My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 40 : Tetesan darah


__ADS_3

"Mari kita mulai" smirk Luna sambil memegang kedua pistol miliknya dengan semua bawahannya yang sudah mengeluarkan senjata masing-masing.


Api yang berkobar menutupi tubuh Klan Luna membuat dirinya lebih mudah untuk melakukan aksi. Bila sang merah berkobar semangat membakar semua yang ada maka semangat ke-enam orang yang siap membuat para musuhnya gugur dan jatuh ke tanah kotor di dekatnya. Cukup mudah untuk menyalakan api di saat anggota perempuan yang ikut bersama Luna meneteskan cairan minyak bakar di setiap langkah kaki saat ke dalam dan di saat mereka terkepung maka akan lebih mudah lagi karena cukup satu korek api yang dijatuhkan ke lantai yang sudah dilumuri dengan minyak dan membuat mereka dilindungi oleh api.


Bila di tempat Luna mereka mendapatkan keuntungan dalam permainan ini berbanding terbalik dengan tim lawan yang menembakkan semua isi peluru tidak menentu karena jarak pandang yang berkurang dan jangan lupakan asap dari api yang cukup membuat sesak.


Dor** Dor** Dor**


Suara tembakan menggema di ruangan sana di saat semua anggota Dolph sedang menembak dan mempastikan bahwa mereka akan membunuh ketua dari klan ular tapi sayang tembakan mereka melesat dan malah mengenai teman mereka sendiri.


"Ahh"


"uhuk" seorang laki-laki yang sudah mengeluarkan darah dari mulutnya di saat sebuah peluru menancap tempat di are jantungnya. Suara siksaan bertambah keras di saat suara peluru dari tembakan shotgun terdengar di ruangan itu dan tawa menggema yang membuat seseorang yang berada di sana merasakan takut dan merinding.


"Hahaha" tawa dari anggota milik Luna saat menembakan setiap peluru dari shotgun miliknya. Suara tembakan beruntun selalu terdengar di dalam ruangan gudang kosong hingga semua teriakan kematian terdengar di setiap telinga mereka dan saat itu jugalah api yang menyelimuti mereka mulai lenyap dan menghilang.


Banyak peluru berjatuhan di area lantai dan banyak juga orang yang berjatuhan menemani peluru itu. Dolph Laki-laki yang berani menantang Luna ketakutan dan gemetar sambil terduduk lemas saat matanya sudah bisa melihat jernih semua orang yang dia bawa mati mengenaskan dan ada pula yang menangis ketakutan.


Langkah kaki Luna berjalan mendekat ke arah Dolph dan menjatuhkan kedua pistol merek Glock Meyer 22 yang isi pelurunya sudah habis dan malah mengambil belati yang selalu tersimpan di pahanya.

__ADS_1


"Ja..Jangan mendekat" takut Dolph Dan memundurkan tubuhnya sampai ke dinding. Tawa dingin lepas dari mulut Luna di saat musuh nya yang tadinya percaya diri seperti beruang malah meringkuk ketakutan seperti kucing.


"Haha baiklah aku tidak akan mendekat padamu dulu tapi bagaimana dengan anak buah mu yang satu ini dulu" tawa Luna dan berjalan ke arah samping Dolph di sana ada seorang anak buah yang mengeluarkan air matanya deras.


"Jangan ke sini tolong ampuni saya" Lantang pemuda itu sambil menutup matanya. Luna menundukkan tubuhnya dan menyamakan tingginya dengan laki-laki yang sedang duduk itu dan menatap matanya tajam. Mata pemuda itu terlihat bergetar dan terlihat bahwa di dalam sana hanya ada ketakutan saat melihat muka Luna.


"Ampuni apa kau bercanda?" tanya Luna dan mencengkram erat rambut laki-laki muda ke arah belakang yang membuat laki-laki itu terlihat jelas wajah bahkan leher bewarna kuning sawo.


"Mohon... maaf nona tolong ampuni saja saya hiks hiks saya ahhhhhh!" teriak laki-laki itu saat merasakan lehernya mulai teriris tipis.



"Apa kau ingin aku membiarkanmu hidup?" tanya Luna sambil tersenyum manis.


"Iya.. nona saya akan melakukan apapun dan saya aku bersumpah untuk setia dengan nona" jawab cepat laki-laki itu tapi sayang ajal sudah langsung menyambutnya di saat Luna menggores keras di leher milik laki-laki itu dan membuat kepala dan lehernya hampir terpisah.


"Tapi sayang kesetiaan mu hanya omong kosong" Smirk Luna yang sudah disambut oleh cipratan darah. Di dekat Luna tubuh laki-laki itu sudah mengeluarkan darah dari leher maupun mulutnya. Bila di area hutan hanya ada tetesan embun maka di area hutan di dekat milik Luna hanya ada tetesan darah. Dolph yang melihat hal mengerikan yang dilakukan Luna langsung berteriak ketakutan.


"Ahhhhhh" teriak Dolph dan langsung menutup telinganya. Luna yang mendengarnya tersenyum dan mengeraskan suaranya sedikit agar Dolph bisa mendengar setiap darah yang mulai keluar di korban dari keganasannya.

__ADS_1


"Dolph lihat ini bukannya kau ingin tangan ku menyentuhmu maka aku akan memotong tangan laki-laki" ucap Luna dan memotong tangan laki-laki yang sudah mati. Tubuh Dolph bergetar ketakutan di saat Luna melemparkan santai jari telunjuk milik bawahnya di dekat tempatnya.


"Bukannya ini seru Dolph Apa kau ingin aku menyentuhmu dengan 10 hari maka aku akan memberikan jari temanmu ini" Tawa Luna keras dan memotong satu persatu jari-jari tangan dan mengabaikan setiap darah yang sudah menetes maupun mengalir deras. Dolph yang melihat secara langsung cara mutilasi orang membuat tubuhnya bergetar ketakutan dan menggelengkan kepalanya pelan. Dia kira ketua mafia dari klan Ular adalah perempuan anggun dan cantik yang merupakan malaikat klan mereka dan diwajibkan untuk menjaganya.


Tetapi semua pemahamannya salah saat melihat perempuan cantik dengan rambut panjangnya malah bermain-main dengan nyawa bahkan secara langsung memotong jari-jari seseorang dengan santainya. 'Bukan ini yang aku harapkan.. aku harus kabur' pikir Dolph sambil merangkak pelan sedikit demi sedikit dan..


Dorr*


Suara peluru ditembakkan dan tepat mengenai paha milik Dolph. Suara minta maaf terdengar dari telinganya di saat bawahan milik Luna meminta maaf.


"Sepertinya aku salah sasaran ketua, maafkan saya" ucap bawahan Luna yang perempuan sambil melepas pelatuk ke atas atap dan mengisinya lagi dengan peluru. Luna menganguk memaafkan dan berjalan mendekati Dolph yang berani menginginkan dirinya untuk memuaskan nafsu dan berani kabur dari taruhannya sendiri. Jika game sudah dimulai maka game ini tidak akan pernah berakhir sebelum salah satu dari lawan game over karena di game ini tidak ada ucapan replay dan memulainya dari awal.


"Dolph bukankah aku jalangmu" ucap Luna dan berjalan mendekat satu demi satu langkah. Matanya yang dingin dan tajam mengeluarkan sebuah cahaya membara cahaya yang biasanya menginginkan sebuah kalimat keterangan dan sercecah harapan malah terganti oleh kegelapan dan rasa haus darah yang tinggi.


"Bukan kamu bukan jalangku!" teriak Dolph yang malah membuat langkah kaki milik Luna lebih panjang.


"Kalau begitu mari kita mulai hukuman milikmu, D-O-L-P-H" eja Luna di akhir kalimatnya dan melemparkan pisaunya tepat di dekat area milik Dolph.


__ADS_1


🔫300 like langsung update hari itu juga jadi jangan lupa like dan komen.


__ADS_2