Kata Bastian. Kemudian Bastian menceburkan dan
menenggelamkan dirinya kedalam kolam renang. Tentu saja Bella menjadi sangat
__ADS_1
panik dan dia berusaha menolong Bastian dengan masuk kedalam kolam renang untuk
menyelamatkan Bastian.