Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Bagian 16


__ADS_3

Bella menelfon Jordi.


“Kamu dimana? Aku didalam lift


sekarang.” Kata Bella.


“Aku menunggumu didepan pintu.” Kata


Jordi.


“Benarkah? Tunggu sebentar ya.” Kata


Bella.


Tidak lama kemudian, Bella tiba


di lantai apartemennya.


“Surprise.” Kata Jordi. Jordi membawa


bunga untuk Bella.


“Kok kamu terlihat biasa saja?


Kamu tidak suka dengan bunga pemberianku ya?” Tanya Jordi.


“Aku tidak suka bunga itu.” Kata Bella.


“Maafkan aku, seharusnya aku


menanyakan terlebih dahulu bunga kesukaanmu. Baiklah akan aku bawa pulang lagi


saja.” Kata Jordi.


“Masuklah.” Kata Bella.


“Kamu dari mana tadi?” Tanya


Jordi.


“Dari rumah temanku untuk


memberikan undangan pertunangan kita.” Kata Bella.


“Sayang.” Kata Jordi sambil


memeluknya dari belakang.


“Ah lepaskan aku.” Kata Bella.


“Apa kamu benar-benar menyukaiku?


Apa kamu benar-benar mencintaiku? Atau aku hanyalah pelampiasanmu saja agar


bisa melupakan mantan suamimu? Entah kenapa aku merasa bahwa kamu masih


mencintai mantan suamimu. Aku harap itu tidak benar.” Kata Jordi.


“Aku menyukaimu dan aku tulus


denganmu.” Jawab Bella.


“Benarkah? Buktikan kalau begitu.”


Kata Jordi.


“Bukankah aku setuju agar kita


segera bertunangan? Memangnya perlu bukti apalagi?” Tanya Bella.


“Can you kiss me?” Tanya Jordi.


“Aku sedang tidak mood hari ini,


aku sangat lelah.” Kata Bella.


“Kamu selalu seperti itu,


memangnya berlebihan jika aku meminta hal itu padamu? Lagipula kita ini adalah


sepasang kekasih.” Kata Jordi. Lalu Bella mencium pipi Jordi.


“Sudah, sekarang lepaskan aku.


Aku mau ganti baju dulu.” Kata Bella.


“Padahal aku ingin kamu mencium


bibirku.” Gerutu Jordi.


“Tadi kamu mau mengajakku makan


ya? Sepertinya lain kali saja, aku kenyang dan ingin segera tidur.” Kata Bella.


“Baiklah, karena aku sudah


bertemu denganmu jadi aku akan kembali pulang. Jaga dirimu dengan baik ya.”


Kata Jordi sambil mencium kening Bella namun Bella menolaknya.


“Kenapa menolak?” Tanya Jordi.


“Aku belum keramas jadi rambutku

__ADS_1


pasti bau.” Kata Bella.


“Selalu saja gagal.” Kata Jordi


dalam hati. Kemudian Jordi kembali pulang.


**


Bella tidak bisa tidur karena


kepikiran dengan mantan suaminya


“Entah kenapa aku sangat tenang


saat Bastian mengantarku pulang. Bahkan aku masih sangat nyaman saat


dirumahnya, rasanya aku ingin terus bersamanya tapi lupakan. Aku dan dia sudah


berpisah lagipula gara-gara dia aku jadi kehilangan bayiku. Lupakan dia dan


fokuslah dengan acara pertunangan yang sebentar lagi digelar.” Kata Bella.


Tiba-tiba Bastian menelfon Bella.


“Kenapa dia menelfonku? Pasti dia


salah pencet. Haruskah aku terima atau aku tolak ya panggilannya?” Tanya Bella.


Akhirnya dia menerima panggilan Bastian.


“Hallo ada apa?” Tanya Bella.


“Apakah anda mengenal laki-laki


ini? Dia sedang di bar dan tidak sadarkan diri.” Kata seseorang yang menelfon


menggunakan ponsel Bastian.


“Iya saya mengenalnya. Tolong kirimkan


lokasinya, saya akan menjemputnya.” Kata Bella.


Bella pun segera bergegas untuk


menghampiri Bastian. Setibanya disana.


“Kenapa dia bisa seperti ini?”


Tanya Bella.


“Sepertinya dia sedang patah hati


jadi minum cukup banyak, awalnya saya bingung harus menelfon siapa lalu dia


terus menyebut nama Bella Bella Bella begitu, akhirnya saya menelfon anda.” Kata


“Baiklah, terima kasih banyak.” Kata


Bella sambil memasukkan Bastian kedalam mobilnya.


“Tunggu sebentar, ini ponselnya.”


Kata orang tersebut.


“Baik, terima kasih banyak atas


bantuannya.” Kata Bella. Lalu Bella segera mengemudi dan mengantarkan Bastian


ke rumahnya.


“Bastian cepat bangun, aku tidak


mungkin mengantarmu sampai kedalam rumah karena tubuhmu sangat berat.” Kata Bella


berusaha membangunkan Bastian.


Kemudian Bella meminta tolong


pembantu dan satpam rumah Bastian.


“Cepat bawa dia kedalam kamar.” Kata


Bella.


“Nyonya Bella, bagaimana mungkin


nyonya yang mengantar tuan? Apakah tuan dan nyonya akan kembali bersama lagi?”


Tanya satpam


“Panjang ceritanya, cepat bawa


dia kedalam.” Kata Bella.


“Baik nyonya.” Kata satpam.


**


Bastian terbaring dikamarnya.


“Akhirnya, tuan kenapa bisa mabuk


seperti ini ya.” Tanya satpam.

__ADS_1


“Tidak tau, bagaimana kalau kita


bikin nyonya menginap semalam disini? Aku yakin kalau sebenarnya mereka berdua


masih saling mencintai.” Kata mbak art.


“Ide bagus, kira-kira apa idemu?”


Tanya satpam.


“Serahkan padaku.” Kata mbak art.


Satpam Bastian kembali ke


tempatnya sedangkan mbak art sedang membuatkan minum untuk Bella.


“Nyonya silahkan diminum, saya


membuatkan minuman kesukaan nyonya dulu.” Kata mbak art.


Saat Bella meminum minuman


tersebut, mbak art sengaja menyenggol Bella sehingga Bella menumpahkan


minumannya dan tentu saja mengenai bajunya.


“Astaga, maaf nyonya saya tidak


sengaja. Aduh pasti terasa lengket karena jus nya mengenai baju nyonya, aduh


bagaimana ini.” Kata mbak art.


“Tidak apa-apa, aku langsung pulang


saja.” Kata Bella. Kemudian Bella segera pergi untuk secepatnya pulang.


“Nyonya mau kemana?” Tanya


satpam.


“Mau pulang lah.” Kata Bella.


“Sebaiknya jangan pulang dulu


nyonya.” Kata satpam.


“Memangnya kenapa?” Tanya Bella.


“Diluar sedang banyak reporter dan


polisi nyonya, kalau mereka tau bahwa nyonya ada didalam bisa makin kacau. Lebih


baik nyonya menginap saja disini, besok pagi bisa kembali.” Kata satpam.


“Apa? Kok bisa ada reporter?” Tanya


Bella.


“Sudahlah lebih baik nyonya


segera masuk kedalam.” Kata satpam.


“Cepat segera selesaikan agar aku


bisa kembali pulang. Aku tidak mau menginap disini.” Kata Bella.


“Sepertinya reporter dan polisi


akan lama di sekitar sini karena di kompleks juga karena tadi ada pencurian di


sekitar sini. Itu sangat berbahaya apalagi jika nyonya menyetir sendiri.” Kata satpam.


“Kamu tidak sengaja membuatku


menginap disini kan? Minggir, aku bisa memakai topi dan mesker jadi tidak aka


nada yang mengenaliku.” Kata Bella.


“Nyonya bisa bahaya, masuklah


nyonya, lebih baik nyonya membersihkan noda tumpahan jus nyonya tadi ya.” Ajak


mbak art.


Akhirnya Bella pergi ke toilet


untuk membersihkan noda tumpahan jus yang mengenai bajunya.


“Maaf nyonya toilet untuk tamu


sedang rusak.” Kata mbak art.


“Apa? Terus toilet mana yang


bisa?” Tanya Bella.


“Hanya toilet dikamar tuan yang


bisa.” Kata mbak art.


“Apa? Benar-benar membuatku gila


saja hari ini.” Kata Bella.

__ADS_1


“Lebih baik nyonya menginap saja


disini, sekarang sudah jam 1 dini hari.” Kata mbak art.


__ADS_2