
“Tapi ayah khawatir racun ini telah memakan banyak korban di wilayah kita.” Lanjut Henry sambil menutupi pandangannya dan menyandarkan kepalanya ke bahu istrinya.
“Maksud ayah?”
“Nak. .” Panggil Franciska lembut, membuat Luna yang ingin meminta penjelasan berhenti dan meminum teh di cangkir baru yang telah diganti oleh kepala pelayan ayahnya.
Sambil menundukkan kepalanya, Luna menutupi pandangannya dengan rambut panjangnya yang berwarna hitam. Dan membiarkan ayahnya untuk tetap tenang dan menstabilkan kondisinya.
HIngga ia mendengar suara dengkuran lembut dari telinganya, membuat Luna yang telah menundukkan kepalanya perlahan mengangkat kepalanya pelan dan melihat ke arah kedua orang tuanya.
Sehingga mata berwarna hitam pekat itu dengan jelas melihat kondisi ayahnya yang tertidur lelap dan kondisi ibunya yang kini telah meminta bantuan kepala pelayan beserta pelayan lainnya untuk membawa ayah menuju kamarnya.
Membuat Luna yang melihatnya bingung dan juga terkejut saat melihat kondisi ayahnya yang biasanya prima berubah menjadi lesu dan lelah. Sehingga Luna yang melihatnya bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan kondisi ayahnya saat ini.
Tak lama kemudian, Luna yang ingin tau apa yang terjadi di sini terkejut saat mendengarkan penjelasan ibunya yang lembut dan juga penuh kasih sayang. Dimana Luna dengan jelas menangkap kesedihan di dalam mata ibunya.
“Itu adalah resiko saat kau secara tidak sengaja mengkonsumsi racun tak kasat mata itu dan bahkan lebih parahnya lagi kau bisa langsung masuk ke dalam keadaan vegetatif. Dimana hanya kesarannya saja yang ada di dalam dirinya tapi tidak dengan jiwanya. Seolah mereka terperangkap di sebuah ruangan tak kasat mata, bukankah ini sangat mengerikan nak.” Tatap Francis yang tidak bisa menahan kesedihannya saat mengetahui bahwa suaminya secara tidak sengaja mengkonsumsi racun tak kasat mata itu.
Membuat Francis yang mengetahuinya menyesal saat menyajikan kopi hitam untuk suaminya tadi malam.
Bahkan Luna yang melihat kondisi ibunya, juga merasakan rasa sedih dan menyadari bahwa musuh yang mereka hadapi sudah menyebarkan jaringnya sejak lama. Dan tinggal menunggu mereka untuk menggigit umpan di dalam jaring tersebut.
Dengan langkah kaki yang pelan, Luna perlahan mendekatkan dirinya ke arah ibunya dan memeluk sosok wanita rapuh itu. Membuat Francis yang mencoba menahan rasa lemah dirinya tidak bisa menahannya lagi dan mengeluarkan suara tangisannya.
Perasaan sedih dan menyesal bercampur menjadi satu, saat melihat suami yang telah menemaninya selama berpuluh-puluh tahun berubah menjadi sosok yang letih dan lesu karena dirinya.
"Ibu-"
"Luna, pastikan kau membalas mereka paham. Apapun yang terjadi ibu pasti mendukung kalian, entah itu persenjataan baru maupun hubunganmu dengan mantan suamimu itu. Kau tau, aku-"
__ADS_1
"Ibu!"
Dengan panggilan Luna yang cukup keras, Luna melihat ibunya yang sedih pingsan dan bersandar di tubuhnya. Membuat Luna yang melihatnya terkejut dan menatap kepala pelayan yang baru saja kembali setelah mengantar ayahnya ke dalam ruang peristirahatan.
"John.”
“Maaf nona muda, keadaan kami memang cukup berantakan saat ini.” Senyum John tipis saat melihat keadaan nyonya yng yang kehilangan kesadarannya dan meminta para pelayan perempuan untuk membawa ke dalam ruangan lain.
“Apa yang terjadi setelah kami menelpon kalian John?”
“Sebenarnya kondisi kami baik-baik saja nona, sampai beberapa perwira dan juga pelayan mulai berjatuhan. Membuat kedua tuan menyadari bahwa ada yang salah di lingkungan mansion, dan saat itu juga nyonya yang sedang menyeduh kopi untuk tuan merasa bahwa ada bau aneh di lingkungan dapur.”
“Dan tak lama kemudian, nyonya menyadari bahwa air yang biasa kita gunakan untuk banyak keperluan telah diracuni saat mengetahui bukan hanya nyonya saja yang bisa menciumnya, melainkan pelayan tua yang biasa bertugas di dapur. Sehingga nyonya yang mengetahuinya berlari menuju kamar tuan dan mencoba menghentikan tuan untuk meminum kopi buatan nyonya.”
“Lalu apa yang terjadi setelah itu?”
“Walaupun nyonya berhasil menghentikan tuan, tetap saja tuan telah meminum seperempat dari cairan yang ada di dalam gelas. Sehingga tuan yang mengkonsumsi racun tersebut tidak separah bawahan tuan yang telah terkena cairan itu lebih lama.”
“Ya, nona dan karena itu juga lah beberapa orang masih dalam kondisi koma karena racun tak kasat mata itu. Dan kondisi itu membuat nyonya yang melihatnya drop dan tidak bisa menerima suaminya saat masuk ke dalam kondisi tak sadarkan diri.”
“Walaupun bawahan tuan telah berhasil membuat penawarnya, tetap saja tubuh yang terkena racun itu tidak bisa sembuh secepat yang nona lihat. Bahkan kami yang mengetahui bahwa kota ini sedang mengalami perubahan harus pergi melalui jalur pribadi kami agar bisa membawa orang-orang yang terluka karena kecelakaan itu.” Jelas John.
Yang membuat Luna yang mendengarnya sangat memahami bahwa kondisi mereka saat ini sangat berbahaya. Terutama musuh yang sangat memahami kondisi keluarga dan juga kelebihan mereka.
Membuat Luna menyadari bahwa pemimpin BE yang ia kenal masih tidak mudah untuk dikalahkan. Bahkan jika dulu ia berhasil melukai dada laki-laki itu dengan pisau militernya, itu tetap tidak merubah kenyataan bahwa orang itu lah yang memimpin aksi berbahaya ini.
Sehingga harus melukai banyak korban di sisi kita, tapi tidak untuk mereka yang telah menyebar jaring dan juga umpan ke wilayah kami. Membuat wilayah kami mendapatkan korban yang cukup banyak.
“Nona.”
Dengan suara panggilan lelaki paruh baya itu, Luna mengangkat kepalanya ke arah kepala pelayan. Dan memandang wajah yang semakin hari semakin tua saat menjaga keluarga mereka.
__ADS_1
“Ya.”
“Saya harap anda bisa menjalankan misi anda dengan sukses, dan pastikan nona pulang dalam keadaan yang selamat. Dan ini surat yang berhasil dikirimkan oleh orang tua Jiro dan juga Joe melalui saluran kami. Dia berharap anda bisa menemukan sebuah petunjuk dari surat yang mereka kirim kepada kami.”
“Apa kau sudah membukanya?” Tanya Luna yang menerima surat itu dengan tangannya langsung dan membolak-balikkan surat yang ada di genggaman tangannya.
“Mana mungkin saya berani membukanya, dan juga mereka sebenarnya ingin mengirimkan surat ini secara langsung. Namun, sayangnya ada banyak kecelakaan di pihak mereka. Sehingga membuat mereka kesulitan dalam mengirimkan surat ini, terutama saluran mereka sedang ditutup secara paksa agar menghindari musuh yang mengintai di wilayah sana.” Jelas John.
Membuat Luna yang mendengarnya cukup terkejut saat mengetahui bahwa saluran informasi yang biasanya mereka gunakan untuk menghubungi mereka terputus secara paksa. Yang artinya kecelakaan di wilayah sana cukup memakan banyak korban dibandingkan wilayah mereka.
“Nona?”
“A, ya. Terimakasih atas penjelasannya John, aku akan memeriksanya nanti dan juga dimana kau meletakkan tas yang kakaku lempar tadi?” Tanya Luna yang ingin pergi ke tempat kakaknya berada dan mengambil barang yang merupakan tujuan utamanya ke sini.
“Ah, tas tuan muda saya letakkan di kamar nona muda. Karena tuan muda saat ini masih belum memiliki ruangnya sendiri dan tuan biasanya sering tinggal di barak jadi saya lupa meminta mereka untuk membuat ruangan khusus milik tuan muda.” Ucap John yang tidak ingin memberi tau nona muda dengan jelas bahwa ruangan milik kakaknya kini digunakan untuk makanan ringan milik kedua anak kecil itu.
Luna yang mendengar penjelasan kepala pelayan dengan cepat menganggukkan kepalanya dan pergi menuju ruangan miliknya. Dengan langkah kaki yang berhenti seketika.
“Dimana letak ruanganku berada?”
“Ah, tinggal lurus dan belok ke arah kanan, nona akan menemukan sebuah lorong panjang yang dibuat dari deretan amunisi kosong di sana ruangan milik nona berada.” Jelas John yang telah mengingat semua tempat yang ada di wilayah ini.
Membuat Luna yang mendengarnya tersenyum dan pergi menuju arah yang ditunjukkan oleh kepala pelayan. Tanpa mengetahui bahwa kepala pelayan yang ada di belakangnya kini telah menghembuskan nafas lega.
Terutama saat merasakan ruang lingkupnya kini leluasa. “Hah, masih seperti biasanya aura nona muda memang paling mengerikan daripada aura milik orang lain.” Gumam John kecil.
🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~
__ADS_1