
Kamera mulai dinyalakan dan siaran langsung sudah menyambut para masyarakat yang membuka website maupun akun milik mereka masing-masing. Dengan wajah yang di rias dengan cantik dan jangan lupakan baju warna putih miliknya.
"Hello everyone, kita akan menyiarkan secara langsung hadiah dari seseorang yang sangat-sangat menyayangiku" pamer Lina sambil menunjukkan hadiah yang ada di troli. Banyak tangkai mawar mengelilingi troli tersebut. Bahkan kotak berukuran besar itu dilapisi warna merah yang elegan nan mahal.
Sejumlah penonton menatap dan melihat siaran langsung yang terjadi dari balik layar handphone maupun laptop mereka. Siaran langsung itu masih terasa jelas dan jangan lupakan sikap Lina yang menunjukkan barang tersebut adalah barang mahal. Banyak komen sudah masuk ke dalam siaran langsung dan menilai maupun menebak isi hadiah tersebut.
"Seperti yang kalian lihat di sini aku akan unboxing Paket sebesar ini bersama My Daddy and My Mommy, say hello mom and dad" centil Lina kepada kedua orang tuanya. Melli dan Reno mengucapkan salam sapa kepada penonton yang menonton siaran langsung mereka.
"Tidak usah lama-lama sayang pasti banyak penonton yang ingin tau hadiah apa yang kamu dapatkan" tegur Melli yang membuat Lina menganguk setuju.
"Baiklah karena sepertinya banyak penonton yang menunggu aku membuka acara ini, ayo kita buka dan lihat bersama sayang!" semangat Lina dengan percaya dirinya. Hanya saja kebenarannya penonton yang menonton siaran langsung itu hanya ingin tau apa hadiah yang didapatkan oleh Lina yang katanya dari orang yang sangat menyayangi nya dan mereka menebak mungkin itu dari Leonex Martin calon menantu keluarga Lina.
Di sisi lain kumpulan orang sedang menonton dengan layar besar sambil memakan makanan ringan dan minuman ringannya. Itu adalah klan Ular tepatnya para mafia yang bergerak di dalam bayangan dan selicin ular. Kelompok itu sedang menghabiskan waktu istirahat dari latihan berat dengan menonton siaran langsung yang pastinya akan sangat seru saat melihat ekspresi dari keluarga Luxury.
"Mereka bukannya terlalu percaya diri ketua" ucap anggota laki-laki yang sedang meminum soda nya.
"Tidak apa-apa orang yang terllau menghayal terlalu tinggi ujung-ujungnya sakit kalau jatuh" dingin Luna yang senantiasa mengasah pisau belati nya dengan alat khusus. Semua anggota di saja tentunya sangat bersemangat apalagi orang yang akan dibuat terkejut adalah orang yang mencoba menantang mereka. Dengan Smirk yang kejam mata Luna tidak henti-hentinya melihat layar lebar dihadapannya apalagi saat ini pasti saudari kembarnya akan bermimpi indah nanti.
__ADS_1
'Lihat hadiah apa yang akan ku berikan padamu, Lina' Smirk Luna. Lina yang merasakan hawa dingin merasakan sedikit rasa merinding saat ingin membuka kota berukuran besar tersebut.
"Jangan takut Lina buka saja kotaknya" perintah Reno yang membuat Lina menggelengkan kepalanya membuang pikiran-pikiran negatifnya.
"Sorry Everyone aku sepertinya agak sedikit malu jadi lupa buka kotaknya jadi mari kita bukan hadiah yang pastinya bakal buat kalian iri" sombong Lina dengan wajah nya yang semangat.
Lina dibantu Melli menjauhkan beberapa tangkai bunga yang ada di atas kotak tersebut. Dengan perlahan-lahan Lina membuka penutup kotak miliknya. Dia terkejut dengan isinya saat dia melihat bukan barang yang dia dapatkan tapi malah sebuah bunga lagi bunga bewarna kuning yang dia tidak tau apa namanya dan tentunya dia tidak mempedulikan bunga tersebut karena hadiah yang sebenarnya ada di bawah bunga-bunga bewarna kuning yang mengambang.
"I'm sorry Everyone sepertinya banyak bunga yang diberikan kepadaku karena mungkin orang yang mencintai ku mengetahui bahwa aku cantik" puji Lina yang tetap dengan wajah yang senang. Berbanding terbalik dengan orang yang memegang kamera. Dirinya tidak fokus saat melihat isi kotak yang baru dibuka tuannya.
"Marigold, kematian" gumam Nadya.
"Nadya jangan bergoyang kameranya nanti yang di luar sana tidak bisa melihat dengan benar apa yang ku dapatkan" bentak Lina kepada pelayan yang sedang memegang kamera.
"ma..maaf nona tapi apa tidak bisa dibuka nanti saja" saran Nadya yang sedikit cemas dengan isi dibawah bunga marigold.
__ADS_1
"Apa kau ingin aku menghentikan acara jangan macam-macam kamu Nadya, dan kamu ambil kamera itu biarkan Nadya menjernihkan otaknya" sarkas Lina dan memerintah penjaga keamanan memegang kamera digital miliknya.
"maaf teman-teman atas ketidak nyamanan nya dan juga membuat kalian melihat aku emosi, maaf yaa" ucap Lina meminta maaf dengan semua penonton sambil mengeluarkan ekspresi polos nan lembut.
"Sayang sudah-sudah pasti mereka semua tau apa yang kamu rasakan, lebih baik kamu lihat hadiah apa yang kamu dapatkan" jelas Melli yang tidak sabar dengan isi di bawah bunga-bunga bewarna kuning.
"Lebih baik kamu bukan Lina banyak orang menunggu" timpal Reno.
"Baiklah kalau begitu aku akan memasukkan tanganku ke dalam kotak ini dan mengeluarkan hadiah yang ditunggu-tunggu kaliankan pastinya?" seru Lina. Tubuhnya di jongkok kan dan dia dengan cepat meniup tangannya agar bersin. Dengan elegan kedua tangan miliknya sudah dia masukkan ke dalam kotak berisi bunga marigold.
Tetapi sebuah ekspresi tidak meyakinkan keluar dari wajah milik Lina saat dia merasakan ada sesuatu hal yang dia dapatkan di tangannya dan seperti berbentuk cairan agak kental.
"Ada apa sayang?" bingung Melli saat melihat anaknya berekspresi aneh.
"Tidak apa-apa mommy cuma rasanya ada hal aneh aja" jawab Lina.
"Sini keluarkan tanganmu" ucap Reno dan menarik kedua tangan anaknya. Ekspresi terkejut muncul di wajah mereka semua saat melihat tangan putih yang dirawat dengan air susu itu diwarnai dengan warna merah hampir ke siku.
__ADS_1
"apa ini Lina?" tanya Reno terkejut saat melihat tangan anaknya.