
Ke Esokan Harinya~
Luna sudah menyelesaikan meeting miliknya, meeting terakhir dengan klien asal luar negeri. Harga saham miliknya meningkat pesat karena kualitas kinerja miliknya. Beberapa peraturan di perusahaan diubah sedemikian rupa membuat banyak kelebihan tercipta dan kinerja karyawan yang semakin hari semakin bagus.
Luna bersyukur dia sempat berkerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan ternama. Membuatnya terbiasa dengan rapat mendadak dan lain sebagainya. Kerapian dan detail dalam mengetik nya juga berasal dari pekerjaannya sebagai sekretaris dulu. Memudahkan nya dalam bekerja menjadi atasan, walaupun dulu dia merupakan kekasih dari Leon tetap saja kinerja sebagai sekretaris laki-laki itu tidak pernah berubah, kompeten adalah jiwa sekretaris nya dulu.
"Huft jika diingat kembali sudah waktunya" gumam Luna dan membereskan barang-barang miliknya. Hari ini dia meninggal kan laptop miliknya di brankas sedangkan handphone ia tinggal di rumah. Hari ini dia tidak ingin membawa barang-barang yang akan menyusahkan nya dalam membunuh orang.
Di dalam tas kerja miliknya itu hanya terdapat sebuah tali, barang percobaanya dan tanaman rempah-rempah. Dia membawa rempah-rempah agar menutupi aroma miliknya dan anjing pelacak tidak akan bisa mengikuti miliknya. Pistol Night Hawk Custom sudah berada di balik baju miliknya dan pisau belati Eickhorn ia letakkan di lengan atas miliknya.
Rambutnya kali ini ia sanggul ke atas membiarkan leher putih jenjangnya itu terlihat oleh orang-orang itu nanti. Sepatu yang dia gunakan kali ini juga bukan high heels dengan hak tinggi hanya sepatu biasa dengan ketinggian hak tidak lebih dari satu setengah centimeter. Luna memilih sepatu berhak rendah agar lebih mudah menginjak mereka dengan keras dan jika dia menggunakan sepatu high heels yang ada dia menancapkan hak tingginya itu ke mata mereka.
"Baiklah perfect" puji Luna sambil menatap kaca yang menampilkan penampilannya. Jam sudah menunjukkan angka 4.00 pm dan waktunya sudah sore hari. Jelas saja jalanan akan ramai tetapi jika jalanan itu merupakan gang yang sepi maka jangan salahkan tempat yang dipilihnya merupakan tempat yang terbaik dalam melakukan hal tersebut.
"Nona Luna apa anda akan pulang sekarang?" tanya Kevin yang masuk ke dalam ruangan milik atasannya.
"Ada apa memangnya?" tanya Luna dan mengambil tas miliknya.
"Devisi bagian desain akan melakukan part malam ini dan mereka meminta saya untuk menanyakan apakah anda sibuk malam ini karena bila anda tidak sibuk, mereka ingin anda juga ikut ke dalam pesta malam ini" jelas Kevin.
"Ah pesta untuk merayakan hal itu bukan" tebak Luna.
"Ya nona pesta untuk merayakan kemenangan dalam fashion week winter tahun ini karena kata mereka semua tanpa nona sudah dipastikan mereka akan kalah gara-gara kesalahan itu" jawab Kevin. Dia juga diundang ke acara pesta malam ini tetapi jika atasannya tidak pergi jelas saja dia tidak pergi dan lebih baik mengerjakan tugasnya yang lainnya saja. Dia tidak enak dengan keadaan dimana dia sebagai sekretaris bersenang-senang sedangkan atasannya sibuk mengerjakan hal yang harusnya dia kerjakan untuk memudahkan pekerjaan atasannya.
'ah benar juga kesalahan yang diakibatkan karena aku melewatkan satu kecoa dan membuat kecoa itu membuat kotoran di perusahaan milikku. Hufft beruntung saat itu aku sudah kembali dan memperbaiki semuanya jika tidak fashion week untuk musim winter harus dikalahkan telak' pikir Luna mengingat kembali kejadian dimana devisi bagian desain menangis dan bingung karena desain mereka sama dengan salah satu perusahaan.
__ADS_1
"Memang dimana pesta itu akan diadakan?" tanya Luna.
"Katanya Klub malam yang terkenal di kota kita saat ini" jawab Kevin.
"kalau tidak salah Austin BarC" lanjut Kevin.
'Sepertinya aku pernah membacanya itu.... oh ya benar klub malam yang sering didatangi oleh Sisca Made, menarik' ucap Luna dalam hati. Entah ini memang hari keberuntungan nya atau tidak yang pasti dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini.
"Baiklah katakan pada mereka aku akan ikut tetapi mungkin sedikit terlambat" ucap Luna
"baik saya akan memberi tau mereka kalau begitu hati-hati nona" semangat Kevin yang langsung keluar dari ruangan. Luna yang melihat kepergian Kevin akan memulai rencana awalnya yaitu membasmi hama lainnya. 'Baiklah, mari kita mulai membasmi mereka' smirk Luna.
Luna bisa merasakan bahwa ada orang yang mengikuti nya. Dia tidak bisa menebak karena yang dia rasakan adalah sebuah mobil entah warna apapun itu, bunyinya sangat pelan (artinya bergerak sangat lambat). Mobil dengan kecepatan yang tidak wajar dan selalu mengikuti Luna di setiap langkahnya.
Dengan sengaja Luna berbelok ke arah kanan dan masuk ke dalam gang kecil. Mobil itu berhenti karena sulit memasuki yang kecil dan berhati-hati mereka melihat sekeliling. Luna mengintipnya dan sepeti yang dia duga orang-orang itu merupakan anak buah ayah kandungnya terlihat dari laki-laki yang kalau tidak salah ingat dipanggil Ga.
"Baiklah mari kita pasang jebakan kita" smirk Luna yang sudah sampai duluan ke gang sepi nan kecil. Dia membuka tas miliknya mengeluarkan barang percobaannya (eksperimen). Meletakan eksperimen miliknya di beberapa jalur yang akan dilewati. Menyembunyikan nya di sela-sela botol dan melemparnya.
"Astaga sepertinya aku salah jalan!" ucap Luna lantang, dia memulai acting nya yang berpura-pura lupa jalan dan membiarkan orang-orang itu mendekat ke arahnya. Kalau tidak salah dia melihat 3 orang laki-laki dan salah satunya adalah asisten milik ayahnya. 'Ayo masuklah ke jebakan ku sayang' ucap Luna dapat hati.
"Sepertinya nona sedang kesusahan, apa anda ingin saya bantu?" tanya laki-laki di belakang Luna. Luna berbalik dan menampilkan wajahnya yang khawatir dan sedikit takut itu.
"em... benarkah?" tanya Luna ragu-ragu. Jika ada seorang sutradara mungkin dia akan dinobatkan sebagai aktor terbaik dan membawa pulang piala Oscar saat ini. Acting miliknya sungguh mampu membuat orang-orang tertipu dengan wajah nya yang seperti anak kecil tetapi kebenaranya memiliki sikap sepeti iblis.
__ADS_1
"Tentu saja nona, bukannya anda mengingat saya" senyum Keiga ke arah Luna.
"Ah aku tau aku tau, asisten tuan Luxury bukan?!' tebak Luna pura-pura. ahhhhh andai saja ada kedua anaknya saat ini pasti mereka akan tertawa terbahak-bahak melihat
perilaku ibunya yang seperti ini.
"Saya senang anda mengingat saya nona Nypole dan saya harap anda akan terus mengingat saya walaupun anda mati" smirk Keiga.
"itu..."
"Senang berkenalan dengan anda" senyum nya dan
Bhusssshhh
asap putih mulai keluar membuat mereka tidak bisa melihat Luna. Tembakan dari sebuah pistol melesat cepat dan berhasil dihindari Luna. Asap putih itu tiba-tiba berganti menjadi asap merah. Asap merah itu berbau pekat dan memiliki bahan tersendiri di dalamnya.
"ini..." terkejut Keiga yang menghirup asap putih dan asap merah yang mulai tercampur itu.
"Kena kalian" smirk Luna yang melihat orang-orang tersebut masuk ke dalam jebakan miliknya.
🔫Oh ya aku suka sekali mengetik bab yang mengandung hal jahat ini dan ingat dalam bab ini kita bisa mengambil poin penting yaitu 'jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan oleh orang lain karena bisa saja kesempatan itu berguna untuk kita'
Sekian untuk hari ini^^ bab 80 success!
__ADS_1