
"Tu...tuan Leon" terkejut Reno saat melihat Leonex Martin ada di hadapannya sekarang. Reno terkejut dengan tamu yang tidak diundang dan mengejutkan nya secara langsung. Entah apa nasib yang akan ditimpa dirinya saat ini sehingga bertemu dengan Leonex Martin Secara langsung.
"Lama tidak bertemu dengan anda, tuan Luxury" smirk Leon dingin dan berjalan mendekat ke arah mereka. Dua penjaga yang menjaga pintu ruangan tersebut berdiri dengan nafas yang terengah-engah.
"ma..maafkan kami tuan, kami sudah melarang orang ini masuk dan mencegatnya tapi orang itu terlalu kuat" ucap seorang penjaga yang pakaiannya sudah lecek.
"Tidak apa-apa kalian bisa merapikan baju kalian terlebih dahulu dan kau Ga jaga pintu depan" perintah Reno terhadap kedua penjaga dan asistennya.
"Baik tuan" jawab ketiga orang tersebut dan mengendurkan diri. Meninggalkan ketiga orang lainnya di dalam ruangan VIP.
Reno Pov~
Tidak mungkin kalian bisa mengalahkan orang ini, apalagi kalian hanya berdua saja tentunya dengan mudah Leonex mengalah kan mereka berdua.
Dasar orang-orang bodoh!
Author Pov~
Reno hanya bisa mengusir cepat-cepat kedua penjaga nya sebelum masalah timbul lagi. Dan sekarang yang dia takuti adalah Leon mendengar pembicaraan nya tadi dengan Luna Nypole. Jika Leon mendengar nya sudah dipastikan riwayat nya akan tamat dan dia akan sulit mengambil sesuatu barang yang masih berada di tangan Leonex Martin.
"si.. silahkan tuan Martin duduk di bangku ini" gugup Reno mempersilahkan dan mendorong kan kursi yang berada di sebelahnya.
"Tidak perlu tuan Luxury, saya akan duduk di samping tunangan saya saja" ucap Leon dingin dan menarik kursi yang ada di samping Luna. Merangkul Luna hangat dan memberikan senyum profesional miliknya yaitu senyum saat melakukan kerja. Menatap Reno tajam dan dingin memberikan sebuah tatapan intimidasi kepada Reno.
Reno yang mendapatkan tatapan intimidasi itu membuat tubuhnya merinding. Walaupun Reno memiliki umur yang lebih tua dari Leon, tetap saja kedudukan mereka berbeda. Dimana Leonex menduduki peringkat pertama selama bertahun-tahun dan memiliki kendali penuh di dalam klan singa.
Semua itu cukup membuat orang-orang takut berhadapan dengan Leonex Martin. Laki-laki yang dikenal sebagai sang raja hutan yang artinya orang itu merupakan pemimpin dari dunia bisnis. Membuat namanya selalu terpampang nyata di Billboard, majalah, koran maupun internet. Mau itu wajah, aura, gerakan semua hal itu selalu menjadi sasaran empuk para pencari berita.
__ADS_1
"Oh ya sepertinya saya belum mengatakan bahwa hari ini saya bersama dengan dia" ucap Luna yang mengikuti acting milik Leon. Acting hubungan romantis dan manis tapi sayangnya mulutnya tidak bisa mengatakan kata 'tunangan' dengan mudahnya. Membuat Luna hanya bisa mengganti kata tunangan dan nama laki-laki itu menjadi dia atau kamu.
Jangan salah dirinya yang tidak memanggil nama orang itu dengan nama depan atau embel-embel tunangan, karena hatinya tidak ingin memanggil orang itu dengan sebutan yang benar. Dan juga perasaan nya masih belum memaafkan perbuatan laki-laki itu. Membuatnya tidak bisa mengucapkan nya dengan spontan atau secara langsung.
'aku ikuti permainan mu, Leon' pikir Luna yang enggan menyebut nama laki-laki itu dihadapannya. Pasti saat dia memanggil nya sudah dipastikan laki-laki ini akan tertawa atau tersenyum-senyum seperti orang gila.
Reno yang mendengar ucapan dari anak ingusan itu hanya bisa meneguk salivanya. Jika dia berbuat salah di sini sudah pasti rencana untuk mencuri barang dari Leonex Martin akan rusak/gagal.
"Ya ampun nona Nypole, kenapa anda tidak mengatakannya dari tadi" hangat Reno. Suaranya ia ubah agar memperlihatkan bahwa kedua orang ini akrab dan tidak bertentangan tentunya.
"Tidak perlu banyak basa-basi, saya dengar anda meminta tunangan saya membatalkan pertunangan dengan saya" sarkas Leon. Matanya menatap tajam ke arah Reno, tatapan yang tidak peduli dengan sikap paruh baya itu hanya terus-menerus menatapnya tajam.
"Sepertinya anda salah dengar tuan" senyum Reno.
"I...itu'" gugup Reno.
Luna yang melihat kegugupan Reno hanya bisa tertawa di dalam hatinya. Melihat ayah kandungnya itu ketakutan walaupun itu masih belum seberapa dibandingkan apa yang dia dapatkan. Apa yang dilihatnya hari ini hanyalah butiran debu yang dia dapatkan dari mereka dan tentunya ini tidak cukup untuk membuat orang-orang itu menderita. 'ini akan sangat menyenangkan' ucap Luna dalam hati.
"Hahaha sepertinya tuan Luxury memiliki keberanian yang banyak" tawa Leon arrogant. Tangannya sudah ia lepaskan dari pundak Luna dan sekarang kedua tangannya itu disatukan dengan ruas jari-jari yang lebar, meletakan kedua tangannya di bawah dagu miliknya. Menatap tajam Reno dan mengeluarkan aura dinginnya.
"Seharusnya anda tau konsekuensi apa yang anda dapatkan jika menggangu tunanganku" tekan Leon. Jika bukan karena ibunya dan status tunangannya dulu, sudah dipastikan laki-laki paruh baya yang ada dihadapannya ini berada di neraka sekarang. Tapi sayangnya laki-laki paruh baya ini masih hidup dan berkeliaran seperti serangga.
"Sa...saya hanya bercanda tuan Martin, tidak mungkin bukan saya membahayakan perusahaan dan nyawa saya hanya untuk hal sekecil ini saja" tawa ringan Reno. Tangannya mengepal sekuat tenaga, dia mencoba menahan emosi yang sudah mengalir di nadinya. Andai saja bukan Leonex Martin yang memiliki barang itu tidak mungkin dia akan menggunakan rencana ini, karena jika barang itu sudah ada di tangannya sudah dipastikan hidupnya akan mudah dan dia akan dikenal sebagai orang paling kaya.
"Kalau begitu saya dan tunangan saya harus undur diri terlebih dahulu" ucap Leon yang berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Anda tidak keberatankan?" tanya Leon dingin.
"Tentu saja tidak tuan Martin, anda bisa membawa nona Nypole dari sini" jawab cepat Reno.
"Jadi kita hanya membicarakan hal ini saja tuan Luxury? saya pikir anda ingin membicarakan banyak hal dan mungkin juga tentang hubungan.." tanya Luna yang dengan cepat di sela oleh Reno.
"Tidak-tidak Nona Nypole, anda bisa pergi dengan tunangan anda" sela Reno cepat. Dia harus memikirkan rencana lain untuk membuat Leon menyerahkan barang itu, karena rencana yang sudah dia siapkan hancur berantakan. Maka Reno harus memikirkan cara lain lagi.
"Oh ya tuan Luxury saya ingatkan bahwa hanya saja yang bisa mengucapkan kata tunangan, karena wanita ini adalah tunanganku yang tidak akan ku beri kepada siapapun" ancam Leon yang menarik Luna ke dalam pelukannya.
"tentu saja tuan Martin akan saya ingat itu" ucap Reno.
"kalau begitu kami permisi tuan Luxury" pamit Luna dan berjalan keluar bersama Leon. Tubuhnya ia jatuhkan di dekat sang asisten milik ayahnya. Berpura-pura kehilangan tenaga di sana.
"ah ma..maaf tuan" ucap Luna minta maaf karena menabrak asisten tersebut.
"tidak apa-apa nona" jawab Asisten tersebut dan dengan cepat masuk ke dalam ruangan.
"sini tanganmu biar aku bantu kamu berjalan" ucap Leon singkat.
"tidak perlu aku hanya kehilangan keseimbangan sebentar" tolak Luna mentah dan berjalan mendahului Leon. Dia bisa mendengar teriakan dari ruangan yang dia masuki. Teriakan yang penuh dengan rasa emosi itu terdengar di pendengaran nya dan cukup membuatnya mengeluarkan senyum tipis.
'Lebih menyenangkan dari yang kuduga' smirk Luna.
🔫 aduh Leon bisa aja deh ngambil kesempatan dan Luna mau dimanapun selalu berbuat licik ya. Xixixi sepertinya bab berikutnya akan lebih menyenangkan.
__ADS_1