
"Menarik" Smirk Leon yang menatap semua hal yang dilakukan oleh kelinci kecilnya dari kamera yang di sembunyikan di atap-atap. Luna berjalan melewati beberapa perangkap yang telah dipasang. Menggunakan pisau belati maupun granat yang dirinya lemparkan.
Hingga dirinya menginjakkan kaki tepat di tengah-tengah ruangan yang memiliki cahaya terang. Di sana dia bisa melihat seorang laki-laki muda di ikat di sebuah kursi. Dia tau itu laki-laki itu adalah anak buahnya. Yang dimana anak buahnya juga ikut dalam pertandingan hari ini. Namun karena tidak ada kabar maka anak buahnya yang berinisial K itu harus digantikan oleh orang lain.
"K" panggil singkat Luna. Dirinya ingin. menginjakkan kakinya mendekat ke arah tempat di ikatnya K namun dia tau tidak ada jalan yang mudah untuk mendekat ke sana. Dimana bisa saja ada sebuah bom yang tersembunyi di balik lantai yang bila di injak akan meledak. Atau sebuah laser bewarna merah yang tidak terlalu kelihatan tapi mampu membangun beberapa senjata keamanan untuk menembak dirinya.
Apalagi sekarang Luna hanya berada di sini sendirian dan Edwin berada di tempat lain untuk menyusulnya. Berharap saja Edwin berhasil Masud ke dalam rumah tua ini.
Suara panggilan terdengar di telinga Kita, matanya yang lemas karena obat bius terbuka perlahan. Dia dapat melihat seorang perempuan dengan baju hitamnya berdiri di sebrang tempatnya berada. Dia tau perempuan itu siapa dari postur tubuh bahkan sikap tenangnya. Perempuan yang ada di hadapannya adalah ketuanya yaitu Luna Nypole.
'ketua' ucap K di dalam hati. Mulutnya masih di sekap oleh kain dan di ikatkan membuat suaranya tidak bisa keluar yang ada malah suara mantra aneh yang keluar.
Luna yang sadar bahwa anak buahnya sudah bangun tangannya memberikan sebuah kalimat yang diperagakan nya. Dari berputar kecil maupun jari kelingking yang naik ke atas. Hal-hal yang merupakan isyarat dan memiliki makna khusus.
"Apa kau sudah bangun?" isyarat Luna ke arah K. Anak buah yang melihatnya hanya bisa mengangguk sedikit sebagai jawabannya.
"Apa kau lihat ada sebuah tali atau kau merasakan jarum di dekatmu" isyarat Luna menebak-nebak beberapa perangkap yang bisa-bisa melukainya. K melihat sekelilingnya dan melihat semua hal yang sedikit mencurigakan. Namun matanya hanya menemukan sebuah kabel kecil namun sedikit panjang yang nyambung ke suatu tempat. Entah dimana yang sayangnya kepalanya tidak bisa melihat ke arah belakang karena ikatan yang ada.
K mengganguk Debak Jawaban dan menggerakkan jari tangannya yang tidak terikat oleh apapun kecuali pergelangan tangan yang di ikat eh lakban ataupun tali.
"Di sebelah kanan sampai ke belakang, kecil" isyarat K. Luna mengganguk paham dan mengalihkan pandangannya ke arah yang diberi tahukan oleh anak buahnya. Langkah kakinya berjalan mendekat ke arah kabel yang terlihat kecil dan tersimpan oleh debu-debu. Namun karena kabelnya terlihat dari bahan yang mahal maka terlihat sedikit mengkilap di antara debu. Memudahkan Luna untuk menemukan sesuatu hal yang diisyaratkan oleh anak buahnya.
__ADS_1
Luna mengeluarkan pisau belati nya dengan sekali tebas ditambah tenaga miliknya. Kabel bewarna hitam keperakan tersebut putus. Memutus sebuah sambungan yang tidak tau arahnya akan menuju ke mana.
Di saat itu jugalah sebuah tepuk tangan muncul dan mengeluarkan suaranya di tengah-tengah kesenyapan yang ada. Hawa dingin malam memasuki tulang mereka namun aura dingin nan arrogant mulai bertambah di saat seorang laki-laki memasuki ruang tengah rumah.
Laki-laki tersebut hanya menujukkan kakinya saja yang di sana wajah dan bagian atas tubuhnya tertulis oleh kegelapan. Menjauhi cahaya dan bersembunyi di dalam bayang-bayang.
Prok Prok Prok
"Ternyata kekuatan Nona Luna lebih hebat dari yang saya duga" ucap Leon yang menyembunyikan wajahnya di balik bayangan gelapnya bulan nan ditutupi oleh sang awan.
"Ternyata Tuan Leon, ku kira seorang iblis" sindir Luna. Walau dirinya tidak bisa melihat wajah laki-laki yang bersembunyi itu. Tapi suara khas milik Leon sangat terdengar di sana. Suara yang memiliki ciri khas dingin, berat namun terdengar seksi menjadi daya tarik suara tersebut.
"Jika saya iblis maka anda adalah jin" balas Leon menyindir Luna. Setelah itu kakinya melangkah sedikit demi sedikit dan memperlihatkan wajahnya yang sudah tertata indah dan tampan. Rambut uang biasanya dibiarkan tersisir rapi dan diberikan gel. Terlihat berbeda dimana rambut tersebut dibiarkan berjatuhan menutupi dahi dan matanya.
terlihat. Luna yang melihat tingkah Leon hanya bisa mencibir dan tidak mempedulikan laki-laki yang sepertinya sedang menebar pesona dihadapan nya.
"Cih, kalau begitu kita sama-sama penghuni neraka" cibir Luna. Leon melepaskan tangannya dari rambut milik ya dan meletakkan nya tepat di dalam kantong celana hitamnya. Tawa dingin nan menyeramkan dia keluarkan dari mulutnya yang seksi.
"Hahaha sepertinya saya tidak salah mengundang anda ke sini nona" tawa Leon.
"Baiklah kalau begitu bisa kita langsung ke intinya saja" dingin Luna
"Tidka mungkinkan anda ingin mengajak saja untuk menyeduh teh dan minum bersama-sama atau mengadakan perjamuan" lanjut Luna dengan kalimat yang penuh dengan sindiran dan remehan. Walau ini merupakan markas Klan Singa dan anggota yang lain mungkin berjaga di luar.
__ADS_1
Harga diri Luna menolak untuk kalah ataupun takut terhadap lawannya. Melupakan bahwa Edwin sedang berjuang masuk ke dalam rumah tau hal lainnya.
"Baiklah aku akan mengatakan nya nona"
"Katakanlah" singkat Luna. Dirinya malas untuk melakukan basa-basi yang tidak bermutu dan menghabiskan waktunya yang berharga. Dimana waktunya bisa digunakan untuk bersama dengan kedua anaknya.
"Aku ingin kau menjadi tunangan ku" jelas Leon dengan suara yang tegas. Tapi tidak mempengaruhi Luna untuk serius saat mendengar ucapan laki-laki yang ada di belakang anak buahnya. Tepat di seberang dirinya berdiri. Awan mulai berjalan mengikuti tiupan angin dan memperlihatkan bulan yang tadinya bersembunyi.
Menampilkan ketiga orang yang tidak memiliki cahaya terang dan menjadi diterangi oleh cahaya bulan di atasnya. Yang posisinya sekarang K berada di tengah-tengah, di depannya terdapat Luna yang sedang memegang pisau belati nya dan di belakang K terdapat Leon yang berdiri dengan angkuh.
"Hahaha apa kau bercanda tuan?" remeh Luna yang mendengar ucapan Leon.
"Apa kau pernah melihatku bercanda" dingin Leon tidak terima dirinya diremehkan. Karena ucapannya merupakan rencana yang bagus dimana Luna bisa memberikan alasannya untuk membatalkan pertunangannya dengan Lina secara sempit dan menggantinya dengan Luna.
Bukankah Luna juga yang melakukan perbuatannya yang membuat Lina Luxury harus kehilangan separuh wajahnya dan mengalami mimpi buruk. Sayangnya Luna tidak mempercayai semua kalimat yang diutarakan oleh Leon dan menatapnya tambah dingin.
"Walau saya tidak pernah melihat anda bercanda namun saya pernah mendengar candaan anda. Candaan yang merupakan hubungan dan membuat anda menyesal, bukan" dingin Luna yang berbanding terbalik dengan faktanya. Dia bukan hanya mendengar namun dirinya juga yang mendapatkan candaan dari Leon.
Tetapi untuk sekarang dia berperan sebagai Luna Nypole bukan sebagai Luna Luxury yang terbutakan eh Cinta dan haus akan kasih sayang.
"Kau" tunjuk Leon.
__ADS_1
🔫 Seperti biasa 300 like besoknya bakal update dan juga alur yang gak bisa ditebak lagi kan? tetap dukung karya author ya :)