
beberapa jam kemudian, Aurel sudah bangun dari tidurnya. dia tidur sangat nyenyak. Saat Aurel bangun kereta kebetulan sudah sampai di stasiun Tugu, Yogyakarta. untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
ada beberapa penjual makanan yang masuk ke dalam kereta untuk menjajakan makanan oleh-oleh khas Yogyakarta. seperti bakpia pathok, yangko, gantungan kunci, geplak, geblek, gudeg kering, salak pondoh dan lainnya.
ada juga penjual batik dan kaos khas Jogja. kebetulan kereta berhenti di stasiun Tugu ada sekitar tiga puluh menit. dan Aurel juga membawa uang cash banyak.
Aurel pun turun dari kereta meninggalkan Anjani sendirian. karena Anjani tidak mau diajak turun dan memilih untuk berada di dalam kereta.
"inget rel, kalo belanja jangan kalap. cuma setengah jam aja loh waktunya. takutnya nanti kamu malah ketinggalan kereta." kata Anjani.
"oke. beres pokoknya. beneran nih kamu gak mau ikut aku??" tanya Aurel sekali lagi.
"iya bener. aku disini aja jagain barang-barang kita. udah sana cepetan keluar." kata Anjani.
"kamu mau nitip apa??"
"gak ada. dah sana keluar. inget gerbongnya ya sama tulisan di kereta apinya."
"oke bos. beres."
Aurel langsung turun dan menuju toko-toko kecil yang ada di dalam stasiun. harga makanan maupun barang-barang di dalam stasiun memang mahal jika dibandingkan dengan harga di pasar Beringharjo. tapi mau bagaimana lagi. ini kesempatan yang bagus buat dia. karena dia jarang sekali shopping. atau sekedar belanja oleh-oleh.
Aurel masuk ke toko yang satu persatu sambil selalu melihat jam dan gerbong kereta tempat dia duduk tadi.
Di dalam toko oleh-oleh Aurel memborong beberapa kotak bakpia pathok, sale pisang, keripik belut, yangko dan lainnya. hingga dia membawa satu kardus penuh oleh-oleh.
lalu dia bergeser ke toko pakaian khas Jogja untuk membeli kaos-kaos yang bertuliskan tentang Jogja. dia membelikan Anjani juga. total ada 20 buah kaos yang dia beli.
saat sampai ke kasir untuk membayar, ternyata uang cashnya tidak cukup, lalu dia menggunakan kartu ATM untuk membayar baju tersebut.
"semua totalnya 500 ribu mbak." kata kasirnya.
tadi kebetulan Aurel sempat mengecek dompet, tapi ternyata uangnya hanya tersisa 400 ribu. lalu dia mengeluarkan kartu ATM.
"ini mbak pake ini." kata Aurel sambil mengeluarkan kartu ATM.
"baik mbak." kartu ATM pun diminta oleh sang kasir dan langsung memproses pembayaran baju.
__ADS_1
setelah semuanya selesai dan ATM sudah di kembalikan kepada Aurel. lalu Aurel masuk ke toko pernak-pernik tentang Jogja. seperti gantungan kunci, mug , miniatur sepeda, dan lain sebagainya.
dia lalu membeli beberapa gantungan kunci dan juga mug couple untuk oleh-oleh mama dan papanya. tak lupa juga dia membelikan mug couple untuk sang kakak dan calon istrinya.
waktu menunjukkan kurang sepuluh menit lagi kereta akan berangkat. bunyi peringatan pun terdengar. Dengan susah payah Aurel lalu membawa semua barang-barang belanjaan masuk ke dalam kereta api.
Anjani yang melihat Aurel menentang banyak belanjaan pun keheranan.
"kamu beli apa aja?? kok banyak banget??" tanya Anjani.
"ya beli oleh-oleh dong."
"ya aku tahu, tapi kok banyak banget gini. nanti kalo kamu turun dari kereta siapa yang bawain barang-barang bawaan kamu??"
"ya kan nanti ada Porter."
"tapi mahal loh kalo pake jasa Porter."
"gak papa mahal asal barang-barang bawaannya bisa keangkut semua."
"ya udah lah. Sultan mah bebas."
"yah. kamu malah ceramah."
"bukan ceramah. hanya sekedar curhat. tapi apa yang aku omongin bener kan.,"
"iya juga sih. eh iya ngomong-ngomong apa aja yang kamu beli rel?? kayaknya banyak banget."
"hehe iya. maklum. kalap aku kalo belanja makanan. tahu sendiri aku seneng jajan."
"heem. bener juga."
"eh iya nih buat kamu Jani,"
"apa ini rel??"
"oleh-oleh dari aku. hehe."
__ADS_1
"gak usah. nanti jado ngerepotin kamu."
"gak papa. kalo kamu gak mau nerima. anggap aja ini buat ayah sama ibu kamu di rumah. aku mohon plisss diterima ya."
"ya udah deh. makasih ya. kamu pake repot-repot segala.."
"iya sama-sama."
sebenarnya dari tadi memang Aurel sudah memisahkan beberapa oleh-oleh untuk keluarga Anjani ke dalam satu kantong plastik hitam yang besar. tadi dia meminta tolong pelayan di toko oleh-oleh untuk memisahkannya. alhasil sekarang dia tinggal menyerahkannya kepada Anjani.
kereta sudah kembali berjalan menyusuri rel. perlahan namun pasti. tinggal beberapa jam lagi mereka sampai ke kota tujuan mereka masing-masing.
waktu sudah beranjak sore hari, para petugas Reska kembali menawarkan makanan untuk para penumpang. menu kali ini ada paket HokBen, Soto Sokaraja, Nasi Goreng Seafood, Ayam penyet. dan lain sebagainya.
Aurel kembali membeli makanan untuk mereka makan. dia membeli satu porsi nasi goreng seafood, dan HokBen. sedangkan untuk Anjani dia memilih ayam penyet saja. tak lupa Aurel juga membeli kentang goreng dan air minum dingin dalam kemasan.
Anjani kembali tidak enak hati kepada Aurel. karena untuk kesekian kalinya, dia dibelikan makanan dan minuman di dalam kereta. dia berfikir bahwa Sahabatnya ini seperti malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk dirinya.
Anjani berjanji dalam hatinya bahwa dia akan selalu menjadi sahabat yang terbaik untuk Aurel sampai kapanpun.
---
jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. sebentar lagi mereka akan tiba di stasiun Cirebon tempat Anjani akan turun. dia kembali menanyakan Aurel apa dia akan baik-baik saja.
dengan berulang kali Aurel mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja. Anjani tidak perlu mengkhawatirkan dirinya.
hingga waktunya tiba. sekarang kereta sudah berhenti di stasiun Cirebon. Dengan berat hati Anjani dan Aurel sekarang berpisah. mereka akan kembali bertemu beberapa Minggu lagi saat semester baru kembali di mulai.
sekarang tinggal Aurel duduk sendirian di dalam kereta. tak sampai dua jam, kereta api sudah sampai di stasiun Bandung. kebetulan dari Cirebon sampai Bandung tidak ada penumpang lain yang duduk di kursi sebelahnya. sehingga dia merasa leluasa.
Aurel agak kerepotan membawa semua barang-barang bawaannya. termasuk oleh-oleh yang tadi dia beli di Jogja. dia kemudian meminta tolong seorang Porter untuk membawakan barang-barang bawaannya sampai di lobi stasiun.
setelah membayar Porter tersebut, Aurel kemudian duduk di ruang tunggu untuk memesan taxi online. dia tidak mau di jemput oleh supir. karena pasti menunggu lama. lebih baik naik taxi online...
bersambung....
jangan lupa untuk selalu vote.... like.... coment...dan juga follow me...
__ADS_1
salam sayang.. glycynhiza 😊😊😊😊