
Di atas gedung tinggi itu terlihat bayangan yang menampilkan kedua sosok wanita. Kedua sosok itu ialah Luna Nypole dan Joe Kimberley , kedua agen yang berasal dari klan ular dan juga klan elang.
Mereka berdua saat ini sedang berdiri di atas gedung tinggi ditemani beberapa senjata mereka.
Dimana disebrang gedung yang mereka injaki ini terdapat gedung perusahaan milik keluarga Luxury, atau sering dikenal dengan Luxury Company. Sebuah gedung tinggi yang sudah diberikan jebakan oleh Luna dengan bantuan anak laki-lakinya.
"Apa senjata ini yang harus ku tembakan ke sana?" tanya Joe sambil melihat senjata yang dibawa temannya ke atas gedung tinggi ini.
"Ya"
"Meriam yang mana yang harus ku gunakan untuk menembak ke perusahaan, hmmm semuanya terlihat sangat bagus" gumam Joe yang melihat banyak meriam dan juga peledak di dekatnya.
"Apapun pilihanmu tetap dengar isyaratku" jelas Luna yang mengambilnya ransel miliknya dan memasukkan pistol maupun pisau belati yang sudah ia siapkan.
"Apapun? baiklah kalau begitu, jangan salahkan aku jika perusahaan itu hancur dalam beberapa menit" senyum Joe yang sudah lama tidak merasakan pertempuran bar-bar seperti ini (kasar, kejam).
"Aku tidak peduli jika perusahaan itu hancur, karena yang ku butuhkan hanyalah tanahnya saja" dingin Luna.
"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa di pertunjukan" senyum Joe yang melihat temannya sudah ingin pergi ke tujuan yang lain. Dimana semua tujuan ini berhubungan dengan keluarga kandungnya yaitu Luxury.
"Ya" singkat Luna yang berjalan menjauh dati Joe dan membuka pintu atap yang terbuat dari baja.
Hari ini dia akan menjalankan semua urusan dan dendam miliknya dengan keluarganya dan membuat perusahaan itu dipenuhi dengan korban yang jelas akan menghasilkan banyak darah.
Dari bom yang ada di sekeliling perusahaan sampai meriam yang akan ditangani oleh temannya Joe dari atas gedung dan akan menghasilkan ledakan yang dipenuhi dengan reruntuhan bangunan.
'Mari kita mulai aksi kita hati ini' smirk Luna dan menutup wajahnya dengan masker, topi dan juga kacamata hitam miliknya. Melangkahkan kakinya ke luar gedung dan menyebrang melewati jalan raya yang dieonuhi dengan kendaraan.
Kakinya yang indah berjalan dengan mulus menuju Luxury Company, dengan penyamarannya yang rapi ia memasuki kerumunan orang-orang yang ada di depan perusahaan. Sambil melihat ke arah kanan dan kiri, matanya dengan lembut menatap ke layar depan yang ada di depannya.
Dimana di depan terdapat layar dannjuga panggung kecil yang sudah disiapkan untuk verifikasi keluarga Luxury terutam Reno tentang masalah yang terjadi. Sehingga membuat perusahaan ini dipenuhi dengan orang-orang seperti wartawan dan yang lainnya.
__ADS_1
"Apa anda juga termasuk wartawan?" tanya seorang penjaga yang lewat menghampiri Luna. Membuat Luna yang merasakan kehadirannya disadarinya melepaskan kacamata hitamnya.
"Ya, saya juga wartawan yang diundang ke sini" jelas Luna sambil memperlihatkan mata penuh percaya dirinya.
"Kalau begitu harap tunjukan tanda pengenal anda" minta penjaga tersebut sehingga Luna yang mendengarnya dengan cepat mengambil tanda pengenal yang ada di dalam tasnya dan mengeluarkan tanda pengenal tersebut.
"Ini" ucap Luna sambil menyerahkan tanda pengenal yang tidak sengaja ia dapatkan.
'Sepertinya kecelakaan tadi memberikan sedikit keuntungan' pikir Luna yang sebelum sampai ke sini ia tidak sengaja menabrak kendaraan beroda dua milik seseorang dan menelpon ambulance.
Dimana saat itu seperti nya orang yang ia tabrak tidak sengaja menjatuhkan tanda pengenal berupa name tag di tengah jalan dan membuat Luna memungut barang itu dan membawanya ke dalam tas.
"Baik, maaf menggangu pekerjaan anda nona Sylphia" ucap penjaga tersebut sambil mengembalikan ganda pengenal milik Luna.
Luna yang mendapatkam kembali tanda pengenalnya, memakai tanda tersebut di lehernya dan membiarkan identitas baru yang ia dapatkan mengubah identitas aslinya. Dari seorang wanita bernama Luna Nypole menjadi Sylphia, sesuai dengan yang tertulis di tanda tersebut.
"Kalau begitu saya permisi" ucap Luna dan berjalan masuk ke arah tempat wawancara akan dilakukan.
Kemampuan yang mampu memberantas semua sistem keamanan milik perusahaan Luxury, mansion dan tidak lupa dengan sistem FBI atau CIA ang menyimpan banyak rahasia. Sehingga saat ini Luna menyimpan banyak hal dari yang biasa saja sampai paling memalukan.
'Aku hanya perlu menekan tanda ini saja dan akan ku buat reputasi kalian hancur di depan banyak orang, sama seperti saat kalian mempermalukan aku di Martin Company 8 tahun lalu' ucap Luna dalam hati yang menahan semua rasa malunya dulu.
Bahkan saat tamparan itu mengenai wajah kurusnya yang membuat rasa sakit yang ia dapatkan bertambah setiap detiknya. Dengan rasa nyeri dan juga memar membuat tamparan yang ia dapatkan dari perusahaan tempatnya bekerja harus bertambah dari keluarga yang ada di tempat tinggalnya. Membuat setiap tetesan air hujan yang mengenai luka yang terlihat maupun tidak terlihat itu sangat menyakitkan.
'Apa yang kamu tuai itulah yang kamu tabur di masa lalu' lanjut Luna yang melihat acara konferensi pers milik keluarga Luxury dimulai.
Mereka semua memulai acara konferensi Moses dengan salam pembuka dan dilanjutkan dengan para wartawan yang bertanya. Semua pertanyaan yang dilemparkan oleh para wartawan sangat menyakitkan bahkan seperti irisan bawang yang mampu membuat orang yang ada di atas sana ingin menangis.
Sampai tidak berapa lama kemudian, layar putih yang ada di belakang mereka menampilkan sebuah tayangan video yang berisi potongan gambar. Dari industri minyak, gas, berlian, emas sampai perkebunan yang menghasilkan narkoba seperti ganja, koka, peyote dan sebagian.
__ADS_1
Membuat para wartawan yang ingin bertanya mengganti pertanyaan milik mereka dan mengambil semua gambar yang ada di layar lebar tersebut.
"Bukankah itu ganja?" ucap seorang wartawan yang mengenal salah satu foto yang ada. Membuat suara bisikan para wartawan lainnya terdengar. Sedangkan untuk keluarga Luxury yang melihatnya dengan cepat meminta staffnya untuk mematikan layar lebar yang ada.
"Kalian cepat matikan layarnya" perintah Reno kepada bawahan nya.
Membuat staf yang ada dengan cepat memainkan keyboard mereka dan mencoba mematikan layar lebar yang menyala. Namun sayangnya semua usaha yang mereka lakukan tidak menghasilkan hasil sama sekali?
"Apa yang ka!u lakukan cepat lakukan?!" bentak Reno yang melihat bahwa layar yang ada di belakangnya saat ini masih menyala dan menampilkan gambar-gambar yang seharusnya sudah hancur dari dulu.
"Tuan i..ini"
"Ada apa?! kenapa kau masih belum menyelesaikan perintahku" bentak Reno yang tidak bisa mendengar sama sekali penjelasan bawahannya. Hingga tidak lama kemudian potongan-potongan gambar itu berganti menjadi sebuah video dengan durasi gang cukup lama.
Sebuah video yang memalukan itu terdengar menggema di luar ruangan saat speaker yang ada di dekat mereka berada di volume besar yaitu angka 100%. Suara desahan, kesakitan dan amarah bercampur aduk di dalam video tersebut.
Membuat orang-orang yang mendengarnya dengan cepat bisa mengenali orang yang ada di dalam video itu.
"Ah...ah..."
"Suara ini"
"Kataku cepat matikan!"
🔫 Cuma mau bilang 900 like bakal update, jadi mari saling membantu dan saling berbagi support dengan cara komen, like maupun pantengin karya author.
Maaf cuma segini tanggal 30 ini author bakal mulai ujian sehingga author butuh banyak persiapan, jadi sabar yaa ^^ liburan musim dingin atau liburan akhir tahun dipastikan author rajin update!
Sekian terimakasih, Mata Ne.
__ADS_1