My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 137 : Keterkejutan Para Tetua (1)


__ADS_3

Ke esokan harinya, di rumah besar berwarna putih keemasan. Seorang laki-laki sedang duduk di atas meja makan bersama para tetua yang ada. Dengan aura dingin dan juga berwibawa, meja makan itu sangat hening.


Hanya ada suara garpu dan sendok saling bergesekan dengan piring. Hingga salah satu dari mereka mulai mengangkat suara. Membuat meja makan yang tenang itu semakin sunyi dan sunyi.


"Ada yang ingin ku katakan pada kalian semua" ucap Leon mengangkat suaranya tegas.


"Apa yang ingin kau bicarakan Leon?" tanya Levi mengehentikan gerakan memotong makanannya.


"Apa kau ingin membicarakan tentang ibumu, Leon?" tambah kakek Leon, Leonhard.


"Aku tidak ingin membicarkan tentang ibuku, yang ingin ku bicarakan itu tentang cicitmu" jelas Leon dingin. Membuat meja makan yang tadinya tenang berubah menjadi penuh keterkejutan.


Suara pisau dan garpu yang bergesekan dengan piring berdenting dengan keras. Air putih yang dituangkan ke dalam gelass tumpah di lantai marmer. Bahkan mulut yang tadinya ingin memakan potongan daging perlahan-lahan terbuka tak wajar.


Suara Leon cukup tenang dan juga dingin, tapi suara itu membuat orang-orang yang ada di sekitarnya terkejut bahkan tak sanggup untuk bergerak lagi. Menghentikan semua gerakan mereka dan menatap laki-laki yang sedang duduk di posisi paling kanan meja makan.


Mata orang-orang yang ada tidak bisa berhenti menatap laki-laki itu. Terutama saat suaranya mengatakan sepasang cicit bukan pacar. Membuat orang-orang yang ada di sana menelan saliva mereka pelan.


Hingga salah satu dari mereka mulai mengangkat suaranya pelan. Dengan penuh kegugupan, suhu ruanga yang tadinya memanas berubah menjadi mendingin dan seemakin menipis.


"Tunggu Leon, apa kamu tadi mengatakan pasal cicit bukan pasal calon menantu?" tanya nenek Leon, Scarlla.


"Apa aku harus mengulanginya lagi?" dingin Leon yang membuat ruangan itu semakin mendingin.


"Tunggu kak, apa kau tadi mengatakan cicit? apa artinya saat ini aku memiliki keponakan?" ucap sepupu perempuan Leon, Charllote.


Ia sama sekali tidak mempedulikan situasi saat ini. Terutama saat mendengar bahwa sepupu laki-lakinya saat ini memiliki anak. Cukup membuat dirinya terkejut seketika dan tidak sengaja menjatuhkan pisau dan juga garpunya secara bersamaan.


"Ya"


"Apa kamu sedang bercanda dengan keluargamu, Leon?!" tekan Levi sambil menatap anak laki-lakinya kesal.


"Aku tidak bercanda dan mereka saat ini sedang berumur kurang lebih 8 tahun" jelas Leon tegas membuat suara muncratan air kembali terdengar di sela-sela mereka.


"Puff, uhuk-uhuh. Maaf kak bisakah kau tidak bercanda denganku? aku baru saja meminum airku dan kau bilang mereka berumur kurang lebih 8 tahun? bisakah kau sabar dulu?" ucap Charllose, sepupu laki-lakinya Leon.


Mengambil tisu yang ada di atas meja lalu membersihkan air yanng berantakan. Menuangkan air putihnya kembali lalu meminumnya pelan. Dengan sekali tarikan nafas lega, Charllose menatap mata biru kakak laki-lakinya.


"Baiklah mari kita mulai bicara lagi, akuk sudah siap mendengar kejutan dari kakak sepupuku" jelas Charllose yang sudah siap dengan kejutan dari kakak sepupunya.


Orang-orang yang melihatnya hanya bisa memutar bola mata mereka pelan. Menatap ke arah Leon kembali lalu bertanya satu persatu. Mereka semua seakan-akan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Leon kepada mereka.

__ADS_1



Hingga membuat ruangan yang seharusnya digunakan sebagai ruang makan berubah menjadi ruang perundingan. Dimana atmosfer yang ada di meja makan itu berubah seiring pertanyaan yang diajukan setiap orang kepadanya.


"Apa yang kamu katakan tadi itu benar, Leon?" tanya Leonhard dingin.


"Ya, itu benar" singkat Leon yang membuat orang-orang yang ada di sampingnya saling bertatapan dan saling mengangguk singkat.


"Kalau begitu apa yang kamu katakan tadi juga benar?" tanya Scarlla.


"Kalau tentang umur mereka juga benar" jelas Leon yang membuat Scarlla memegang kursinya sekuat tenaga lalu menatap ke arah cucunya yang lain.


"Charllose, tolong tuangkan air putih untuk nenek" minta Scarlla yang mencoba menahan kesadaran miliknya.


Charllose yang mendengar permintaan neneknya dengan cepat menuangkan air putih ke dalam gelas kaca. Memberikan gelas yang berisi air putih itu dan membiarkan neneknya meminum air putih itu.


'Astaga, apa ini benar-benar kakak sepupuku yang biasanya dikabarkan tidak dekat wanita?' pikir Charllose penuh keterkejutan.


Charllote yang melihat tingkah laku neneknya hanya bisa bergindik ketakutan. Apalagi saat mendengar bahwa kakak sepupunya saat ini memiliki anak, yang cukup membuatnya tergangga.


'Nenek yang mendengarnya saja sampai bergetar apalagi saat mengetahui fakta kedepannya, arghhh ini benar-benar menakutkan' ucap Charllote sambil menggosok kedua tangannya tidak nyaman.


"Jangan katakan pada ayah bahwa ibu dari anakmu adalah Lina Luxury?" tekan Levi yang mencoba menahan amarahnya di bawah meja.


Apalagi saat mengetahui bahwa anak tuan muda mereka merupakan anak dari calon menantu yang sangat mereka tidak suka. Sudah dipastikan bahwa mansion tua ini akan dipenuhi dengan mayat yang terkena serangan jantung.


'Tuan muda, saya harap anda benar-benar menyangkal perkataan ayah anda' pikir kepala pelayan yang menjaga tata tertib pelayan yang ada.


"Tunggu paman itu tidak mung-"


"Apa ayah pikir aku memiliki anak dengan wanita itu? Heh, sepertinya ayah sedang bermimpi atau sedang dirasuki oleh mahluk halus" dengus Leon dingin.


Membuat orang-orang yang ada di ruang makan itu menghela nafas lega. Kembali ke posisi mereka masing-masing dan tidak lama kemudian membeku lagi. Saat mendengar tuan muda mereka mengatakan hal yang tidak terduga.


"Tapi kedua anak itu merupakan anakku dan juga anak dari kekasihku, Luna" lanjut Leon yang membuat gerakan di ruangan itu berhenti seketika.


"Uhuk-uhuk, nafasku-nafasku"


"Nenek!"


"Ibu!"

__ADS_1


"Nyonya besar!"


Panggil mereka bersamaan saat mendengar keluhan dari nenek besar mereka. Dimana keterkejutan yang diberikan oleh Leon tidak pernah habis-habisnya. Hingga membuat Scarlla yang sudah tua semakin terkejut karenanya.


"Nenek, apa nenek baik-baik saja?" tanya Charllose khawatir.


Scarlla yang melihat kebaikan orang-orang yang ada dengan cepat mengatur nafasnya perlahan. Memejamkan matanya lalu membeku matanya kembali. Menepuk bahu cucu laki-lakinya lalu tersenyum lembut.


"Tenang saja nenek baik-baik sa-"


"Kedua anak? berarti kakak punya dua anak yang saat ini berumur 8 tahun?!" ucap Charllote lantang dan penuh kegembiraan.


Membuat Scarlla yang sudah tenang kembali terkejut dan pingsan di meja makan. Menjadikan meja makan yang tadinya stabil menjadi penuh kekacauan.


"Nenek!"


"Ibu!"


"Cepat bawa nyonya besar ke kamarnya" ucap kepala pelayan bersamaan dengan panggilan orang-orang yang ada di sekitanya.


Sedangkan Charllote yanng tidak tahu mengapa hanya bisa tersenyum polos. Menatap orang-orang yang ada dan menarik pakaian saudara laki-lakinya, Charllose.


"Apa yang terjadi? apa aku mengatakan hal yang salah Charl?" tanya Charllote yang tidak peka dengan keadaan yang ada. Membuat Charllose yang mellihatnya hanya bisa menghela nafas pasrah dan menutup matanya dengan tangan kanan yang ada.


'Hah, bagaimana bisa aku memiliki saudari sebodoh ini?' pikir Charllose pasrah.


Charlotte yang tidak tahu mengapa hanya bisa memanggil nama saudaranya saja. Tanpa mempedulikan orang-orang yang penuh dengan kekhawatiran ataupun keseriusan..


"Charl, jawab aku" panggil Charllote kesal.


Sedangkan Leon yang membawa kabar keterkejutan saat ini sedang meminum winenya dengan santai. Sampai suara dari kakeknya menghampirinya. Membuat Leon yang tadinya duduk di meja makan mendongak dan menatap laki-laki tua itu.


"Leon, mari kita bicara" ucap Leonhard sambil memegang tongkat kayu miliknya.


"Baiklah" jawab Leon yang meletakkan gelas wine miliknya dan mengikuti ke arah kakeknya berjalan.



🔫 Jangan lupa diingat ya silsilah keluarga Martin, kali aja kecantol satu iyakanಥ‿ಥ. Dan juga jangan lupa support saya dengan Like, Comment dan juuga Tip.


TERIMAKASIH buat Kak 🌝🌜_moon_🌛🌝 yang sudah memberikan Tip untuk karya ini.

__ADS_1


🔫Sekian terimakasih, Sayonara~


__ADS_2