My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 144 : Kenapa Harus Mereka?


__ADS_3

"Bagaimana uncle, apa foto itu bisa diperjelas?" tanya Navin yang ingin mengetahui wajah asli dari orang yang ada di dalam foto itu. Karena setau dirinya distrik kemiliteran pamannya memiliki teknolagi mutakhir tersebut.


"Tunggu sebentar lagi, maka hasil yang kalian inginkan akan uncle dapatkan" jelas Rangga yang melihat ketidaksabaran keponakan laki-lakinya saat ini. Terutama saat mengetahui bahwa kedua keponakannya yang lucu ingin datang ke distrik kemiliteran.


"Uncle apa foto itu benar-benar jenis foto P? aku pikir itu foto asli" ucap Laura yang merasakan bahwa foto itu sama sekali tidak terlihat palsu saat dipandang.


"Jika dilihat sekilas foto itu memang terlihat asli, tetapi jika kau teliti baik-baik kau akan melihat kepalsuannya. Walaupun hanya sedikit saja itu sudah cukup membuat foto itu masuk jenis foto palsu" jelas Rangga yang mengetahui bahwa banyak kasus seperti ini di distriknya dulu.


"Ehh seperti itu ternya-"


"Pak, hasilnya sudah keluar" teriak salah satu bawahan yang menggunakan pakaian kamuflase miliknya saat ini.


Dimana salah satu tangannya memegang sebuah file yang telah berhasil mereka scan dan periksa dengan teknologi mereka.


"Ini dia hasilnya pak-"


"Berikan kepadaku" sela Navin yang dengan cepat mengambil foto yang ada di tangan anak buah pamannya itu. Membuka file yang ada dengan pisau belati di dekatnya lalu melihat foto yang sudah diperbaiki itu.


Dengan mata biru tua yang tajam, tangan kecil itu menggengam foto yang sudah diperbaiki dengan erat. Seakan-akan tidak mempercayai bahwa firasat buruknya benar saat ini.


Terutama saat melihat salah sau foto yang ia kenali di sana. Walaupun foto itu terlihat kusam dan tua,itu tidak akan membuat navin melupakkan orang tersebut.


"Kak, ada apa? apa kau baik-baik saja?" tanya Laura yang merasakan keanehan saat melihat ekspresi tidak biasa dari kakaknya saat ini.


"Kak?"


"Laura kita harus kembali saat ini" sela Navin sambil meremas gambar-gambar itu. Dirinya tidak ingin memperlihatkan foto orang-orang itu kepada adiknya secara langsung. KArena ia mengetahui bahwa emosi milik adiknya melebihi dirinya sendiri.


Dimana adiknya ssaat ini masih tidak bisa mengontrol emosi yang ada pada dirinya sendiri.


"Memang aada apa kak?" bingung Laura yan mencoba melihat ke arah foto yang sudah diremas oleh kakaknya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kalau begitu kami kembali dulu uncle" pamit Navin yang ingin membahas masalah ini dengan adiknya saja di dalam mobil.


"Uncle akan minta anak buah uncle untuk mengirim kalian berdua ke mansion" ucap Rangga yan menyadari bahwa masalah ini mendesak mereka.


"Baiklah, terimakasih uncle" ucap Navin sambil mengikuti salah satu bawahan pamannya.


Meninggalkan distrik militer itu dan membiarkan pamannya menjalankan tugasnya kembali. Tanpa mengetahu bahwa sejak keanehan itu terjadi Rangga sudah menyiapkan semua hal yang ada.


"Kirimkan hasil yang kalian dapatkan ke ruangan pribadiki" tekan Rangga yang membuat bawahan dengan seragam kamuflase itu mengatur posisi tegasnya dan menjalankan tugas yang diberikan oleh ketua kepadanya.


Mencetak hasil gambar itu kembali lalu memberikannya gambar itu ke atasannya. Dengan mata kecoklatan, Rangga menatap foto itu dengan cermat. Mencoba mengingat orang yang ada di foto itu lalu mengertakkan giginya.


"Ini..."


"Ini adalah foto pemuda itu bukan?" ucap spontan Laura yang tidak tau bahwa pamannya juga memiliki tanggapan sama dengannya di sana.


"Kau benar"


"Itu mungkin saja"


"Tapi, bukankah seharsunya mereka sudah menyerah?" ucap Laura yang merasakan keterkejutan tanpa batas. Saat mengetahui bahwa salah satu musuh mereka memiliki kedekatan dengan mereka.


"Aku tidak tau juga, tetapi hanya satu orang yang bisa memberitau kita apa yang terjadi dengan pengkhianat ini" jelas Navin sambil mengeluarkan aura dingin miliknya.



Dimana orang yang ada di dalam foto itu bukan hanya dekat dengan mereka namun memiliki kemampuan penipu yang luar biasa. Sehingga menjadikannya salah satu buronan di klan mereka.


"Seharusnya saat itu kita biarkan mom membunuhnya saja" kesal Laura yang tidak bisa menahan amarahnya, saat mengetahui bahwa musuh barunya bersangkutan dengan pengkhianat di klan mereka saat ini.


"Tidak perlu membuang-buang perasaanmu Laura, lebih baik kita membuat sesuatu hal yang bisa membantu mom di masa depan" tegur Navin yang memiliki saran lebih baik.

__ADS_1


"Apa kakak ingin meminta bantuan kepada Daddy?" ucap Laura yang membuat wajah percaya diri milik Navin menjadi jelek.


"Bisakah kau hentikan memanggil laki-laki itu?"


"Hehehe ku pikir kakak ingin meminta bantuan kepada Daddy. Terutama ayah memiliki banyak hal-hal tersembunyi dan sekaligus pemimpin terkuat dari Klan Singa"


"Sehebat apapun dirinya aku tidak akan melupakan apa yang dilakukan laki-laki itu" dengus Navin yang sama sekali tidak menyukai ayahnya saat ini.


'Dan juga jika dia mencintai mom, kenapa ia harus bertunangan dengan saudari mom itu' pikir Navin yang berpikir bahwa ayahnya seorang laki-laki bejat yang suka memainkan hati wanita.


"Baiklah-baiklah lebih baik kakak hentikan pikiran buruk kakak dan katakan kepadaku apa yang kakak ketahui tentang orang-orang yang ada di foto ini. Terutama salah satu biodata yang tidak memiliki foto ini" jelas Laura yang sudah melupakan dan menghentikan pencarian informasi dari pihak lawan.


"Seharusnya kau tau bahwa salah satu di foto itu merupakan anggota klan yang berkhianat dan setau ku saat itu, laki-laki ini merupakan salah satu anak buah dari salah satu organisasi yang berbaya" ungkap Navin sambil menunjuk salah satu foto yang ada.


Dimana kejadian itu terjadi dua setengah tahun yang lalu. Tepatnya saat dirinya berumur enam setengah tahun dan tidak sengaja mendengar pembicaraan para pelayan yang melayani ibu mereka yaitu kembar dua.


"Tapi kenapa harus mereka? bukankah masalah itu sudah terselesaikan dengan perjanjian? " terkejut Laura yang merasakan keanehan.


"Kau juga merasakannya bukan, seharusnya ini berhubungan dengan pemimpin mereka" smirk Navin yang hanya mendengar desas-desus tapi tidak dengan fotonya.


"Maksud kakak sang Kaisar?!"


"Mungkin saja begitu, karena kita sama sekali tidak memiliki bukti saat ini. Namun kita bisa mengaitkan masalah sekarang dengan orang itu" ucap Navin yang harus mencari banyak informasi tentang organisasi ini.


Dimana organisasi ini memiliki kemampuan yang sangat hebat. Bahkan saking hebatnya pemimpin yang menjabat organisasi itu sekarang tidak pernah melihatkan profilnya. Mau itu tinggi, berat badan maupun golongan darahnya.


'Apa mom mengetahui siapa pemimpin organisasi tu?' pikir Navin sambil menatap salah satu informasi yang tidak memiliki profil sama sekali.



🔫 Sekian terimakasih, and Sayonara~

__ADS_1


__ADS_2