My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 32 : Pelatihan


__ADS_3

"Siap Ketua!" jawaban itu terdengar jelas dan lantang. Luna melangkahkan kakinya mendekat ke orang orang yang sudah berbaris matanya menatap salah satu anggota yang ada di sana. Tubuh lelaki itu tegap tetapi matanya menyiratkan ketakutan. Tangan Luna mengambil pisau belati miliknya dan mengarahkan kepada lelaki yang ada dihadapannya.


"Sudah ku katakan jangan bermain-main" bisik Luna dan mendekatkan pisau belati miliknya.


"Ka...kami tidak bermain-main ke.. ketua" jawab gugup lelaki itu.


"Jawab dengan tegas dan lantang!" Tegas Luna.


"Tidak akan lagi ketua!" lantang lelaki itu.


"Edwin kesini!" teriak Luna. Lelaki yang menggunakan baju sama dengan Luna berlari cepat menuju atasannya itu.


"Apa yang kau makan hari ini?" tanya Luna dingin.


"Seperti biasa, senior" jawab Edwin tegas.


"Mau tambah darah manusia?" tawar Luna.


"Siap tidak" jawab Edwin.


"Kalian sudah baca peraturan nya bukan!" lantang Luna sambil menatap semua anggota yang ada di sana.


"Siap Sudah" jawab mereka bersamaan.


"Kalau begitu kenapa bercanda mau ku kasih senyuman?" tanya Luna.


"Siap Tidak!" lantang semuanya. Bila orang berpikir senyuman Luna adalah anugrah untuk yang mendapatkannya jawabnya tidak untuk anggota di mafia. Siapa yang tidak tau dengan Luna Nypole, perempuan bengis tanpa henti yang merupakan anak dari mantan ketuanya dulu Henry Nypole.


Perempuan yang melatih setiap anggota mafia klan Ular secara khusus dan tentu saja sadis. Bila senyuman adalah anugrah maka senyuman adalah kematian bagi anggota mafia yang berdiri di sana. Bagaimana tidak setiap ketuanya tersenyum dipastikan hari itu akan ada korban yang nyawanya siap melayang pergi ke alam baka.

__ADS_1


Perempuan tangguh dan kuat yang tidak terlalu berbeda dengan ayahnya itu. Jika Henry membunuh anggota nya dengan penilaian maka tidak untuk Luna yang membiarkan dan tidak peduli nyawa siapa yang akan dilayangkan nya. Matanya yang tajam dan Indra penciuman yang kuat membuat dirinya dengan mudah menembak maupun menebak musuh. Naluri pembunuh yang sangat kental saja sudah bisa dirasakan saat kalian didekat perempuan bernama Luna Nypole. Cukup satu kata yang merupakan julukannya yaitu Iblis atau Devil.


"ini Daftar latihan yang baru" ucap Luna menyerahkan ke Edwin yang merupakan tangan kanannya bila dirinya tidak ada di tempat pelatihan


"Semua Lepas baju dan masuk ke dalam kolam berenang!" Lanjut Luna tegas.


"Yang perempuan akan dipimpin Edwin dan pastikan niatnya cari darah bukan cari perasaan!" tekan Luna di akhir kalimatnya


"Siap Ketua!" lantang anggota perempuan yang hanya ada 5 orang itu. Bukan masalah jumlah tetapi masalah mampu atau tidaknya perempuan itu ikut ke dalam dunia kotor seperti mafia. Semua laki-laki yang ada di sana melepas baju mereka dan menyisakan celana hitam latihan mereka. Secara bergantian mereka masuk ke dalam kolam air yang memiliki suhu dingin. Apalagi masih jam 5 pagi dan tentu saja sudah memasuki musim dingin yang pasti membuat air di sana hampir beku.


"Yang keluar satu sayatan siap menanti!" tegas Luna dan mengambil papan yang sudah ada daftar daftar dan jangan lupakan penilaian fisik setiap orang.


"Siap Ketua!" jawab mereka lantang. Semua orang yang di sana berdiri berbaris di dalam air.


"Seperti biasa Prittt" peluit pertama dibunyikan semua kepala masuk ke dalam air menahan nafas selama tiga puluh detik dan...


Priiittt*



Priiittt ** Priiittt***


Dua kali bunyi peluit dibunyikan artinya mereka harus berhenti melakukan latihan tadi. 30 menit mereka melakukannya engga apa yang mereka rasakan dan yang ditimbulkan semuanya akan dinilai oleh Luna saat nama mereka dipanggil secara satu persatu dari kolam air.


" Sepertinya tubuhmu kuat, lanjut" dingin Luna kepada peserta berikutnya. Luna akan menilai karakteristik tubuh karena dunia kotor penuh dengan trik dan pastinya kita bisa diserang di dalam keadaan apapun yang mewajibkan tubuh Anggota klan ular halus licin saat beraksi dan pastinya tidak ada cacat yaitu keterhambatan. Tidak terasa sudah setengah dari peserta yang dirinya periksa dan menyisakan setengah lagi.


"Apa kau mau mati?" tanya Luna dingin.


"Tidak ketua!" jawab Lelaki itu. Penampilannya sungguh mengenaskan bagi Luna bibirnya sudah mulai membiru karena kedinginan.

__ADS_1


"Aku tidak butuh orang lemah kau tau" sindir Luna.


"Maaf Ketua"


"Bawa dia ke ruang penghangat dan pastikan dirinya lari 100× putaran di lapangan" tukas Luna dingin yang langsung di angguki oleh anggota yang lain.


"Ada yang ingin bercanda lagi?" tanya Luna yang langsung digeleng tegas oleh semua orang di sana.


"Bagus, selanjutnya" ucap Luna dingin. Bukan salah Luna yang terlalu kejam maupun sadis tapi dunia yang kejam membuat kita harus bertahan di lingkungan ekstrim bahkan jika kau mati pun belum tentu ada orang yang akan mengubur kan mu, karena tidak ada yang tau apa isi hati manusia yang sering berubah-ubah.


Edwin yang melihatnya hanya bisa bersyukur karena Seniornya itu tidak memberatkan hukumannya karena bila itu adalah mantan Ketua yaitu Mr. Henry hukumannya mungkin meminum racun agar tubuh bisa kebal dengan obat racun lebih mengerikan bukan? Jika Mr.Henry hukumannya saja itu apalagi anaknya yang biasanya menyayat kulit anggota nya tipis tapi tentu saja menyakitkan.


'Untuk saja satu anggota selamat cuma lari 100× bukan sayat kulit' pikir Edwin lalu fokus kepada kegiatannya untuk melatih anggota perempuan yang beranggotakan 5 orang itu. Jika kalian bertanya buat apa minum racun tentu saja bukan untuk mati saja sesuatu yang beracun bisa membuatmu kebal dari segala racun asalkan kamu memberikan komposisi yang tepat dan seimbang.Karena yang berlebihan itu sangat tidak baik untuk kesehatan.


🔫


Luna melanjutkan latihan anggota yang lumayan banyak itu. Dari yang air menjadi darat yaitu menembak. Seperti biasanya Luna akan membagi kelompok menjadi 3 bagian kelompok senjata pisau belati, Senjata pistol dan kelompok senjata bom. Seperti roda yang berputar semua kelompok akan melatih dirinya dengan 3 jenis senjata itu yang pastinya dibutuhkan saat pertandingan. Apalagi Dalama senjata bom, merakitnya adalah hal yang membuat otakmu sulit.


Lebih baik Cerdas daripada pintar , karena pintar belum tentu cerdas tetapi cerdas sudah pasti pintar walau di hal yang berbeda.


"Jangan Sampai salah merakit dan salah target!" tegas Luna


"Siap Ketua" jawab mereka lantang. Luna berjalan melihat orang-orang yang dirinya bawa ke pertandingan khusus itu.


'Bukan aku yang memaksa kalian untuk kuat tapi kalian yang sudah terlanjur masuk yang membuat diriku hanya bisa melatih kalian untuk menjadi yang lebih kuat dalam menghadapi masalah apapun' batin Luna sambil melihat semangat, Kegigihan dan ketelitian dari setiap anggota klannya.


'Jangan pernah menyerah apapun yang terjadi ' gumam Luna.


__ADS_1


🔫 Bab selanjutnya menceritakan kisah Leon dan tentu saja Spoiler Leon dan Luna akan bertemu di pertandingan m


__ADS_2