
Mobil bewarna hitam itu berhenti tepat di depan sebuah apartemen. Apartemen dengan warna putih dan hitam terlihat menawan. Luna yang tangannya sedang diikat hanya bisa berserah diri dan membiarkan Leon menggendongnya masuk ke dalam Apartemen tersebut.
Sebuah apartemen berukuran sedang namun memiliki banyak makna di hidupnya. Luna mengetahui tempat yang ia sedang dyaangu bersama Leon saat ini, ini adalah apartemen miliknya bersama Leon saat mereka masih bekerja sebagian atasan dan sekretaris.
Kehidupan manis nan romantis terjalin di ruangan berukuran sederhana itu. Setiap hal yang mereka lakukan selalu ada di apartemen tersebut. Tetapi semuanya berubah saat kesalah pahaman terjadi dan membuat hatinya tersakiti. Kehidupan yang dulunya bewarna menjadi hitam dan putih saja. Menjadikan kehidupan Luna yang berjiwa biasa saja.
"Apa yang kau inginkan dariku, tuan Leon?" tanya Luna dingin saat dirinya di dudukan di sebuah sofa yang pernah dia duduki dulu.
Bahkan dari sini saja Luna masih mencium aroma seperti dulu. Tata letak yang tidak ada perubahan bahkan susunan kecil yang dia atur masih tertata rapi di rak-rak lemari.
'kau tidak mungkin memintaku untuk tinggal di sini dan mengingat hal-hal yang menyedihkan itu?' pikir Luna.
"Kenapa kamu tidak mengatakan kebenaranya?" tanya Leon to the point.
"Kebenaran apa maksudmu?" tanya Luna balik.
"Jangan tanya balik aku, Luna! kau tau, a..aku mencarimu kemana-mana tetapi aku tidak menemukan mu! aku..."
"Lalu jika kamu bertemu denganku kamu ingin apa? bukankah kamu sudah buta akan kebenaran?" potong Luna sambil menyindir Leon.
Dirinya tidak perlu menutupi semua yang dia sembunyikan kecuali perasaan nya. Jika memang kebenaran tentang dirinya terungkap itu bukan hal yang mengancam baginya. Malah sebaliknya, dirinya akan mendapatkan keuntungan dari orang-orang dulu.
"aku..."
"Lepaskan ikatannya" perintah Luna dingin membuat Leon yang tadinya dingin dan tegas menjadi anak anjing. Melepaskan ikatan yang ada di tangan Luna dan menunduk lemah.
__ADS_1
"Baik, terimakasih" dingin Luna yang ingin pergi tapi sebuah tangan besar memeluknya erat.
Bau mint yang dulu sangat dia sukai kini berada di dekatnya. Tetapi kenapa hatinya tidak bisa melunak bahkan saat laki-laki ini bersama dengan dirinya. Luna mengetahui bahwa Leon mungkin sudah menyesal tetapi ia tidak bisa menerimanya lagi. Hatinya sudah tidak memiliki perasaan bahkan saat ini perasaan itu sudah mati.
"Luna, aku..."
"Apakah ini benar-benar tuan Leonex Martin? bukannya laki-laki itu memiliki sikap dingin dan tegas?" sindir Luna yang mengabaikan rasa hangat yang diberikan oleh Leon kepadanya.
"Aku tidak bisa" ucap Leon pelan.
"Tidak bisa untuk melukaiku kah?" jelas Luna dengan nada sindiran dan tubuhnya diputar dengan cepat. Menghadapi ke arah Leon dan membiarkan laki-laki itu memeluknya kembali.
"aku tidak bisa melukaimu bahkan aku juga tidak bisa mengeluarkan suara dingin. Saat mengetahui bahwa itu kamu, Lun" ucap Leon gugup.
Luna bisa merasakan bahu laki-laki yang dulunya kokoh berubah menjadi lemah dihadapannya. Laki-laki yang menunjukkan semua wibawa dingin dan angkuh itu kini menjadi lemah sepeti anak-anak. Membuat Luna hanya bisa terdiam dan tidak merespon semua kesedihan yang ditunjukkan oleh Leon kepadanya.
Hidupnya yang sekarang hanya memiliki arti untuk membalaskan dendam dan melindungi kedua anaknya yang selalu sebar menghadapi sikap dinginnya. Dia tidak memperlukan seorang laki-laki lagi.
"Tidak ada gunanya kau memanggil nama yang akrab itu tuan Leon" tukas Luna yang membuat tubuh bergetar itu menjadi terdiam. Meregangkan pelukannya dan menatap Luna sedih. Semarah-marahnya Leon kepada Luna yang mencoba menyembunyikan identitas aslinya. Tetap saja rasa sedih dan penyesalan nya lebih banyak dari rasa marah. Sehingga meredamkan semua rasa amarahnya dengan rasa penyesalan yang dalam.
"Walaupun tidak ada gunanya dan walaupun kau berubah aku akan tetap mencintaimu dan a...aku menyesali semua perbuatanku" jelas Leon gugup.
"Untuk penyesalan mu kamu tidak perlu lagi menyesal karena itu memuakkan bagiku dan untuk kalimat cintamu, hapus dari semua ingatanmu itu" ucap Luna dingin.
__ADS_1
"Aku memaafkanmu Leon, tapi sayangnya perasaan ini tidak ada gunanya lagi" lanjut Luna yang memundurkan langkahnya.
"Lun..." panggil Leon.
"Andai saja ini pendaftaran yang merupakan awal mungkin aku akan membalas semua rasa sedihmu tapi ini adalah penyesalan yang datang di akhir dan jelas tidak mungkin untukku membalas semua kesedihan ataupun rasa cinta yang kau harapkan" jelas Luna.
"Lun, aku tau aku bersalah tapi apa kau tidak ingin kembali?" tanya Leon yang langsung dijawab dengan gelengan kepala Luna.
"Tidak ada yang harus kembali tuan Leon, mau itu hubungan atau perasaan yang masih terpendam di benakmu" jawab Luna.
"Tapi aku tidak bisa, bahkan sedetikpun aku tidak bisa melupakanmu kau tau? kenapa kamu ingin aku melupakan di saat aku sudah menemukan keberadaan mu?" tanya Leon yang tidak ingin dirinya kehilangan Luna lagi. Sudah cukup rasa penyesalan bertahun-tahun ini, sudah cukup perasaan kesepian yang dia miliki. Leon ingin semuanya kembali, kembali menjadi semula dan hidup penuh dengan cinta dari orang yang dia cintai. Bukan kembali ke kehidupan nya yang dulu.
'Karena aku tidak ingin berurusan dengan mu Leon, apalagi dengan kondisi dendam ku yang sudah bertahap diselesaikan. Aku tidak ingin kau memasuki kehidupan ku' ucap Luna dalam hati.
"Maaf" ucap Luna dan pergi meninggalkan Leon secepatnya. Luna tidak bisa berada di apartemen ini lebih lama. Wajah sedih Leon bisa-bisa membangkitkan perasaan nya kembali nanti. Luna tidak perlu perasaan itu lagi, sehingga Luna harus pergi menjauh dari tempat ini secepatnya.
Sedangkan Leon yang melihat kepergian Luna mengambil telponnya dan menelpon bawahannya. Jika Luna tidak menginginkan nya maka Leon yang akan membuat Luna ingin dirinya. Leon tidak akan memaksa Luna secara langsung tetapi dia akan menggunakan cara halus.
"Ya, tuan Leon?" tanya orang di sebrang sana.
"Berikan aku informasi tentang Navin Nypole dan Laura Nypole malam ini" perintah Leon dingin.
"Baik tuan" ucap orang itu dan telpon dimatikan. Leon sudah berjanji kepada dirinya untuk meminta maaf dan mengembalikan apa yang seharusnya. Dan saat ini bila sang wanita tidak ingin dia berada di hidupnya, cukup ganggu kehidupan anaknya.
'Aku tidak akan membiarkan mu pergi Luna, hanya kau yang boleh melihat sikap lemahku dan hanya kau yang boleh menikah denganku' dingin Leon.
__ADS_1
🔫 Bab-bab berikut nya bakal penuh konflik karena kembalinya Lina Luxury dan Bab-bab berikut nya juga akan memperlihatkan sikap Leon yang dulunya hilang! Sampai jumpa di bab berikutnya dan maaf saya hanya bisa update 2 hari sekali! Sayonara~