Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Menu Sarapan


__ADS_3

"oh jengkol goreng." kata Ahmad.


"iya. kamu suka gak sama jengkol nak??" tanya Pak Sumarno.


"hehe gak suka pak. tapi kalo se jengkol saya suka pak."


"ya udah kalo gitu besok kamu harus cobain masakan jengkol buatan ibu. dijamin rasanya maknyus." kata Pak Sumarno.


"apa ibu gak keberatan??" tanya Ahmad.


"enggak dong. apalagi besok siang kan rencananya kamu mau balik ke Bandung lagi." kata Bu Sundari.


"iya juga mas. besok pagi biar aku sama ibuk ke pasar buat beli jengkol." tambah Fitri.


"gak usah. biar bapak sama ibu aja yang pergi ke pasar. kalian di rumah aja." ujar pak Sumarno.


"hih bapak. aku kan juga mau pergi ke pasar buat nemenin ibu." kata Fitri mulai merengek..


"tuh kan. lihatin deh nak, calon istri kamu. manjanya udah mulai lagi kan." kata Pak Sumarno.

__ADS_1


Ahmad yang melihat tingkah calon istrinya mulai kekanak-kanakan hanya tersenyum.


Fitri yang merasa dirinya diperhatikan oleh Ahmad langsung kembali bersikap biasa. tidak manja lagi.


"ih apa sih mas. lihatin nya gak usah kaya gitu banget dong." kata Fitri merajuk kepada Ahmad.


"habisnya kamu lucu sih." kata Ahmad.


"lucu apanya??"


"tingkahnya dong. ya kan pak." kata Ahmad.


"udah dong nak. gak usah ngambek kaya gitu. kaya anak kecil aja sih kamu. gak malu apa di liatin sama calon suami kamu??." tanya Pak Sumarno.


"biarin aja." kata Fitri.


"tuh kan ngambeknya kumat." kata Ahmad.


"udah-udah. Sekarang mendingan kita lanjutin makannya. keburu dingin nanti tomyamnya." ujar Bu Sundari.

__ADS_1


"iya deh buk." kata Fitri.


mereka semua kemudian kembali melanjutkan makan yang tertunda hanya karena drama tentang jengkol. setelah makan malam selesai pun, Fitri masih saja ngotot ingin mengantar ibunya untuk pergi ke pasar. dia beralasan bahwa dia sudah lama tidak pergi ke pasar bersama dengan ibunya. sekalian dia mau membeli jajanan tradisional khas dari Cimahi yang di Jakarta tidak tersedia.


dan dengan berat hati, akhirnya Pak Sumarno mengijinkan putrinya untuk pergi ke pasar bersama dengan istrinya. dia tidak tega membiarkan anak perempuan satu-satunya itu merajuk terus sepanjang hari. apalagi Fitri kan jarang pulang ke kampung. ini kesempatan langka untuk dirinya.


setelah mendapatkan izin dari sang ayah, Fitri dan ibunya menyusun list barang belanjaan yang akan mereka beli besok pagi. dan mereka juga menentukan akan memasak menu apa untuk besok pagi.


setelah memikirkan berbagai menu, besok pagi rencananya mereka akan masak semur jengkol, udang asam manis, cha sayur, dan juga jengkol goreng + sambal, serta tumis toge..


lengkap dengan protein dan juga sayur. agar badan sehat dan bugar untuk beraktivitas seharian.


setelah berbincang-bincang, mereka semua kemudian kembali ke kamar masing-masing. karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. waktunya untuk beristirahat. melemaskan otot yang dari tadi tegang karena dipakai untuk beraktivitas seharian.


mereka semua kemudian terlelap kecuali pak Sumarno. sebelum tidur, Pak Sumarno memastikan semua pintu terkunci dan jendela juga terkunci pada tempatnya. dan juga memastikan mobil aman tanpa di incar oleh orang yang tak bertanggung jawab.


Pak Sumarno juga memastikan semua hewan peliharaannya dalam keadaan baik. tanpa ada banyak masalah.


sebenarnya ada satu orang yang berjaga di rumah pak Sumarno tiap malam hari. tapi pak Sumarno tetap saja selalu melakukan pengecekan sebelum tidur agar dirinya merasa aman dan nyaman saat tertidur.

__ADS_1


__ADS_2