
Bella menelfon Jordi.
“Kamu dimana? Aku didalam lift
sekarang.” Kata Bella.
“Aku menunggumu didepan pintu.” Kata
Jordi.
“Benarkah? Tunggu sebentar ya.” Kata
Bella.
Tidak lama kemudian, Bella tiba
di lantai apartemennya.
“Surprise.” Kata Jordi. Jordi membawa
bunga untuk Bella.
“Kok kamu terlihat biasa saja?
Kamu tidak suka dengan bunga pemberianku ya?” Tanya Jordi.
“Aku tidak suka bunga itu.” Kata Bella.
“Maafkan aku, seharusnya aku
menanyakan terlebih dahulu bunga kesukaanmu. Baiklah akan aku bawa pulang lagi
saja.” Kata Jordi.
“Masuklah.” Kata Bella.
“Kamu dari mana tadi?” Tanya
Jordi.
“Dari rumah temanku untuk
memberikan undangan pertunangan kita.” Kata Bella.
“Sayang.” Kata Jordi sambil
memeluknya dari belakang.
“Ah lepaskan aku.” Kata Bella.
“Apa kamu benar-benar menyukaiku?
Apa kamu benar-benar mencintaiku? Atau aku hanyalah pelampiasanmu saja agar
bisa melupakan mantan suamimu? Entah kenapa aku merasa bahwa kamu masih
mencintai mantan suamimu. Aku harap itu tidak benar.” Kata Jordi.
“Aku menyukaimu dan aku tulus
denganmu.” Jawab Bella.
“Benarkah? Buktikan kalau begitu.”
Kata Jordi.
“Bukankah aku setuju agar kita
segera bertunangan? Memangnya perlu bukti apalagi?” Tanya Bella.
“Can you kiss me?” Tanya Jordi.
“Aku sedang tidak mood hari ini,
aku sangat lelah.” Kata Bella.
“Kamu selalu seperti itu,
memangnya berlebihan jika aku meminta hal itu padamu? Lagipula kita ini adalah
sepasang kekasih.” Kata Jordi. Lalu Bella mencium pipi Jordi.
“Sudah, sekarang lepaskan aku.
Aku mau ganti baju dulu.” Kata Bella.
“Padahal aku ingin kamu mencium
bibirku.” Gerutu Jordi.
“Tadi kamu mau mengajakku makan
ya? Sepertinya lain kali saja, aku kenyang dan ingin segera tidur.” Kata Bella.
“Baiklah, karena aku sudah
bertemu denganmu jadi aku akan kembali pulang. Jaga dirimu dengan baik ya.”
Kata Jordi sambil mencium kening Bella namun Bella menolaknya.
“Kenapa menolak?” Tanya Jordi.
“Aku belum keramas jadi rambutku
__ADS_1
pasti bau.” Kata Bella.
“Selalu saja gagal.” Kata Jordi
dalam hati. Kemudian Jordi kembali pulang.
**
Bella tidak bisa tidur karena
kepikiran dengan mantan suaminya
“Entah kenapa aku sangat tenang
saat Bastian mengantarku pulang. Bahkan aku masih sangat nyaman saat
dirumahnya, rasanya aku ingin terus bersamanya tapi lupakan. Aku dan dia sudah
berpisah lagipula gara-gara dia aku jadi kehilangan bayiku. Lupakan dia dan
fokuslah dengan acara pertunangan yang sebentar lagi digelar.” Kata Bella.
Tiba-tiba Bastian menelfon Bella.
“Kenapa dia menelfonku? Pasti dia
salah pencet. Haruskah aku terima atau aku tolak ya panggilannya?” Tanya Bella.
Akhirnya dia menerima panggilan Bastian.
“Hallo ada apa?” Tanya Bella.
“Apakah anda mengenal laki-laki
ini? Dia sedang di bar dan tidak sadarkan diri.” Kata seseorang yang menelfon
menggunakan ponsel Bastian.
“Iya saya mengenalnya. Tolong kirimkan
lokasinya, saya akan menjemputnya.” Kata Bella.
Bella pun segera bergegas untuk
menghampiri Bastian. Setibanya disana.
“Kenapa dia bisa seperti ini?”
Tanya Bella.
“Sepertinya dia sedang patah hati
jadi minum cukup banyak, awalnya saya bingung harus menelfon siapa lalu dia
terus menyebut nama Bella Bella Bella begitu, akhirnya saya menelfon anda.” Kata
“Baiklah, terima kasih banyak.” Kata
Bella sambil memasukkan Bastian kedalam mobilnya.
“Tunggu sebentar, ini ponselnya.”
Kata orang tersebut.
“Baik, terima kasih banyak atas
bantuannya.” Kata Bella. Lalu Bella segera mengemudi dan mengantarkan Bastian
ke rumahnya.
“Bastian cepat bangun, aku tidak
mungkin mengantarmu sampai kedalam rumah karena tubuhmu sangat berat.” Kata Bella
berusaha membangunkan Bastian.
Kemudian Bella meminta tolong
pembantu dan satpam rumah Bastian.
“Cepat bawa dia kedalam kamar.” Kata
Bella.
“Nyonya Bella, bagaimana mungkin
nyonya yang mengantar tuan? Apakah tuan dan nyonya akan kembali bersama lagi?”
Tanya satpam
“Panjang ceritanya, cepat bawa
dia kedalam.” Kata Bella.
“Baik nyonya.” Kata satpam.
**
Bastian terbaring dikamarnya.
“Akhirnya, tuan kenapa bisa mabuk
seperti ini ya.” Tanya satpam.
__ADS_1
“Tidak tau, bagaimana kalau kita
bikin nyonya menginap semalam disini? Aku yakin kalau sebenarnya mereka berdua
masih saling mencintai.” Kata mbak art.
“Ide bagus, kira-kira apa idemu?”
Tanya satpam.
“Serahkan padaku.” Kata mbak art.
Satpam Bastian kembali ke
tempatnya sedangkan mbak art sedang membuatkan minum untuk Bella.
“Nyonya silahkan diminum, saya
membuatkan minuman kesukaan nyonya dulu.” Kata mbak art.
Saat Bella meminum minuman
tersebut, mbak art sengaja menyenggol Bella sehingga Bella menumpahkan
minumannya dan tentu saja mengenai bajunya.
“Astaga, maaf nyonya saya tidak
sengaja. Aduh pasti terasa lengket karena jus nya mengenai baju nyonya, aduh
bagaimana ini.” Kata mbak art.
“Tidak apa-apa, aku langsung pulang
saja.” Kata Bella. Kemudian Bella segera pergi untuk secepatnya pulang.
“Nyonya mau kemana?” Tanya
satpam.
“Mau pulang lah.” Kata Bella.
“Sebaiknya jangan pulang dulu
nyonya.” Kata satpam.
“Memangnya kenapa?” Tanya Bella.
“Diluar sedang banyak reporter dan
polisi nyonya, kalau mereka tau bahwa nyonya ada didalam bisa makin kacau. Lebih
baik nyonya menginap saja disini, besok pagi bisa kembali.” Kata satpam.
“Apa? Kok bisa ada reporter?” Tanya
Bella.
“Sudahlah lebih baik nyonya
segera masuk kedalam.” Kata satpam.
“Cepat segera selesaikan agar aku
bisa kembali pulang. Aku tidak mau menginap disini.” Kata Bella.
“Sepertinya reporter dan polisi
akan lama di sekitar sini karena di kompleks juga karena tadi ada pencurian di
sekitar sini. Itu sangat berbahaya apalagi jika nyonya menyetir sendiri.” Kata satpam.
“Kamu tidak sengaja membuatku
menginap disini kan? Minggir, aku bisa memakai topi dan mesker jadi tidak aka
nada yang mengenaliku.” Kata Bella.
“Nyonya bisa bahaya, masuklah
nyonya, lebih baik nyonya membersihkan noda tumpahan jus nyonya tadi ya.” Ajak
mbak art.
Akhirnya Bella pergi ke toilet
untuk membersihkan noda tumpahan jus yang mengenai bajunya.
“Maaf nyonya toilet untuk tamu
sedang rusak.” Kata mbak art.
“Apa? Terus toilet mana yang
bisa?” Tanya Bella.
“Hanya toilet dikamar tuan yang
bisa.” Kata mbak art.
“Apa? Benar-benar membuatku gila
saja hari ini.” Kata Bella.
__ADS_1
“Lebih baik nyonya menginap saja
disini, sekarang sudah jam 1 dini hari.” Kata mbak art.