My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 83 : Potongan Peta


__ADS_3

Luna sudah sampai di dalam ruangannya, mengganti baju kotor yang dipenuhi darah tersebut dengan baju bersih. Baju bersih yang pantas untuk dipakai ke dalam acara malam ini. Seberapa banyakpun nyawa yang sudah Luna habisi tidak akan membuat Luna menyesal. Bahkan jika itu adalah orang-orang yang pernah berhubungan nya dulu.


Semua orang yang dibunuhnya tidak akan pernah membuatnya menangis hingga mengeluarkan air mata darah. Karena baginya semua hal itu hanyalah sesuatu yang tidak berguna. Dimana semua air mata miliknya sudah pergi 8 tahun yang lalu.


Menangisi rasa kasih sayang yang seharusnya dia tau bahwa tidak mungkinkan dapatkan. Menangisi tindakan bodoh kekasihnya dan menangisi nasib yang didapatkan nya. Tersenyum di balik kegelapan dan menatap semuanya dengan kesedihan. Tidak ada hidupnya yang memiliki arti bahagia saat itu. Sayangnya itu dulu karena sekarang dia akan bahagia. Bahagia di atas penderitaan orang-orang yang telah melukainya.


Menatap mereka dengan santai dan tanpa jiwa. Tidak merasa kasihan dan hanya memperlakukan mereka seperti mainan. Semua yang dia lakukan adalah semua hal yang pernah dia dapatkan dulu. Jika saudari perempuan nya itu masih di dalam rumah sakit. Maka biarkan dirinya memperbanyak luka untuk orang-orang yang ada di dekatnya.


Luka yang tidak akan pernah orang-orang itu lupakan dan membuat orang-orang itu masuk ke dalam neraka yang telah dia siapkan. Mau itu tangisan yang mengalir dari darah atau teriakan kepedihan. Luna tidak akan membiarkan mereka semua pergi dan tidak memberikan mereka sebuah ampunan. Karena dengan inilah dia akan bahagia dan membebaskan beban miliknya.


Rasa sakit yang dia simpan dan akan dia lepaskan di hadapan mereka. Tinggal beberapa orang lagi, Luna akan menyelesaikan mereka lebih cepat dan lebih cepat. Membuat semua orang-orang itu akan memilih kematian daripada hidup. Ya Luna akan membiarkan mereka semua bernafas satu tempat dengannya untuk sementara ini. Tetapi tidak untuk beberapa hari kemudian karena nyawa mereka akan siap untuk Luna layangkan tentunya.


Kring*** Kring***


"Apa kamu sudah mendapatkan apa yang ku minta, Joe?" tanya Luna. Dia meminta tolong kepada temannya yang sangat ahli dalam menyelinap dan mendapatkan hal-hal secara ilegal.


"Tentu saja sudah, memang kau pikir temanmu ini tidak bisa mendapatkan kartu VVIP itu. Walau sedikit menyulitkan tapi aku sudah mengirimnya ke mansion milikmu dan juga aku juga sudah memeriksa apa yang kamu inginkan kemarin" jelas Joe.


"Maaf aku mengganggu misimu, kawan" ucap Luna santai.


"Tidak apa-apa dan juga jangan katakan kata maaf aku merinding mendengar perkataan itu dari orang yang bahkan jarang meminta maaf" sindir Joe.


"Kalau begitu aku akan tutup telponnya dulu"


"Eh tunggu Luna-chan, ada yang ingin ku katakan padamu" ucap Joe cepat sebelum temannya itu mematikan telpon miliknya.

__ADS_1


"Apa?" tanya Luna singkat.


"Kau tau bukan pemimpin ku yang itu"


"Hmm, ada apa memangnya?" tanya Luna.


"Di dalam paket nanti akan ada sebuah wadah berbentuk tabung. Nah itu barang yang diminta oleh pemimpin ku untuk dikirim ke kamu jadi jangan lupa dibuka dan dia juga menekankan untuk menjaganya" jelas Joe.


"baik, sampai jumpa" ucap Luna mematikan telpon nya. Dia membuka pintu kamarnya dan menerima kotak bewarna putih dari kepala pelayan. Menutup kembali pintunya dan membuka kotak yang dikirimkan oleh Joe untuknya.



Di dalam kotak itu berisi informasi yang dia minta dan kartu VVIP untuk klub malam ini. Luna meminta kartu ini untuk memudahkan nya mengakses ruangan VVIP nanti. Bagaimanapun niat Luna di dalam pesta ini adalah mendapatkan Sisca Made dan mendapat kan bukti untuk membuat wanita itu tertangkap tentunya.


"Apa barang ini yang dimaksud, Joe" ucap Luna sambil memegang sebuah tabung panjang bewarna merah. Tangannya membuka tutup tabung itu. Ada sebuah gulungan kertas di dalam tabung tersebut. Di saat gulungan kertas itu ia buka dan dengan cahaya yang pas.


"Ini potongan peta" gumam Luna. Dia mengambil kertas lainnya dan membacanya cepat.


'Untuk Luna


Sebagai bentuk bantuan dari klan elang, kami sudah mendapatkan satu potongan dari delapan potongan peta lainnya. Beruntungnya satu potongan ini belum di dapatkan oleh klan Harimau. Walau ada beberapa korban saat mendapatkan potongan ini.


Kami berharap kau bisa mendapatkan delapan potongan lainnya dan membawa barang itu sebelum didapatkan klan Harimau.


Tertanda, Pemimpin Klan Elang,S.'

__ADS_1


Luna yang membacanya hanya bisa tersenyum tipis dan tertawa ringan. Ya semuanya benar balas dendam dan misi miliknya memiliki sebuah hubungan. Dimana keluarga kandungnya itu yang harus dia hancurkan untuk mengakhiri balas dendam miliknya dan mendapat potongan peta lainnya.


"Hahaha... sepertinya aku harus menyiapkan semuanya dengan cepat" smirk Luna. Dia memasukkan potongan peta itu ke dalam wadah tabung sebelumnya. Membawa tabung tersebut dan menyimpannya ke dalam brankas miliknya. Menurut perkataan Joe ia harus menyimpan barang ini dengan hati-hati artinya Luna tidak bisa menyimpan nya di tempat biasa kecuali brankas miliknya sendiri.


"Baik .. sepertinya sudah waktunya" ucap Luna dingin. Dia membawa tas ransel yang berukuran sedang. Walau ini pesta perayaan tujuan Luna untuk mendapatkan bukti di sana bukan untuk bersenang-senang. Jelas saja Luna sudah menyiapkan dan membawa barang-barang yang diperlukan untuk kali ini.


Rambut indahnya ia gerai dan membiarkan rambut miliknya itu menyentuh bagian pinggang miliknya. Matanya yang bewarna hitam kebiruan itu memberikan ketenangan kepada orang-orang yang melihatnya. Di tangannya terdapat sebuah kunci mobil bermerek Ferrari 458 bewarna biru miliknya.


"Mommy jangan lupa berhati-hati" ucap Laura sambil memakan es krim vanila miliknya. Di tangan kanannya terdapat sendok sedangkan di tangan kirinya terdapat satu baskom berisi es krim.


"Bawalah kabar baik, mom" singkat Navin yang lebih memilih meminum jus buah.


"Tenang saja nak, mom pastikan hari ini mommymu ini mendapat kan kabar baik yang luar biasa" senyum Luna tipis.


"Kalau begitu, dah" pamit Luna dan berjalan ke luar mansion. Kedua anaknya melambaikan tangan mereka membiarkan ibunya pergi untuk menjalankan rencana nya.


Luna menancapkan gas miliknya, membiarkan mobil miliknya melaju melewati jalanan malam kota Mexico. Sambil mendengarkan berita yang sedang di siarkan. Sepeti perkiraan nya, berita tentang kebakaran yang ada di gang sepi itu.


Kebakaran yang memakan 3 korban dan dikatakan bahwa kebakaran itu diakibatkan karena aliran listrik. Luna yang mendengar alasan tersebut hanya tersenyum miris. Bahkan jika orang-orang tidak mengetahui akibat kebakaran kenapa harus listrik yang menjadi alasannya. Sungguh miris listrik sering disalahkan di dalam masalahku sepeti ini.


"Apa tidak ada alasan yang lebih pintar lagi?" bingung Luna. Jika yang diharapkan nya benar ayah kandungnya itu saat ini sedang tersulut emosi karena kehilangan asisten terpecaya miliknya. Apapun yang terjadi tetap saja alasan yang disiarkan oleh saluran berita saat ini sedang dimanipulasi oleh ayah kandungnya tersebut. Dimana yang mati adalah asisten dan juga anak buahnya yang gagal membunuhnya.


'Pasti saat ini kediaman Luxury sedang dilanda gempa bumi' pikir Luna dan menambah laju mobil miliknya. Semua rencananya berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Hanya sedikit lagi maka tujuan hidupnya saat ini tercapai.


__ADS_1


🔫Sebentar lagi kita bakal memulai permainan otak, hmmm otak saya akan tambah pusing nih... Tetap tersenyum ya semuanya, selamat menjalani hari Minggu^^


__ADS_2