
‘Ruangan? Apa yang terjadi di dalam ruangan itu dan kenapa banyak anak-anak di dalam ruangan gelap itu? Apa yang terjadi selama ini?’ Pikir Luna yang mencoba mengingat kenangan yang ia miliki selama ini.
“Luna.”
Dengan suara panggilan yang keras, Luna yang mencoba berpikir keras untuk mengingat kenangan yang telah ia lupakan, terbangun dan mengalihkan pandangannya ke belakang. sambil menatap orang yang memanggilnya.
“Kak.” Jawab Luna dengan perubahan nada yang cukup membuat Rangga yang mendengarnya ketakutan.
“Apa yang terjadi denganmu, Luna? Kenapa kau memanggilku seperti itu? Apa kondisi Joe yang kau lihat sangat parah sekali, sampai kau memanggilku dengan nada yang tidak biasanya.” Ucap Rangga yang khawatir dengan kondisi adik perempuannya yang berbeda dengan yang biasanya.
Membuat Luna yang mendengarnya kesal dan memandang kakaknya dengan senyum yang menenangkan. Sambil menatap mata kakaknya dengan tatapan yang mematikan. Sehingga Rangga yang melihatnya, menghela nafas lega saat mengetahui bahwa adiknya dalam kesadaran yang baik-baik saja.
“(。◝ᴗ◜。).”
“←_←.”
“Apa kau tau kak, apa yang sedang aku pikirkan saat melihatmu saat ini?” Ucap Luna tenang.
“Apa memangnya?”
“Aku berpikir lebih baik mengirimmu ke hutan amazon untuk menyelesaikan misi atau mengirimkanmu langsung ke negara I tempat berkumpulnya hal-hal kotor itu.” Jelas Luna yang membuat Rangga yang mendengarnya hanya bisa tertawa ringan dan memasukkan sebuah granat baru ke dalam pelukan adiknya.
“Aku bercanda, jadi jangan dibawa serius okay. Ngomong-ngomong kenapa kau dari tadi hanya berdiam diri sendirian di sini saja. Apa kau sedang memikirkan sesuatu hal tadi?” Tanya Rangga sebelum datang ke sini.
“Aku-”
“Apa kau memikirkan dia, Luna?! Cih-cih, sudah ku katakan dengan jelas sejak dulu, lupakan saja lelaki bejat yang pernah memukulmu itu dan kau seharusnya paham betul bahwa laki-laki yang berani memukul wanita tidak bisa disebut lagi sebagai pria, paham.” Jelas Rangga sambil menggaris bawahi sikap pemukulan yang dilakukan oleh Leon kepada adiknya.
Bahkan sejak dulu, waktu pertma kali Rangga melihat kondisi adiknya sudah cukup membuat hati kecilnya sedih. Dan tak lama setelah mengetahui apa yang terjadi kepada adiknya selama ini membuatnya marah dan siap mengangkat senjata untuk bertarung melawan orang yang memukuli wajah adiknya yang cantik.
‘Sial, bahkan jika kuingat-ingat hari itu aku hampir saja menghancurkan mobil yang baru dibeli oleh ayahku hari itu dengan mobil tank yang ku bawa pulang ku rumah dan hampir saja aku akan dikirim oleh ayahku ke hutan amazon, nasib baik kepala pelayan menghentikanku sebelum semuanya sempat terjadi.’
__ADS_1
‘Jika tidak, ck aku tak bisa bayangkan apakah aku bisa pulang dengan kondisi selamat dari tempat tersebut.’ Pikir Rangga merinding saat memikirkan kejadian dulu.
Dan Luna yang sedang berdiri di hadapannya sama sekali tidak menyadari keluhan batin yang dihadapi oleh kakaknya.
Dimana Luna saat ini sedang memikirkan kejadian yang pernah ia alami namun entah kenapa tidak bisa ia ingat kembali. Membuat Luna yang memikirkannya hampir saja mengalami sakit kepala kembali.
“Luna?”
“...”
“Luna!”
“Ya.”
“Apa yang sedang terjadi Luna? Bukankah kau hari ini sangat aneh, aku memanggilmu berulang kali dan kau bahkan tidak merespon sedikitpun. Apa kau sedang memikirkan pertemuan tadi? atau-”
“Kejadian? Apa kejadian yang kau alami sepenting itu?”
“Entahlah, hanya saja sejak orang itu menghubungiku dan aku tidak sengaja melihat latar belakang di dalam video itu, membuatku membangkitkan kenangan lamaku. Tapi sayangnya aku masih belum bisa mengingatnya dna hanya bisa mengingat serpihannya saja.” Jelas Luna yang jelas-jelas mencoba mengingat semua hal yang berkaitan dengan kenangan maupun latar belakang di balik video tersebut.
“Apa kau merasakan gejala sakit kepala saat mencoba mengingatnya?” Tanya Rangga ragu.
“Ya, tapi itu hanya sebentar saja jika aku tidak mencoba untuk berusaha keras dalam mengingatnya, tapi jika aku bersikeras untuk mengingatnya aku merasa bahwa ada seseorang yang mencoba menghalangi ingatanku tentang kejadian itu.” Ucap Luna yang mencoba menjelaskan perasaan yang ia rasakan saat mencoba mengingat kenangan yang ada di dalam ingatannya.
Membuat Rangga yang mendengarnya terkejut sekaligus gugup saat mengetahui apa yang dialami oleh adiknya, dengan tarikan nafas Rangga berjalan mendekat ke arah Luna dan memeluk adiknya dengan erat.
Sehingga Luna yang mendapatkan respon tak terduga dari kakaknya terkejut dan membiarkan aroma kakaknya memasuki hidungnya. Dengan aroma kayu bakar dan juga dedaunan yang liar, hati Luna yang tadinya tidak tenang kembali menjadi tenang saat menghirup aroma alam tersebut.
“Tidak apa-apa, Luna. Semuanya pasti akan baik-baik saja, ku pastikan semuanya akan baik-baik saja.” Bisik Rangga mencoba menahan keingin tahuannya dan juga rasa gugupnya saat mengetahui sesuatu hal yang mengerikan terjadi terhadap adik kesayangannya, Luna.
__ADS_1
“Hm, aku tau kak. Semuanya pasti akan baik-baik saja.”
“Ya, dan pastikan kau tetap dalam kondisi yang tenang. Aku akan memanggilkan seorang psikolog terkenal untuk melihat kondisimu. Oleh karena itu, tetap jaga jiwa dan ragamu dengan kondisi yang baik Luna.”
“Baik kak, dan pastikan kau memanggil seorang psikolog terpercaya. Sehingga aku tidak perlu khawatir lagi dengan kondisi jiwamu, kak.” Balas Luna dengan suaranya yang lembut, membuat Rangga yang mendengarnya ketakutan dan mencoba menjelaskan sesuatu hal.
Namun sayangnya itu semua terlambat, dengan suara pukulan yang keras. Luna melempatkan kakanya jauh dari tubuhnya dan membiarkan tubuh yang berukuran besar itu terbang dan jatuh ke atas tanah dengan mengerikan.
Membuat para bawahan yang sedang berdiri sambil memindahkan puing-puing bangunan tertegun dan tak lupa menelan saliva mereka. Terutama saat melihat gerakan mengerikan yang dihasilkan oleh pemimpin mereka yang masih bergender wanita.
Dengan satu kalimat, semua mata yang tertuju di sana hanya bisa mengatakan.
‘MENGERIKAN, itu pasti sangat menyedihkan.’ Pikir semua orang yang ada di sana sambil mencoba menyelesaikan pekerjaan mereka dengan cepat. Agar bisa menghindar dan pergi sejauh mungkin dari lokasi pimpinan mereka berada.
Dan dengan banyaknya pasang mata, Rangga yang terlempar jauh karena pukulan adiknya bangkit dengan kokoh tanpa terlihat kesakitan sedikitpun. Tapi semua oran yang ada di sana tau, bahwa pukulan itu pasti sangat menyakitkan.
Sehingga membuat mulut dan dagu milik kapten mereka terpisah langsung. Dan dengan suara retakan, Rangga yang merupakan korban pukulan tersebut dengan mudah mengembalikan sendi-sendi patah yang ia miliki.
Sambil menjungkir balikan tubuhnya, Rangga yang memastikan tubuhnya utuh dan aman dengan cepat berbalik dan mengejar adik kesayangannya, Luna. Dengan suara yang disengaja, Rangga membiarkan nada yang berminyak keluar dari mulutnya yang seksi.
Membuat Luna yang mendengar suara tersebut kesal sekaligus merinding saat mendengarnya. Sehingga langkah kaki yang tadinya tenang dan biasa saja dipercepat oleh nya agar segera menjauh dari kakak laki-lakinya yang neuropati itu.
“Luna, sayangku! Hey, my little baby! Ayolah jangan lari dariku, aku bercanda paham, dan aku juga tidak sengaja membawa serigala putih ke dalam rumahku, okay. Jadi, hey! Luna, jangan lari kau!” Teriak Rangga sambil mengerjar adiknya yang mencoba melarikan diri dari sisinya.
‘Hah, bukankah aku terlihat brotherable sekali saat ini dan juga bisakah kau tidak lari dariku dengan sangat cepat Luna, aku tidak akan menggigitmu juga. Argh! Luna!’
🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~
__ADS_1