
Dengan suara bisikan yang dingin, pepohonan yang tadinya memiliki bayangan manusia dengan cepat menghilang.
Dimana malam telah menenggelamkan bayangan tersebut. Terutama saat para bayangan yang bersembunyi di balik malam mulai memasuki wilayah menggunakan cara mereka sendiri.
Sehingga kelompok Leon dan juga lawan tidak menyadari bahwa saat ini sesosok manusia telah memasuki gerbang depan dengan cara terbuka.
Dan tanpa membunyikan alarm maupun dicegat oleh para penjaga yang ada di sana. Luna yang tadinya berada di atas pohon dengan mudah memasuki lingkungan tersebut.
Membiarkan kegelapan menggelapkan dirinya di dalam bayangan malam yang lembut.
Di ruangan bawah tanah,
Tempat tergelap yang dipenuhi dengan zat hara. Di ruangan gelap itu, saat ini berdiri sosok tampan dan juga dingin yang kini duduk kokoh di singgasana miliknya.
Dengan pemandangan tubuh para pria maupun wanita yang saat ini sedang melatih tubuh mereka di hadapannya. Terutama matanya yang berwarna almond itu sedang memfokuskan setiap gerakan bawahannya.
Dan menggerakkan pena yang ada di lengannya. Dimana setiap goresan yang ia ambil dan juga tekankan di atas lembaran kertas lama itu mulai memperlihatkan garis besar dari gambaran nya.
Sebuah wanita cantik yang memiliki proporsi tubuh tinggi mulai terlihat di kertas tersebut. Walaupun orang itu belum menyelesaikan gambaran yang ia buat, tetap saja tidak bisa menipu orang-orang yang telah melihat gambaran itu.
Terutama saat melihat orang yang sedang menggambar nya tidak melihat ke arah kertas. Namun matanya terfokus ke arah depan, seolah-olah sosok wanita yang ia gambar telah terpatri dengan jelas di dalam pikirannya.
Sehingga tidak memerlukan pandangan lagi untuk melihat sosok wanita cantik itu, dan dengan sekali klik orang itu menjatuhkan pandangannya ke dalam kertas. Dimana kertas yang tadinya menggambar garis-garis wanita mulai menampilkan detail dan juga lingkungan yang ada di sekelilingnya.
Itu indah, sangat indah. Membuat R yang menggambar sosok itu menyentuh wajah wanita itu berulang kali sampai kertas yang ada di bawah lenggannya mulai terkoyak. Membuat wajahnya yang tampan menjadi jelek dengan kecepatan kilat.
"Yu!"
"Ya, yang mulia."
"Bukankah sudah kukatakan untuk mendapatkan kertas dengan kualitas yang baik untuk gambaranku dan lihat kertas apa yang kamu peroleh kali ini? Hanya dengan sekali goresan saja kertas itu mudahnya terkoyak." Keluh R yang melihat bahwa karya terbaiknya hancur karena sentuhannya.
__ADS_1
Itu gadisnya, kenapa dia harus hancur dan menjadi sosok yang serapuh itu?
Mendengar suara keluhan dari atasannya, Yu hanya bisa mengalihkan pandangannya ke depan dan meratapi masa depannya.
'Apa aku harus mengatakan kepada boss bahwa kertas yang ia gunakan saat ini berasal dari museum di Polandia yang mengkhususkan dalam mengumpulkan koleksi berupa seni rupa kuno (Romawi, Mesir, Yunani) Dan hanya digunakan pada abad beberapa tahun silam?'
'Hah, apa aku harus mencuri kertas yang ada di museum istana, beijing? Ku dengar-dengar sebentar lagi akan diadakan pameran lukisan atau kaligrafi milik keturunan para kerajaan itu. Sepertinya aku harus menuliskannya ke dalam agenda.' Pikir Yu (nama kode) yang saat ini mencoba mencari kertas berkualitas dan tahan lama untuk hobi kecil tuannya.
Sehingga tidak lama kemudian, Yu yang sedang memikirkan permintaan tuannya merasakan getaran di kantong bajunya.
Dengan sekali tekan, alat yang ada di telinga Yu mulai mengeluarkan suara. Dimana suara tersebut menjelaskan kondisi yang sedang terjadi di luar ruangan.
Sampai tak lama kemudian Yu dengan jelas menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan bawahannya. Sehingga Yu dengan cepat menyelesaikan panggilan tersebut dan berjalan mendekat ke arah tuannya.
Sambil membisikkan semua hal yang ia dengar dan juga kemungkinan yang terjadi di luar ruangan saat mereka tidak ada di sana.
"Apa yang harus kita lakukan tuan?"
"Apalagi yang harus kita lakukan? Bukankah itu mudah, hancurkan mereka dan pastikan kalian membawa dalang dibalik kejadian kali ini. Aku ingin lihat tikus mana yang berani memeluk memasuki wilayahnya." Dingin R yang telah mematahkan pena serigala miliknya.
Membuat Yu yang mendengarnya mengangguk dan mengambil telepon yang ada di hadapannya. Membiarkan telepon itu menyambung dengan cepat tersembambung ke luar ruangan dan dengan sekali ucapan.
Yu menyebutkan beberapa kode, membuat orang-orang yang menerima kode tersebut dan sedang menjaga di sekeliling hutan cagar alam.
Dengan cepat pergi dan menuju lokasi yang ditentukan untuk memastikan apa ada tikus yang sedang mencoba masuk ke dalam wilayah mereka.
Dan tikus yang mereka sebutkan, kini sedang berada di atas angin atau bisa dibilang di luar jangkauan mereka.
Terutama saat orang-orang itu kini telah memasuki wilayah mereka.
__ADS_1
Dimana Leon dan juga anggotanya sudah menyebar ke seluruh tempat yang ada di sana dan Luna yang bergerak sendirian kini juga telah memasuki wilayah milik musuhnya.
Sehingga kini wanita cantik itu dengan mudah duduk dan juga bersandar di dekat koala yang sedang tertidur dan meratapi bintang-bintang yang mulai menerangi langit malam.
Walaupun tidak ada bulan yang menerangi malam, itu tidak membuat pandangan milik Luna tertutupi.
Terutama saat mata hitamnya melihat beberapa orang mulai keluar dari batu maupun pohon yang ada di setiap kandang maupun lingkungan yang ada di sekelilingnya.
Membuat Luna menyadari bahwa orang-orang yang keluar dari tempat itu bukan satu bagian saja. Melainkan dua kubu yang Luna sendiri tidak tau siapa pemimpin mereka.
Yang hanya Luna tau, satu kubu itu milik musuhnya R. Terutama pakaian kedua bayangan itu sangat berbeda saat terkena sedikit cahaya malam.
Dengan pola yang berbeda dan juga kualitas kain yang berbeda. Dan tentunya Luna dengan jelas memahami kualitas kain itu digunakan untuk melindungi mereka dari hal-hal yang tidak mereka inginkan (hal-hal berbahaya).
'Hmm, sepertinya aku pernah melihat seragam satunya.' Pikir Luna saat melihat bayangan itu dengan cepat menangkap bayangan yang lainnya dan menggantung mayat tersebut di atas pohon.
Luna yang mencoba mengingat detail seragam itu mengambil belati yang ada di samping pahamnya dan menusuk ke belakang tanpa melihat sedikitpun.
Dan dengan sekali tusukan, Luna mendengar suara orang jatuh di belakangnya. Tanpa mengerahkan kekuatan sedikitpun, Luna mulai memperbaiki posisinya dan memutar balikkan pandangannya.
Dimana di sana Luna tidak hanya melihat satu mayat saja yang jatuh, melainkan beberapa orang yang saat ini sedang berdiri memegang senjata mereka dan mengarahkan senjata mereka ke wajah milik Luna. Sambil berkata,
"Hey, apa ini tikus yang dikatakan tuan? Bukankah tikus ini terlihat cantik."
"Diam, tahan nafsumu kita akan menyelesaikan orang ini secepat mungkin dan mengirimkannya secepat mungkin." Dingin orang itu yang siap menembak mati wanita yang ada di hadapannya.
🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~
__ADS_1