My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 42 : Menantu


__ADS_3

Kotak yang dikelilingi mawar merah dan mengeluarkan aroma harum nan indah itu di antarkan tepat di depan Villa putih milik keluarga Luxury yang sedang berlibur di London. Edwin menutup wajahnya dengan masker bewarna hitam sambil memakai pakaian seperti pengantar paket untuk menyamarkan wajahnya. Yang tentunya digunakan agar tidak terlalu dicurigai banyak orang.


"Permisi paket!" teriak Edwin di luar gerbang dan membawa troli yang berisi kotak hadiah. Penjaga di villa keluar dari gerbang tersebut dan menatap Edwin dari atas hingga bawah, mencari kecurigaan dari orang dihadapan nya.


"Siapa dan ada perlu apa?" tanya Penjaga tersebut sambil menatap tajam Edwin. Dengan acting yang bagus Edwin dapat mengontrol tubuhnya menjadi bergetar takut. Kepalanya tidak berani menoleh kehadapan penjaga dia memilih acting seperti orang yang ketakutan dan terluka.


"ma..maaf saya hanya mengantar kan paket untuk Nona Lina Luxury"jawab gugup Edwin yang sebenarnya dia ingin sekali muntah saat menyebut nama keluarga Luxury dengan embel Nona.


"Paket?" bingung penjaga tersebut.


"I..iya ini paket yang dikirimkan untuk nona Lina Luxury dan juga katanya jangan dibuka selain orang yang seharusnya diterima" jelas Edwin dengan ekspresi yang pura-pura ketakutan. Tetapi sayangnya penjaga di hadapannya terlalu bodoh dan sangat mudah ditipu yang membuat Paket yang dikelilingi mawar merah itu diterima tanpa rasa curiga.


"Baiklah, siapa nama pengirimnya" tanya penjaga tersebut yang menandatangani surat tanda terima. Edwin menambah ekspresi sedihnya dan menggosok-gosok matanya pelan. Air mata yang mulai turun di wajahnya seperti dirinya sedang ketakutan memberi tau identitas orang tersebut.


"hiks.. maaf saya hanya petugas baru dan juga sesuai prosedur saya tidak boleh mengatakan paket ini dikirim oleh siapa" jawab Edwin yang mengeluarkan air mata miliknya sedikit demi sedikit yang padahal di jari tangannya ada sedikit olesan dari bawang yang tentu saja akan membuat matanya sedikit perih dan berair.


"Baiklah-baiklah dan bisakah kamu diam bisa-bisa saya disangka orang jahat di sini" perintah penjaga tersebut yang membuat Edwin menghapus air matanya cepat.


"Baik dan karena anda sudah menerima paket ini saya akan mengatakan sedikit bocoran" ucap Edwin yang dibuat sebahagia mungkin.


"Bocoran?" bingung penjaga tersebut yang sudah memegang troli berisi bunga mawar dan kotak hadiah yang lumayan besar.


"Itu dikirim oleh orang yang sangat mencintainya"hingga ingin membawanya ke neraka, lanjut Edwin dalam hatinya.

__ADS_1


"Baiklah kau bisa pergi" usir penjaga tersebut yang diangguki oleh Edwin. Dengan cepat Edwin pergi dari tempat yang ingin sekali dia ledakan dengan granat tapi sayang bossnya mengatakan untuk menyakiti mereka secara pelan-pelan dan tentunya membuat mereka tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang.


"Mari kita pergi" Smirk Edwin yang masuk dan duduk di mobil Jeep hitam yang disembunyikan di balik semak-semak. Mobil hitam tersebut menghilang di balik gelapnya malam yang dimana sang bulan sudah ditutupi oleh sang langit. Menutupi cahaya terang untuk keluarga Luxury dan siap menyambut mereka dengan kegelapan abadi dari langit. Bahkan bila bintang yang membantu mereka jika geografis dan astronomi berubah maka tidak akan cahaya sedikitpun yang membantu keluarga Luxury keluar dari cengkeraman keluarga Nypole.



Penjaga villa Luxury tersebut berjalan memasuki area depan dan menekan hell pintu Villa. Di sana terlihat seorang pelayan perempuan yang membukakan pintu.


"ada apa?" tanya Pelayan tersebut angkuh.


"Ada paket untuk Nona Lina" ucap Penjaga villa dia menunduk hormat. Bukan karena apa hanya saja perempuan yang ada di hadapannya adalah kepala pelayan di Keluarga Luxury yang merupakan orang terpercaya milik Keluarga Luxury.


"Paket? dari siapa?" tanya Pelayan itu lagi.


"Dari orang yang mencintai nona Lina" jawab penjaga tersebut tepat saat Lina berjalan mendekat ke arah pintu Villa. Senyumnya mengembang saat mendengar kata Mencintai. 'pasti itu dari Leon' pikir Luna semangat.


"Nona ini sangat mencurigakan" ucap Nadya kepala pelayan keluarga luxury.


"Apa lagi yang mencurigakan ini pasti dari Leon dan juga buat apa kamu diam cepat panggilkan kedua orang tua itu dan jangan lupa bawa kamera nya sekarang!" tegas Luna yang langsung dilaksanakan oleh Nadya. Lina berjalan mendekat ke arah troli yang dikelilingi oleh bunga mawar merah yang harum dan jangan lupakan kotak berukuran besar yang dia pastikan ini merupakan hadiah yang mahal untuknya.


"Aku akan mempamerkan apa yang ku dapatkan ini" gumam Lina dan mengambil setangkai bunga mawar dan mencium aroma nya dalam-dalam. Aroma yang dirinya pikir adalah aroma cinta dari Leon hanya saja kebenaran bertolak belakang. Aroma bunga tersebut menghilang kan aroma busuk dari darah manusia yang di sembunyikan di bawah bunga marigold. Semakin dalam dia mencari hadiahnya maka semakin dalam juga dia akan mendapatkan kebusukan yang ada.


"Ada apa ini Lina?" tanya Melli, ibu kandung Lina yang bergegas datang ke halaman depan saat mengetahui anaknya memintanya ke sana.

__ADS_1


"Mommy coba lihat apa yang ku dapat" tunjuk Lina bangga.


"Apa itu Lina, apa ada seseorang yang sedang mengejar mu lagi?" tanya Reno yang juga datang bersama dengan istrinya.


"Bukan Daddy ini hadiah dari menantu mu Daddy!" Jelas Lina yang membuat Melli langsung berlari ke arah anaknya dengan bahagia.


"Benarkah astaga, memang kamu adalah anak Mommy satu-satunya yang paling membanggakan" ucap Melli dan memeluk anak perempuan nya.


"Nadya mana kameranya!" teriak Lina yang membuat Nadya berlari panik ke arah mereka.


"Ini nona kameranya" jawab Nadya dan memberikan kamera digital.


"Daddy juga sini ayo kita harus pamerin nih ke semua orang agar mulut mereka bisa diam dan gak terlalu banyak omong" manja Lina dan Reno.


"Benar sayang biar semua orang tau, menantu keluarga Luxury sangat mencintai anak kita ini tiada tara" sombong Melli.


"Baiklah dan juga Daddy akan menghubung acara televisi untuk menyalurkan nya di seluruh dunia" Ucap Reno yang membuat Lina dan Melli langsung memeluk laki-laki paruh baya itu.


"Daddy memang yang terbaik aku sangat menyayangimu, Daddy" manja Lina.


"Aku akan menambah jatahku hari ini, sayang" manja Melli yang membuat Reno menganguk senang. Mereka bertiga tampak senang dan gembira untuk mempublikasikan dan menyiarkan secara langsung.


Tanpa tau bahwa di bawah kotak tersebut ada bom tanpa suara yang bisa menghasilkan ledakan yang sangat besar dan tentu saja itu dipasang oleh Edwin. Bom yang sudah dipasang 30 menit sebelum masa peledakan yang masih aktif dan sekarang menyisakan 20 menit. Sebelum ledakan itu muncul dan membuat Villa keluarga luxury dipenuhi dengan darah dan kelopak mawar merah. Seperti kuburan yang baru dimakamkan tentunya apalagi bunga Marigold yang menandakan kematian.

__ADS_1


"Jangan lupa sambungkan ke handphone milik ketua agar ketua bisa melihat video sebelum ledakan ini" Smirk Edwin yang menonton di layar handphone yang sudah terhubung dengan kamera kecil di dekat troli.



__ADS_2