
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. karena merasa udara dingin mulai menusuk tulang, Fitri menggeliat, dia tak sadar kalau dari tadi dia ketiduran di kamarnya yang nyaman.
"aduh. ketiduran nih. jam berapa ya sekarang??" sambil melihat ke arah dinding untuk mencari jam dinding.
dia lalu langsung buru-buru bangun dari tidurnya dan berjalan menuju cermin untuk merapikan rambutnya. setelah selesai merapikan rambut, dia langsung keluar dari kamar menuju kamar mandi untuk cuci muka.
saat akan berjalan ke kamar mandi, dia melewati dapur dan menghampiri ibunya yang sedang masak tomyam seafood kesukaannya.
"ibu, maaf ya Fitri ketiduran jadi gak bisa bantuin ibu masak deh."
"gak papa nak, ini juga hampir mateng kok tomyamnya. mungkin kamu kan juga kecapekan."
"ya udah sekarang Fitri cuci muka dulu ya buk. terus bantuin ibu buat nyiapin makanannya." Fitri berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. lalu kembali ke dapur untuk menyiapkan berbagai perlengkapan untuk makan.
sementara itu dari arah depan masuklah Pak Sumarno dan Ahmad. mereka masuk ke dalam rumah karena hari sudah sore dan juga udara mulai dingin menusuk tulang.
"Ahmad lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mempersiapkan perlengkapan mandi. setelah itu dia langsung keluar kamar dan berjalan menuju belakang.
sedangkan Pak Sumarno langsung menuju dapur karena mencium bau masakan yang enak.
"eh kamu dah bangun nak??" tanya Pak Sumarno.
"iya udah pak." jawab Fitri.
"gimana tidurnya??? nyenyak??"
"iya pak nyenyak banget. ngomong-ngomong siapa yang dekorasi ulang kamar aku pak??" tanya Fitri.
"kamu suka kamarnya nak???"
"suka banget. siapa yang dekorasiin??"
"yang dekorasi orang nak. bapak cuma nyuruh orang itu buat dekorasi ulang kamar kamu. biar ada suasana baru dan kamu nyaman disana."
"heem pak. nyaman banget."
tiba-tiba Ahmad masuk ke dapur dan bertanya letak kamar mandi.
__ADS_1
"maaf pak, kamar mandinya dimana ya???"
"itu disebelah sana." kata Pak Sumarno menunjuk ke ujung ruangan.
"oh iya pak." Ahmad mulai melangkah ke tempat yang di tunjuk Pak Sumarno tadi. tapi baru beberapa langkah, sudah di hentikan oleh Pak Sumarno.
"tunggu, sini bapak tunjukin ke kamu. disini ada kran air panas sederhana."
Pak Sumarno mendahului Ahmad memasuki kamar mandi dan menunjukkan kran air panas yang ada di dalam sana.
"ini kran air panasnya. kamu hati-hati kalo mau pake soalnya ini panasnya gak bisa di atur kaya di kota. jadi kamu nyalain kesannya dulu sambil di tampung di bak. lalu kamu tambahkan air dingin sesuai seleramu. paham kan."
"iya pak. paham."
"ya sudah kalo gitu, bapak keluar ya. kamu mandi dulu."
"baik pak, terima kasih."
"sama-sama."
Ahmad lalu menutup pintu dan langsung mandi.
"bapak, tadi selama aku tidur kalian gak tanya macem-macem kan sama mas Ahmad." tanya Fitri kepada ayahnya.
"enggak kok nak."
"beneran???" tanya Fitri lagi.
"iya bener, kalo gak percaya tanya aja ke ibu. ya kan buk."
"iya nak. bapak gak tanya macem-macem kok sama Ahmad."
"oh ya, tadi kalian habis dari mana sih?? kok pas aku bangun tidur gak ada di dalem??."
"kita habis dari belakang rumah. lihat kandang ayam sama kolam lele."
"emang bapak punya ayam banyak??"
__ADS_1
"iya dong. bapak punya ada seratus ekor kurang lebihnya.''
"kok bapak gak cerita sama aku kalo punya ayam sebanyak itu."
"ya bapak gak kepikiran nak. udah yang penting sekarang kamu siap-siap buat mandi dulu. keburu magrib nanti gantian sama bapak dan ibu."
"oke deh."
Fitri kembali masuk ke kamar untuk mengambil perlengkapan mandi. setelah Ahmad keluar dari kamar mandi, kemudian Fitri masuk ke kamar mandi.
adzan magrib berkumandang saat mereka semua sudah selesai mandi. kini mereka akan melakukan shalat magrib berjamaah di masjid dekat dengan rumah Fitri.
mereka berempat berjalan beriringan menuju masjid.
setengah jam berlalu, mereka kembali ke rumah dan bersiap-siap untuk makan malam.
Fitri membantu Bu Sundari untuk menyiapkan sayur dan yang lainnya sementara Pak Sumarno dan Ahmad sedang ada di ruang tamu membicarakan aktivitas sehari-hari.
"Pak, mas, makanannya udah siap. yuk makan malem dulu." kata Fitri.
"ya udah yuk." mereka bertiga Kemudian kembali ke dapur untuk makan malam bersama..
"wah enak banget nih masakan ibu." kata Pak Sumarno.
"ya harus dong. kan buat menyambut kedatangan anak-anak tersayang." ujar Bu Sundari.
"eh ngomong-ngomong kok ini semua makanan kesukaan Fitri sih buk."
"emangnya gak boleh pak?? kan tiap hari juga bapak selalu makan makanan kesukaan bapak terus."
"emang makanan kesukaan bapak apa buk??" tanya Ahmad kepada Bu Sundari.
"jengkol goreng sama sambel."
"makanan kesukaan bapak bikin nagih kok." kata Pak Sumarno.
"iya deh.. yang penting bapak seneng."
__ADS_1
bersambung....