
"Berita apa itu?" tanya Laura yang sudah membangkitkan sifat keingin tauan nya yang tinggi.
"Sepertinya memang cuma kamu saja Navin yang membaca berita detail" puji Luna. Ketiga orang lainnya langsung menggambil handphone yang disimpan di saku mereka.
"Peringkat 15 website khusus London City kebakaran hutan" jelas Navin. Dengan cepat mereka mencari dan membaca berita yang bertulisan itu. Berita kebakaran yang terjadi di dekat hutan belantara dan berada tepat di gudang kosong. Kebakaran yang bertuliskan sebuah abu dari manusia tersisa di dalam bangunan kosong itu.
"Tunggu maksudnya apa ini? apa kamu melakukan sesuatu hal Luna?" tanya Rangga. Dengan percaya dirinya Luna mengangkat bahunya acuh.
"Entahlah" jawab Luna.
"Apa mom melakukan sesuatu hal yang berbahaya?" tanya Laura.
"tidak berbahaya hanya membunuh orang saja" jawab Luna. Dengan mulut terbuka William yang mendengar jawaban dari Luna hanya terganga tidak percaya.
"Omongan mu Luna, ini anak kecil loh" ucap William yang khawatir dan dengan cepat menutup kedua telinga milik Luna.
"Ish Uncle will aku mau dengar yang mom omongin gak usah ditutupi telinga ku" omel Laura dan melepas pegangan tangan William dari telinganya. Dengan wajah yang sebal dengan cepat Laura menggeser posisi duduknya lebih dekat ke arah ibunya.
"tapi..."
"Mereka sudah terbiasa Will" ucap Rangga dan menepuk pundak milim William agar tidak mengkhawatirkan kedua keponakannya.
'Tunggu terbiasa? yang benar saja ini nyawa loh bukan mainan masa dibilang biasa untuk anak kecil, gila sih' pikir William seakan tidak percaya. Dengan cepat Laura bertanya dengan ibunya, tidak cukup satu pertanyaan dia harus mengeluarkan semua pertanyaan yang bersemayam di dalam otaknya.
"Lalu apa yang mom lakukan dengan mayat mereka?" tanya lagi Laura. Luna yang mendengar nya hanya tertawa kecil saat melihat anaknya yang tidak membiarkan dia menjawab satupun pertanyaan yang anaknya lontarkan.
"Seperti biasa tembak, patah, cekik, dan sayat" jawab Luna dengan bahasa yang simpel tetapi anaknya pahami. Tembak yang artinya menembak dengan pistol, patah yang artinya dia mematahkan tulang orang, cekik yang artinya dia mencekik leher dan sayat yang artinya dia menyayat apapun itu.
__ADS_1
"Ahhh masih kurang itu" lesu Laura.
"Memang itu gak kurang Laura, bahkan itu sudah sangat mengerikan" ucap William yang mendengar Laura mengatakan kurang. Karena di anggota kemiliteran hukuman ada dari penjara/penahanan, gantung dan lain-lain
Tapi tidak ada yang semengerikan itu, karena itu sama saja menyalahgunakan kemampuan atau melanggar hukum.
"Jelas saja masih kurang uncle Will! seharusnya itu dipelintir tubuhnya, congkel matanya, potong bagian tubuhnya atau lempar pisau belati ke tubuhnya kayak main Darts kan seru!" jawab Laura Semangat. Kalau membayangkan hukuman terkahir saja permainan Darts ah pasti seru manusia itu dijadikan target dan pisau belati adalah jarum Darts nya.
"Laura kamu beneran 8 tahun kan?" tanya William tak percaya karena anak yang lebih muda dan kecil darinya malah lebih ganas dari dirinya.
"Tentu saja tidak uncle umurku bukan 8 tahun lagi tapi menuju 9 tahun" jawab Laura tegas.
"Ah benar musim semi kalian berdua ulang tahun" timpal Rangga yang diangguki Semangat oleh Laura. Ulang tahun mereka dilakukan saat musim semi ada dimana bunga-bunga bermekaran dan membuat negara London bisa dikunjungi lebih lama yaitu orang-orang London bisa lebih lama berada di luar saat musim semi.
Ini adalah kisah yang selalu diceritakan oleh nenek yaitu Francis. Keluarga Nypole tidak pernah menutup-nutupi apapun yang ada karena kejujuran adalah hal yang paling penting untuk kebersamaan dan keberhasilan mereka. Membuat Navin dan Laura seorang diceritakan kisah itu. 'Cih lebih baik dengar cerita lanjutannya saja daripada memikirkan hal itu' ucap Navin dalam hati.
"Mom apa itu ada hubungannya dengan berita terpanas dan terpopuler?" tanya Navin mengalihkan isi pembicaraan mereka.
"Tentu saja ada"
"Tunggu kalau ada jangan bilang..." Ucap Rangga terhenti.
"Benar sepertinya kalian melihat beritanya" santai Luna, ini hanya permulaan dan bahkan ini masih sangat kurang dengan apa yang dia dapatkan dulu.
"Jangankan berita, siaran langsung nya saja kami lihat" timpal William.
__ADS_1
"sangat menarik sekali ya hingga kian tonton siarannya" Smirk Luna.
"Sebenarnya saat pertama-tama tidak menarik tetapi karena penontonnya banyak dan saat akhir-akhir tambah seru yang membuat kami nonton deh" jelas Laura yang sejujurnya saat menonton siaran langsung itu terasa biasa dan bosan tapi lama-kelamaan siaran langsung itu terasa janggal dan aneh yang tentunya cukup menarik untuk dilihat.
"Tunggu jangan bilang kotak itu kamu yang kirim?" ucap Rangga dia hanya mengatakan apa yang dia katakan di otaknya. Dengan tawa dingin ruang keluarga tersebut dipenuhi suara tawa Luna.
"Tentu saja" tawa Luna.
"Tunggu kalau bom nya?" tanya Navin.
"Ah itu tangan kanan mom yang melakukannya"
"Kalau yang katanya dari orang yang tersayang itu bagaimana? gak mungkin mom juga kan yang perintahkan" tanya Laura.
"Tentu saja itu mom bukannya Lina Luxury adalah orang yang sangat mom cintai dan sayangi" jawab Luna. Rangga melambaikan tangannya di wajah Luna. Dirinya tidak mungkin salah dengar bukan.
"Apa kau serius?" tanya Rangga tidak percaya.
"Tentu saja serius dia adalah orang yang sangat kucintai dan ku sayangi hingga aku ingin sekali membuatnya masuk ke dalam lubang kematian" jawab Luna sambil menekankan kalimat terakhirnya. Dengan aura dingin yang mulai mengelilingi dirinya. Ayolah ini hanya hal kecil dan hanya membuat Lina bermimpi buruk setiap hari dan tentunya ini sangat kurang. Karena Lina Luxury harus merasakan apa kegelapan abadi yang dimana Luna akan membalas semua perbuatan Lina 7 ah tidak 10 kali lipat dari yang dia dapatkan dulu.
"Mom" panggil Laura yang membuat Luna menatap wajah anaknya dan beberapa orang yang ada didekatnya.
"Sadis" lontar keempat orang yang didekatnya bersamaan. Luna yang mendengar nya hanya tertawa kecil, karena baginya itu adalah pujian yang memang teruji.
"hahaha akan ku anggap itu sebagai pujian" tawa Luna.
__ADS_1
🔫astaga Luna makin ke sini makin keren ya... bakal sadis terus nih Luna jadi lanjut gak? jangan lupa Like dan Comment kalau ada typo hehehe.