
Ke Esokan Harinya, mobil putih bermerek Jaguar XJ itu terlihat di tempat parkiran mobil khusus sekolah internasional milik negara Amerika Utara. Mobil tersebut menarik minat orang-orang yang lalu. Dimana mobil Jaguar XJ merupakan mobil yang sering digunakan oleh orang-orang London tepatnya anggota kerajaan.
Apalagi saat mereka melihat pengemudi di dalamnya bukan seorang anggota bangsawan maupun anggota kerajaan, melainkan seorang perempuan dengan tubuh langsing dan berparas cantik. Matanya yang dingin memperlihatkan sebuah danau es yang membeku. Wibawa anggun yang ada pada dirinya membuat orang-orang terkagum.
Di tangannya terdapat jam tangan bermerek Rolex. Jam tangan itu adalah Paul Newman`s Rolex Daytona yang merupakan salah satu jam rolex termahal dengan harga fantastis yaitu US$ 17,8 juta atau sekitar Rp 253 miliar.
"Hah akhirnya sampai juga, dimana kedua orang itu" gumam Luna sambil melepaskan kacamata hitam miliknya.
Ia berdiri di di tempat parkir sekolah kedua anaknya. Sekolah yang ia datangi ini merupakan sekolah internasional yang merupakan tempat orang-orang kaya dan terpelajar. Tentu saja karena kedua anaknya merupakan anak pindahan mereka berdua harus mengikuti ujian terlebih dahulu. Sehingga membuat Luna harus menjemput keduanya sesuai janji.
Sampai tidak terlalu lama sebuah suara celotehan milik seorang anak perempuan terdengar menggema di dekatnya. Suara itu sangat akrab di pendengarannya, membuat tubuhnya bergerak dan berpaling ke belakang.
"Mom!!!" teriak Laura semangat.
"Sepertinya kalian sudah selesai" ucap Luna dingin saat melihat tingkah laku anak perempuan nya. Berbanding dengan anak laki-lakinya yang saat ini berjalan dengan halus dan anggun. Salah satu tangannya membawa sebuah tas ransel bewarna hitam yang jelas Luna tau itu tas milik siapa.
"Laura, bukankah mom bilang jangan merepotkan kakakmu" tegur Luna kepada anak perempuan nya yang lebih suka dibawakan daripada membawa sendiri.
"Hehehe maaf mom, kakak terlalu baik" kekeh Laura.
Navin yang melihat ekspresi cengir milik adiknya mengeluarkan dengusan kesalnya. Dimana ini sudah ke 134 kalinya ia membawa barang milik adiknya karena adiknya itu selalu lupa.
"Jika kau melakukan ini lagi, lihat saja aku tidak akan segan-segan membuang semua alat elektronik yang ada di dalam tas mu ini" dingin Navin yang apa saja isi dari tas milik adiknya.
"Jangan marah kak, akukan tidak sengaja"
"Cih"
"Sudah-sudah tidak perlu bertengkar lagi dan Navin berikan tas kalian berdua kepada mom, mom akan memasukkan nya ke dalam jok mobil" jelas Luna yang mengambil tas kedua anaknya.
"Jok? apa mom menggunakan mobil jenis berbeda?" tanya Navin yang merasakan keanehan.
"Ya" singkat Luna sambil memberikan kode. Membuat Navin menoleh dan terkejut dengan mobil yang di bawa ibunya hari ini.
"Wow, apa kita benar-benar akan naik mobil ini?" teriak Laura semangat karena saat di tempat latihan ia tidak bisa menaiki mobil milik ibunya.
"Ya, jadi cepat kalian berdua masuk agar kita bisa secepatnya pergi dari sini" jelas Luna yang langsung diangguki oleh keduanya. Mereka bertiga menyadari bahwa mereka menarik perhatian orang-orang yang ada.
__ADS_1
Navin dan Laura yang sudah memasuki mobil memasang sabuk pengaman mereka. Sedangkan Luna yang berada di belakang mobil memasukkan kedua tas milik anaknya.
'Apa yang dibawa anak itu tasnya lebih berat dari biasanya' pikir Luna yang merasakan berat yang berbeda dari tas milik anak perempuan nya, Laura.
Memasukkan tas tersebut dan berjalan menuju ke tempat pintu pengemudi. Dimana di saat itu suara panggilan terdengar jelas di belakang Luna, membuatnya menoleh dan melihat sesosok wanita dengan pakaian seragam.
"Tunggu! tunggu sebentar nyonya!" teriak wanita berseragam itu.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Luna dingin. Membuat wanita tersebut menarik nafasnya lalu membuangnya.
"I..ini saya lupa memberitakan kertas ini kepada kedua anak anda yaitu Navin Nypole dan juga Laura Nypole. Mereka berdua diterima di sekolah ini dan diperbolehkan untuk loncat kelas" jelas wanita berseragam itu di sela-sela nafasnya yang terengah-engah.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi" sopan Luan dan memasuki mobilnya dengan cepat.
"Hati-hati nyonya dan saya berharap kedua anak anda akan bersedia mengikuti lomba maupun kegiatan sekolah kedepannya"
"Ya" singkat Luna yang langsung menutup kaca mobilnya dan pergi meninggalkan wanita berseragam yang sangat berharap terhadap kedua anaknya.
Mobil Jaguar XJ itu pergi meninggalkan bangunan sekolah dan memasuki jalan raya. Mata Luna menatap ke depan namun sesekali dia menatap kedua anaknya yang berada di belakangnya.
"Hanya itu bukan pilihannya?" jawab Navin dingin.
"Bukankah mom sudah bilang lebih baik kalian berdua menggunakan kelas yang sesuai dengan umur kalian"
"Apa itu harus mom?" tanya Laura bingung.
"Tidak harus hanya saja jika kalian lompat kelas artinya kalian harus siap dengan perbedaan dan orang-orang yang membandingkan kalian" jelas Luna yang menyadari masa lalunya juga salah. Ia tidak ingin kedua anaknya memiliki masa lalu yang kelam seperti dirinya terutama dengan ejekan yang membuatnya tertekan.
"Tidak perlu khawatir kepada kamu mom, karena sesuatu yang kami pilih memiliki alasan tersendiri dan mom juga tau bukan kami bukan anak-anak biasa?" senyum Navin tipis.
"Baiklah, kalau begitu beritahu mom apa alasan nya"
"Tentu saja itu karena semua metode pembelajaran kelas biasa tidak sesuai dengan kami" jawab Laura percaya diri.
"Maksudmu karena kalian terlalu pintar sehingga pembelajaran kelas itu terlalu mudah"
__ADS_1
"Itu mom tau" kekeh Laura sambil membuka makanan ringan yang sudah tersedia di dalam mobil.
"Dasar kalian berdua ini"
"Bagaimana lagi mom itu semua faktanya dan juga jika kami mengikuti kelas yang sesuai umur kami jelas kami berdua tidak akan bisa membantu mom" tambah Navin yang tidak ingin membuat ibunya bekerja sendiri dalam membalas orang-orang yang telah melukai mereka.
Luka yang membuat mereka berdua harus dilahirkan tanpa didampingi seorang ayah dan dilahirkan dalam keadaan ibunya yang sedih dan penuh dengan kesakitan.
'kami tidak ingin itu terjadi lagi mom, sudah cukup kami dilahirkan di musim yang tidak sesuai dengan kehidupan kami' pikir Navin.
'Apapun yang terjadi aku dan kakak akan membantu mu mom, karena hanya mom yang selalu ada untuk kami' pikir Laura yang sama-sama merasakan apa yang dirasakan kakaknya.
Mereka berdua terjebak di dalam pikiran mereka dan menyadari ada sebuah keanehan dengan jalan yang mereka lalui saat ini.
"Mom, apa ini perasaan ku saja jalan yang kita lalui berbeda dari biasanya?" tanya Navin yang melihat jalan yang dilaluinya berbeda dengan jalan pulang biasanya.
"Bukan perasaan mu saja Navin tetapi kita akan pulang ke tempat lain dan juga kita sedang diikuti saat ini" jelas Luna dingin. Matanya menatap kaca spion yang menampakkan pemandangan belakang. Ada beberapa buah mobil di belakangnya, mobil-mobil itu mengikuti mereka dari awal hingga akhir.
"Mengikuti? apa mereka tidak tau siapa yangr mereka lawan saat ini?" dingin Laura sambil menatap mobil-mobil yang mengikutinya.
Aura dan tatapannya berubah menjadi dingin, senyum manis yang biasanya muncul diwajahnya kini menghilang. Anak perempuan kecil itu membenci orang-orang yang menggangu kehidupan tenang mereka. Membuatnya mengeluarkan aura bermusuhan yang sangat buruk.
"Cih, dasar orang-orang bodoh" gumam Laura yang menatap mobil-mobil tersebut dari tempat duduknya.
"Mom, apa yang harus kita lakukan saat ini? tidak mungkin mom membiarkan mereka mengikuti kita terus bukan?" senyum Navin manis. Senyuman manisnya sama dengan milik ibunya. Sebuah senyuman yang merupakan senyuman dari iblis.
Itu adalah senyuman yang akan membuat orang-orang menghilang dari dunia ini secepatnya. Auranya juga dingin dan mencekam sehingga menambah kekejaman di dalam mobil itu.
"Jika mom bodoh mungkin saja iya, tapi sayangnya mom mu ini pintar dan membuat kita harus menyelesaikan nya di sini sekarang" smirk Luna yang juga sama-sama mengeluarkan aura dinginnya.
"Kalian berdua keluar kan senjata yang ada di bawah tempat duduk kalian, kita akan memulai pertarungan kita di sini" perintah Luna dingin.
"Siap Laksanakan" tegas Navin dan Laura bersamaan.
🔫 Sepertinya kita akan melihat banyak kehebatan di pertempuran kali ini °^° kehebatan apa yang akan dilakukan oleh keluarga Nypole kali ini? kita lihat di bab berikutnya.
__ADS_1
Sekian terimakasih, Mata Ne~