Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
bab 14


__ADS_3

Setelah 1 jam lebih bermain air, Gus Habib dan Mayra pun berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Hanya seperti itu saja, membuat mereka berdua terlihat bahagia. Belum lagi kejutan untuk memulai malam pertama nanti. Gus Habib pun memperlakukan Mayra seperti seorang bayi, dia jaga sepenuh hatinya, dia cintai dan sayangi setulus hati, yang membuat hati Mayra berbunga-bunga.


Pria tampan dan mapan itu merasakan kebahagiaan saat berada di sisi istrinya. Karena hanya memandang wajah berseri-seri sang istri, membuat dadanya dipenuhi bunga-bunga. apalagi, nanti malam. Uhh... So sweet banget.


Dari jauh terlihat, dua sejoli sedang berlarian kesana kemari berkejar-kejaran.


Tidak terasa, waktu menunjukkan pukul setengah 8 malam , waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Setelah makan malam dan sholat isya'berjamaah, Gus Habib pun bergegas mengajak Mayra pergi, dengan


"Dinda... Kang Mas tutup ya, matanya!"


"Ya, Kang Mas. Kita mau kemana sih?"


"Pokoknya ikut saja..."


Setelah Gus Habib menutup mata Mayra, Gus Habib pun menggiring Mayra ke tempat yang indah, kejutan yang sudah disiapkan oleh Gus Habib.


"3... 2... 1... Bukalah matamu, Dinda!"


Mayra pun membuka matanya perlahan setelah 🎀 yang ditutup



"Bagaimana, Dinda? Dinda suka?"


"Suka, Kang Mas. Terima kasih."


Gus Habib pun memeluk tubuh Mayra dengan lembut, dan berkata.

__ADS_1


"Kebahagiaan Dinda... Adalah keinginan Kang Mas. Jadi... Berbahagialah demi Kang Mas."


"Iya Kang Mas. Terima kasih atas perhatian dari Kang Mas. Dinda sangat bahagia menjadi istri Kang Mas."


"Ayo kita berbaring di ranjang pengantin, Dinda."


Gus Habib pun menarik tangan Mayra lembut agar mengikuti kemana suami membawanya. Gus Habib pun membaringkan tubuhnya di sisi kanan, tangannya menepuk-nepukkan ranjang sebelah kanannya, pertanda meminta Mayra ikut membaringkan tubuhnya di sebelah suaminya.


Setelah Mayra paham, akhirnya dia pun ikut membaringkan tubuhnya di ranjang sebelah suaminya.


"Ada yang ingin Kang Mas sampaikan pada, Dinda..."


"Apakah sangat penting, Kang Mas?"


"Sangat... Karena Kang Mas juga ingin meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di antara kita."


"Hari ini, Kang Mas akan menjawabnya. Apa dan siapa Kang Mas ini, dari mana uang yang Kang Mas miliki asalnya. Dinda siap mendengarkan?"


"Iya, Kang Mas... Dinda siap untuk mendengarkan penjelasan dari Kang Mas."


"Baiklah... Begini ceritanya...."


Flashback on (POV Gus Habib)


Namaku Habib Al-baihaqi. Saat aku mau kuliah, Abi Furqon pernah berkata.


"Kamu kalau mau kuliah, kuliah saja Nak. Tidak usah dipikirkan dari mana uangnya."

__ADS_1


"Tapi bi... Abi sendiri keuangan perusahaan saja sedang berada dalam kondisi sulit. Bagaimana bisa Habib meminta Abi untuk membiayai kuliah sedang perusahaan diambang kebangkrutan."


"Bib... Kita masih punya Allah... Ingat! ada Allah SWT yang selalu siap membantu kita, kapanpun kita membutuhkan. Tapi terkadang manusia itu lupa siapa yang membuat kita seperti ini. Disaat kita kekurangan malah menyalahkan Tuhannya. Abi serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT, semoga mendapatkan hasil."


" Siapa penyebabnya Bi?"


"Teman semasa kecil Abi. Sejak dulu, Abi sering membantu keluarganya, Abi ikhlas dalam membantu orang lain. Tapi Abi sedikit kecewa saat dia membawakan uangnya ke Bank, bukannya ke Bank dia malah melarikan diri ke Bandara. Tapi kamu tidak perlu khawatir, le! Abi akan mengurusnya. Kamu berangkatlah ke Kairo untuk kuliah."


Dengan kegigihan dan doa'restu dari orang tuaku, aku berhasil lulus dari universitas xx di Kairo dengan bantuan beasiswa. Entah mendapat uang dari mana, Abi mengirimkan uang ke rekeningku untuk membayar kuliah setiap satu semester sekali. Setiap bulan pun mengirimiku uang yang jumlahnya pun tidak sedikit.


Sebenarnya aku sudah menolak, tapi beliau tetap saja tidak mau menerima ku mengembalikan uang tersebut. Saat itu, aku berpikir, lebih baik aku ikut bekerja saja, biar ada pemasukan tambahan.


Aku mengikuti seorang chef timur tengah, segala macam makanan bisa dikuasainya. Karena itulah, Aku tertarik dan meminta resepnya.


Kebab, Falafel, Nasi Kebuli, Sambosa, Hummush, Roti Maryam, Tabouleh , dan masih banyak lagi yang bisa aku masak. Hingga akhirnya setibanya aku di Indonesia, aku ingin membuat sebuah restoran disana



Aku masih mengingatnya, pertama kali diajari memasak oleh guruku. Sehingga, restoran yang awalnya tidak terlalu ramai, akhirnya ramai pembeli. Katanya sih, ada artis lewat... Terserah orang mau bilang apa. Aku tidak peduli. .


Berkat ajaran guruku di Kairo, aku bisa membantu banyak orang mencari rezeki.


BS resto, hasil kerja kerasku yang menjadi saksi bahwa aku sangat mencintai istriku. Aisha Khumaira, bidadari surgaku, itulah singkatan dari BS resto.



(POV Gus Habib end)

__ADS_1


Akhirnya, setelah mereka berdua saling bercerita panjang lebar hingga tak terasa 2 jam telah berlalu. Mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke kamar, dan melanjutkan untuk malam pertama pengantin dihari ketiga mereka berdua resmi menikah. Hingga berkali-kali penyatuan yang melibatkan Allah dan menyelami hati masing-masing. Saling bertukar Saliva, saling berciuman, bercumbu dan diakhiri penyatuan yang membahagiakan. Dan kini mereka berdua pun telah resmi menjadi suami istri sungguhan. Bukan karena kontrak perjanjian.


__ADS_2