My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 9 : Keluarga Nypole


__ADS_3

Dor


suara peluru yang ditembakkan ke arah sasaran yang berjarak ratusan meter.


"ah meleset" teriak Navin yang masih senantiasa menggunakan posisi  cheek-to-stock weld – posisi tiarap yang menyatukan pipi dengan popor senapan, dan dapat didapatkan dengan meletakkan hidung Anda pada tempat pengisian peluru pada beberapa senapan.


"Mom, kakak curang!" teriak Laura yang berdiri di belakang sang kakak. Semua orang disana terlonjak kaget saat melihat kedua anak yang bahkan tidak setinggi mereka menembak menggunakan senapan penembak jitu jenis SVLK-14 sumrak twilight yang memiliki kemampuan menembak sasaran sejauh lebih dari 3 kilometer.


"Anak itu hampir mengenai target merahnya" ucap tentara yang lain sambil melihat sasaran dengan teropong nya. Membuat tentara yang memegang teropong ikut melihat dan pastinya membuat semua tentara yang disana terlonjak kagum dan heran dengan kedua anak itu. Sedangkan Luna hanya bisa menarik nafas pelan dan bersiul memanggil kedua anaknya itu kembali di tempat mereka.


Navin dan Laura berlari ke arah sang ibu saat mendengar siulan itu. Sedangkan dua tentara menatap kagum, her ke arah perempuan itu.


"Mom, kakak curang" adu Laura sambil memeluk kaki Luna.


"Tidak dan juga Mom apa dirumah aku bisa mempelajari senjata itu" tanya Navin sedangkan Luna hanya bisa menarik nafas pelan.


"Nanti okay dan juga apa kalian tidak bisa diam saja menyelesaikan pidato pamanmu itu" tegas Luna kepada sang anak.


"maaf" ucap mereka berdua dan langsung berdiri di samping sang ibu. Luna menganguk ke arah sang kakak yang membuat Rangga langsung melanjutkan pidato penyambutannya.


"Baiklah saya akan memperkenalkan adik saya satu satunya Luna Nypole dan kedua keponakan yang cukup membuat kalian terkejut Navin Nypole dan Laura Nypole" tegas Rangga membuat semuanya menunduk hormat kepada mereka.


Kemiliteran apa yang tidak mengetahui Keluarga Nypole. Keluarga yang termasuk dalam jajaran 3 keluarga terkuat untuk kemiliteran. Keluarga Nypole memiliki julukan Ular Berbisa yang berarti lincah,tangkas,sulit untuk ditangkap dan pastinya mulut mereka yang kejam dan sangat berbisa untuk didengar.


Di Dunia ini terdiri tiga keluarga besar yaitu, Ular,Elang dan Singa yang memiliki kemiliteran terkenal dan tersembunyi. Dan keluarga Nypole merupakan keluarga yang berada di peringkat 1 dengan turunnya posisi singa membuat Ular menduduki tingkat pertama dalam kemiliteran. Mereka semua tau bila kedua anak itu hebat dalam menebak tentu saja ajaran dari keluarga Nypole. Patut saja mereka mengerti dengan penembakan tadi karena dulu pemimpin kami yang sekarang yaitu Rangga Nypole saat berumur kecilnya saja saat pengenalan sudah melempar granat ke arah hutan yang tentu saja membuat hutan tersebut kebakaran untuk saja tidak parah.


"Pantas Saja, keluarga Nypole" ucap mereka semua serentak dalam hati.

__ADS_1


"Baiklah kembali ke latihan kalian masing-masing dan juga Waldo bawa mereka berdua ini ke tempat pemburu karena mereka akan memanah hari ini" tegas Rangga yang langsung diangguki oleh Waldo.


"Dah mom, and uncle" ucap Laura sambil mencium kedua pipi Luna dan Rangga lalu menyusul anak buah sang paman. Sedangkan Navin menunduk hormat dan mengikuti sang adik.


"Paman kami butuh panah Juxing F177 draw weight untuk adikku dan milikku panah Juxing F179" ucap Navin sambil berjalan di samping waldo.


"Ya paman jangan sampai salah ya" semangat Laura. 'Memang keponakan bos ini' batin Waldo yang melihat kedua anak itu sangat bersemangat dalam memanah. Sedangkan Luna dan Rangga sedang fokus dengan pembicaraan mereka sambil melihat tentara yang memulai latihan mereka.


"Apa kedua anak itu yang menyebarkan berita itu" tanya Rangga.


"Ya, tapi Laura mengalami kesulitan tadi" jawab Luna yang membuat Rangga mengernyit bingung.


"Sulit maksudnya?" bingung Rangga.


"Dia melawan ses orang hackers yang sepertinya kekuatannya sebanding dengan Laura dalam merentas sistem" jelas Luna membuat Rangga hanya merasa heran karena dia tau keponakan nya itu tidak ada musuh yang bisa menandingi kekuatannya dalam merentas sedangkan sang kakak tidak akan pernah kalah dalam menembak dan bisa menggunakan semua senjata



"Jelas,tidak mungkin" ucap Luna dan langsung menuruni alisnya.


"Dan juga ada apa kakak menyuruhku datang ke sini" lanjut Luna sambil melihat tentara lain berlatih.


"Mobil mu sudah datang" ucap Rangga yang membuat Luna langsung menengok dan menaikkan alisnya.


"Benarkah?" tanya Cyla yang tidak percaya.


"Ya benar dan juga sudah ada di tempat pelatihan untuk mengendarai tank." jawab Rangga untuk memastikan sang adik bahwa ucapannya benar.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ayo kesana" ucap Luna semangat, Rangga langsung berjalan di depan sang adik dan mengantar ke area itu. Setelah sampai di depan mobilnya tentu saja Luna tidak bisa berhenti memgangumi mobil miliknya.


"Ini benaran kan, astaga dimana kunci mobilnya" semangat Luna yang masih senantiasa melihat setiap sudut mobilnya.


"Yaya, dan sebelum kam menerima kunci mobil ini ada telpon yang harus kamu ladeni yang terus terusan menganggu diriku untuk melatih anak buahku" oceh Rangga dan langsung memberikan handphone miliknya.


"Jangan dengarkan dia sayang" ucap perempuan paruh baya itu.


"Astaga mom tau, ini sungguh indah" semangat Luna ya perempuan paruh baya di depannya adalah ibu angkatnya dan merupakan istri dari Henry Nypole yang bernama Franciska Nypole seorang perempuan yang dulunya menjabat sebagai kepala pasukan untuk negara Prancis dan berpindah tugas ke London hingga akhirnya perempuan itu pensiun.


"Mom tau sayang dan juga kenapa kau tidak bilang-bilang kalau kau pulang!" teriak Francis.


"Bagaimana aku bilang kalau mom saja sedang bertugas" jawab Luna ya ibunya ini baru saja menyelesaikan surat pengunduran dirinya dan baru diterima oleh pemerintah.


"Maafkan momy meninggalkan mu tanpa sepengetahuan mu sayang" kekeh Francis sambil meminum teh.


"Nah itu lah yang membuat saya tidak memberitahu mom juga" balas Luna yang membuat Francis hanya bisa tertawa.


"Oh ya sayang mom sudah menambahkan senjata yang baru mom dapatkan di pelelangan" ucap Francis membuat Luna tersenyum senang. Karena dia tau ibunya pasti membeli senjata yang bagus apalagi tempatnya adalah pelelangan, tempat yang sangat dilarang dan hanya bisa diikuti oleh orang-orang tertentu.


"Aku mulai penasaran" ucap Luna.


"Dan juga dimana cucu mom?" tanya Francis.


"Mereka sedang memanah di tempat buruan" jawab Luna kepada sang ibu.


"Oh ya sayang, jangan lupa titip salamanis untuk kedua cucu mom yang sangat nakal itu, apalagi beritanya sudah menyebar hingga penjuru dunia" ucap Francis yang membuat Luna hanya bisa terkekeh. Di keluarga Nypole tidak ada yang tau kecerdikan dan kelicikan diwajah mereka yang sangat manis dan polos itu.

__ADS_1


"Tentu saja mom, kalau begitu aku coba dulu ya mobilnya" ucap Luna yang langsung diangguki oleh Francis dan panggilan itu langsung dimatikan.



__ADS_2