
Suara ledakan terdengar di ruangan bawah tanah itu, dan seberkas cahaya dengan mulai memasuki pandangan mereka. Seperti cahaya yang akan menyinari kegelapan dan menyelamatkanmu.
Di sana jugalah Luna dan Leon dengan jelas melihat sebuah helikopter terbang di atas lubang yang terbentuk oleh ledakan yang dihasilkan oleh tembakan milik Ryu. Dari kobaran api hingga asap yang mulai menyusup ke luar lubang.
Luna yang berada di dalam pelukan leon dengan jelas melihat ekspresi mengerikan di wajah tampan itu. Terutama mata berwarna hijau yang kini menatap mereka dengan dingin.
“Luna. . . kenapa bukan aku orang yang kau pilih? Bukankah aku orang pertama yang bertemu denganmu? kenapa?” Ucap Ryu sambil mengulangi semua perkataan yang ada di dalam pikirannya.
“Pertama? akulah yang perta-”
“Ssst, jangan ikut campur dengan urusanku Tuan Martin. Jika bukan karena kau, akulah orang yang akan berdiri di sampingnya dan menemaninya seumur hidup bersama anak-anakku nanti.”
“Kau-”
“Tapi semua rencana ku gagal dan itu semua karenamu. Oleh sebab itu, aku akan menghapus semua hal yang seharusnya tidak ada di dunia ini dan mengembalikan semua rencana yang telah susun dengan baik selama ini.” Ucap Ryu yang mulai melangkahkan kakinya menuju bawah lubang.
Dimana sebuah tangga tali mulai diturunkan dari helikopter itu dan mengangkat Ryu yang ada di bawah tanah dengan cepat.
“Luna! ini semua karena kesalahan mereka yang telah berani menghancurkan hubungan kita dan hanya dengan cara inilah kita bisa bersatu kembali. Maka jangan pernah membenciku karena ini semua demi kebaikanmu juga, Luna. . .ratuku.” Ucap Ryu yang dengan cepat pergi meninggalkan kedua orang yang sedang berpelukan di bawahnya.
Dimana mata berwarna hijau itu menunjukkan rasa kesepian yang sangat dalam. Terutama saat melihat wanita yang ia cintai dipeluk oleh laki-laki lain. Membuat hatinya berkobar dan terbakar rasanya saat melihat pemandangan tersebut’.
“Yang mulia.”
“Yu. . .” Panggil Ryu lemah.
“Yang mulia, bagaimana bisa? bagaimana bisa anda terluka seperti ini.”
“Aku-”
“Maaf atas keterlambatan saya yang mulia, seharusnya saya tidak meninggalkan anda sendirian di ruangan itu.”
“Kalau begitu, apa kau ingin menghukum dirimu sendiri atau menunggu keputusanku?” Bisik Ryu. Seolah menggoda bawahannya untuk terjerumus ke dalam lubang kegelapan yang lebih dalam.
__ADS_1
“Saya akan menunggu keputusan anda, yang mulia.”
“Kau sungguh anak yang baik, tapi apa semuanya berjalan sesuai dengan rencanaku Yu.”
“Terima Kasih atas pujian anda dan semuanya berjalan dengan baik. Racun baru yang telah kita temukan berhasil kami masukkan ke dalam tubuh mereka. Namun sayangnya kami hanya berhasil melukai beberapa orang yang tidak penting dan melukai satu orang saja. Maaf atas ketidakmampuan saya yang mulia dalam menjalankan tugas yang anda berikan kepada saya.” Ucap Yu meminta maaf karena hanya bisa melukai satu orang saja dan tidak berhasil mengecoh pandangan orang itu.
‘Sial, jika saja orang itu meminumnya secara bersamaan. Semua ini pasti tidak akan terjadi.’ Pikir Yu kesal saat mengetahui bahwa orang itu masih hidup dan juga selamat.
Membuat Ryu yang mendengarnya mengernyit dan tidak senang saat mendengar bahwa orang yang ia yakini dan percaya untuk mampu menyelesaikan tugas yang ia berikan telah melewatkan satu target.
“Yang mulia?”
“Kalau begitu kembali ke kastil dan terima hukumanmu di sana.” Dingin Ryu dan membiarkan tangan kanannya untuk menyentuh dan menyuntikkan cairan itu ke dalam tubuhnya.
“Baik yang mulia, dan maaf atas kekasaran saya, namun cairan yang dimiliki tuan sisa setengah lusin lagi dan laboratorium belum memberikan kami suntikan yang baru.”
“Apa yang dilakukan orang-orang gila itu? apa mereka pikir mereka makan secara gratis? Cambuk dan beri mereka pelajaran, jika dalam kurun waktu 2 hari mereka belum mengirimkannya, ledakan dan kubur mereka hidup-hidup di sana.” Dingin Ryu.
Dimana Yu dengan jelas melihat bahwa tuannya kini kembali ke kondisi semula. Tenang dan penuh kehidupan, terutama kulit yang tadinya pucat seperti mayat berubah kembali menjadi sehat dan juga penuh energi.
‘Demi menyembuhkan mereka yang seharusnya disembuhkan.’
Sedangkan di tempat lain, Luna dan Leon yang melihat kepergian Ryu dengan cepat berdiri dan menyadari ada sesuatu yang salah. Terutama Luna yang dengan jelas menyadari bahwa Ryu saat ini sedang berada dalam kondisi yang aneh atau tidak normal.
“Luna, apa kau baik-baik saja?”
“Aku-”
“Luna, jam tanganmu.” Ucap Leon yang membuat Luna menyadari bahwa jam tangan yang ada tangan kanannya telah berdering banyak sekali dan alarm itu hanya digunakan saat keluarganya sedang berada dalam kondisi berbahaya.
Dan dengan sekali klik, Luna terhubung dengan pesan itu dimana Luna dengan jelas mendengar suara nafas terengah-engah sekaligus suara serak yang dihasilkan oleh keemosionalan seseorang.
__ADS_1
"Mom, Laura. . . Laura dalam bahaya." Ucap Navin serak membuat Luna yang mendengarnya dengan cepat berdiri dari tempatnya dan bergegas keluar menuju tempat parkirnya, ditemani oleh Leon yang dengan jelas mendengar kondisi anaknya dari suara itu.
Leon tau bahwa ada sesuatu hal yang sedang direncanakan oleh orang itu.
Dengan suara deru mesin yang keras, taman yang menjadi perlindungan bagi margasatwa itu dengan cepat berubah menjadi area pertempuran yang kini dipenuhi dengan banyaknya kobaran api dan juga asap mesiu.
Dan tidak lupa dengan banyaknya darah dan pengorbanan yang mereka bayar untuk pertempuran kali ini. Dengan berbagai senjata maupun amunisi sebagai timbal balik di pertempuran itu.
Membuat Luna yang tadinya senang saat menemukan bahwa tempat inilah yang menjadi lokasi di dalam ingatannya berubah menjadi kecewa dan marah. Dia kecewa pada dirinya yang terlalu mementingkan ingatan yang ada di pikirannya dan marah saat mengetahui bahwa kedua anaknya saat ini sedang berada dalam bahaya.
Terutama saat mendengar kondisi anaknya dengan suara nafas dan juga kesedihan, Luna dengan jelas bisa merasakannya betapa bahaya tempat itu tanpa dirinya. Tanpa perlindungannya di saat kedua orang tuanya sedang berada dalam kondisi yang buruk juga.
‘Tidak, ini seharusnya tidak begini. Kenapa aku harus pergi ke tempat yang jelas seharusnya aku lupakan, kenapa aku pergi ke sana? Ingatan ini sungguh memuakkan.’ Bisik Luna pada dirinya sendiri dan dengan cepat membanting setirnya ke arah kanan.
Membuat Leon dan juga rombongan yang melihat perputaran itu dengan cepat menurunkan kecepatan mereka dan membanting setir mereka seperti Luna. Dan dengan sekali jalan, motor dan juga beberapa mobil itu dengan cepat berbelok ke arah lain.
“Tuan, sepertinya ban mobil tim belakang telah bocor karena belokan tadi.”
“Kalau begitu tinggalkan mereka, dan minta mereka untuk membawa semua senjata yang telah kita sita kembali ke basecamp kita.” Jawab Leon sambil fokus mengikuti belakang body motor milik wanitanya.
“Baik tuan.”
Dengan jawaban yang singkat ketiga mobil dengan cepat berhenti di tengah jalan dan menyelesaikan aksi mereka. Dan tidak memakan waktu lama, keiga mobil itbu dengan cepat pergi ke arah yang berbeda sambil memperhatikan lingkungan yang ada di sekeliling mereka.
“Bagaimana, apa sudah aman?”
“Sepertinya.”
“Kalau begitu ayo kita mulai.”
“Ya.” Angguk yang lain tanpa diketahui oleh siapapun.
__ADS_1
🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~