
Beberapa motor itu melaju di padatnya jalan London. Jika mata memandang para satu geng motor itu mungkin akan terlihat keren dan cool tapi berbeda untuk yang satu ini. Kumpulan motor itu sangat mengerikan apalagi dengan pakaian mereka yang serba hitam sambil membawa ransel.
Tidak terlalu lama motor itu sudah melaju membelah padatnya para pengemudi dan menuju tempat yang akan mereka datangi. Tempat yang berada di daerah hutan dan hanya ada satu bangunan di sana. Bangunan yang merupakan tempat gudang kosong dan sudah tidak pernah digunakan lagi.
Mereka berenam memparkirkan motornya tepat di depan bangunan sepi itu. Terdengar suara gagak Hitam berbunyi di atas nya karena daerah yang mereka datangi memang termasuk tidak wajar. Hanya saja tempat ini malah menjadi tempat yang cocok untuk berkelahi dan membunuh karena tempat sepi dan jarang dilalui orang itu sudah dipastikan bahwa tidak akan ada saksi matanya.
"Selamat datang silahkan ikuti saya ke dalam, tuan sudah menunggu anda" ucap laki-laki bertubuh besar dan berotot itu. Luna melepas helm bewarna merahnya itu dan membiarkan rambut hitam panjangnya tergerai lembut menutupi punggunya. Luna mengikuti laki-laki berbadan besar itu sambil menatap sekeliling. Menghitung berapa musuh yang ada ataupun tidak sambil diikuti oleh anak buahnya.
Kelima anak buah milik Luna mengikuti sambil mengangguk paham sedikit saat melihat tanda isyarat yang diberikan oleh ketua mereka. Isyarat yang menandakan keberadaan musuh dan seberapa banyak musuh yang ada di sekitar mereka yang membuat salah satu dari anggota mereka membuat tas yang berada di punggung di alihkan menjadi di tenteng.
Bagi Luna memberikan isyarat kepada anak buahnya itu cukup membantu dan pastinya mengetahui detil keberadaan musuh juga sangat mudah baginya apalagi dengan adanya musim dingin. Ya musim dingin sudah memasuki wilayah London dan tentunya suhu juga akan menurun tetapi berbeda untuk kali ini, di setiap langkah kakinya dia bisa merasakan suhu hangat dan tatapan tajam dari beberapa orang.
Pendengaran nya yang tajam masih bisa mendengar suara peluru di masukkan dan bisikan dari semak-semak yang membuat Luna mengetahui keberadaan musuhnya dan memberitahukan kepada kelima anak buah yang siap berkorban.
'Apa mereka bodoh? mereka terlalu banyak meninggalkan jejak' pikir Luna yang masih berjalan pelan dan memutar tangannya di belakang punggung. Dari jari telunjuk, kelingking, jempol ataupun yang lain menyesuaikan daerah mana musuh mereka berada Utara? selatan? timur? atau barat?
"Silahkan masuk nona" ucap laki-laki berotot mempersilahkan Luna dan anggotanya memasuki gudang kosong nan gelap itu. Di sana terlihat seorang laki-laki sedang berdiri sambil menatap cahaya matahari yang akan mulai terbenam dan digantikan oleh sang bulan. Rambut ala rocker dengan beberapa tato tertempel di lengannya.
__ADS_1
"Jadi apa yang kau inginkan?" tanya Luna to the point. Laki-laki yang sedang mengisap rokoknya itu memandang langit-langit sambil sedikit tertawa.
"Bukannya sudah ku katakan sebelumnya" tawa renyah laki-laki itu. Luna hanya memutar bola matanya malas dia sebenarnya tidak ingin basa-basi seperti ini tapi dia perlu agar bisa membuat semua orang-orang yang sedang bersembunyi di dalam bayangan hitam keluar dari persembunyiannya lalu menapakkan diri mereka.
Yang tentunya akan membuat Luna dengan mudah membunuh mereka semua agar tidak ada yang bisa kabur dari neraka kematian yang mereka minta padanya. Apalagi dia bisa merasakan banyak ambisi mereka ingin menegakkan kepala miliknya di saat suhu dingin mulai terasa lebih panah dari biasanya. 'aku tidak sabar mencungkil mata mereka' ucap Luna dalam hati.
Hingga angin sore mulai mengenai tubuh milik Luna dan di saat itu juga suara tawa bahagia yang ditemani oleh todongan pistol mulai bermunculan di ruangan itu.
"Hahaha kau akan mati di sini, Luna" tawa laki-laki itu dan semua orang yang sudah Luna perkirakan sudah mulai keluar dari tempat persembunyiannya.
"Sepertinya kau mengenal banyak tentang diriku nona Luna " Smirk Dolph Dan mengeluarkan senjata pistol bermerek Colt 1911 adalah senjata yang berisi 7 buah peluru dan setiap satu butirnya bisa dimuntahkan dengan kecepatan 1.225 kaki per detik. Pistol yang berasal dari Amerika ini tidak hanya populer di kalangan militer, tapi juga rumahan.
'Pistol rumahan bukankah ini hanya permainan' pikir Luna jika diingat-ingat hari ini malah dia membawa pistol Glock Meyer 22 pistol kesayangan miliknya.
"Apa yang kau lihat hah? bukankah harusnya kalian menyerah saja kalian sudah di kepung dan kalian akan keluar dengan nyawa tidak ada bila kamu tidak menandatangani surat pernyataan ini" Ancam Dolph sambil melempar selembar kertas peryataan di hadapan Luna. Luna mengambil kertas di lantai dan membacanya sekilas. Senyumannya terbit di saat syarat maupun ketentuan di kertas itu melebihi ekspektasi nya sendiri.
__ADS_1
"Apa kau bercanda?" tanya Luna dan menatap Dolph enteng.
"Hahaha jelas aku tidak bercanda dan juga apa kamu tidak takut di sini ada 20 orang lebih yang siap membunuhmu" jelas Dolph sambil menyodorkan pistol miliknya di hadapan Luna. Hanya saja mata Luna yang tenang dan tubuhnya yang santai membuat Dolph sedikit tertarik dengan keberanian wanita yang ada di hadapannya ini.
"Tapi bila kau ingin menjadi wanitaku mungkin kau bisa selamat" tawar Dolph sambil melihat tubuh milik Luna dari atas sampai ke bawah.
"Apa kau bercanda?" tanya Luna sambil menatap tajam laki-laki yang sedang menatapnya menggoda.
"Tentu saja apa aku terlihat bercanda di sini dan juga kau hanya membawa 5 orang yang melindungimu mungkin kau bisa mati dalam 10 detik tapi jika kau menjadi ****** ku aku bisa mempertimbangkan nyawamu" jawab Dolph panjang lebar dan suara tawa terdengar di sana ya saat ini Luna tertawa lantang apalagi mendengar ucapan laki-laki hidung belang di hadapannya.
'Apa laki-laki di seluruh dunia ini tidak ada normal dan hanya memikirkan tubuh saja. Jika begini mari kita mulai sayang' pikir Luna.
"Baiklah kalau begitu mari kita mulai" ucap Luna lantang dan memetikkan jarinya di saat itulah api mulai berkobar di daerah mereka.
"Tunggu apa!" kaget Dolph saat melihat api yang melingkari orang-orang dari Klan ular hingga pintu luar. Api yang bewarna menyala itu berkobar dan menutupi keberadaan Luna dan bawahnya.
"Mari kita mulai" smirk Luna sambil memegang kedua pistol miliknya.
__ADS_1
🔫Maaf telat updatenya karena ada sesuatu alasan dunia nyata jadi sekian terima Vote.