My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 72 : Undangan


__ADS_3

"Kurangi beberapa angka itu dan saya tunggu di atas meja saya pagi esok, rapat selesai" dingin Luna dan berjalan ke luar ruang rapat. Mengikat rambutnya dan menaikan suhu ruangan miliknya. Tubuhnya berkeringat karena mengikuti beberapa rapat untuk menyelesaikan beberapa hal dan membahas beberapa konsumen.


"Nona ini data yang sudah diperiksa oleh tim keuangan yang terbaru" ucap Kevin sambil meletakkan map tersebut di atas meja.


"Letakkan saja, ada lagi?" tanya Luna.


"Dan juga ada beberapa tamu yang ingin mengajak anda makan malam hari ini" ucap Kevin sambil melihat ke arah iPad nya yang penuh dengan undangan pertemuan untuk tuannya.


"Yang tidak penting tolak dan yang penting berikan kepadaku, aku akan melihat siapa saja yang harus keterima" perintah Luna yang langsung di angguki oleh Kevin.


"Kalau begitu saya permisi nona"


"Tunggu sebentar" tahan Luna.


"Ada lagi yang bisa saya bantu, nona?" tanya Kevin.


"tidak jadi" ucap Luna yang langsung di angguki oleh Kevin. Kevin menutup ruangan milik atasan dan meninggalkan Luna sendirian di ruangannya. Tangannya ia tempelkan di atas dahinya menutupi setengah wajah miliknya.


'tidak mungkin aku mengatakan itu bukan' gumam Luna. Menjauhkan kedua tangannya dan membuka kulkas mini yang ada di dekatnya. Setelah itu mengambil minuman soda Oca-Ola, membiarkan minuman soda tersebut menyegarkan dahaga miliknya. Baru saja dia kembali dari Star Entertainment dan melihat langsung Sisca Made mantan teman terdekatnya.


Luna sudah disambut dengan banyak tumpukan data dan file. Menyelesaikan beberapa rapat yang sudah menantinya dan bertemu dengan beberapa klien yang beruntung nya Kevin, sekretaris nya sudah membagi semua jam agar tidak tertimpang-tindih.


Jika Luna mengingatnya kembali dia juga memiliki janji dengan orang itu. Sebenarnya bukan janji tapi paksaan dari seorang laki-laki yang memainkan statusnya. Luna ingin sekali menolak pertemuan sore ini tetapi dia juga mengingat misi yang diberikan oleh para tetua.


'Apa merancuni orang dapat dosa?' ucap Luna dalam hati yang di saat itu juga telpon miliknya berbunyi keras. Tidak ada nama di panggilan tersebut yang ada hanyalah sebuah nomor telepon tertulis.


"Siapa?" tanya Luna to the point. Jika orang iseng dia akan balik bertanya dan mengeluarkan kalimat ancaman sedangkan orang penting dia hanya bisa mengeluarkan suara sesingkat-singkatnya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak menyimpan nomorku, t-u-n-a-n-g-a-n?" tanya laki-laki diseberang sana sambil mengeja panggilan baru milik Luna.


"Leon" ucap Luna pelan.


"Sepertinya kau masih mengenal suara milikku" dingin Leon.


"Nomorku dapat darimana?" tanya Luna dingin. Seingat dirinya tidak pernah memberikan nomor miliknya walaupun ini merupakan nomor keduanya yang hanya digunakan untuk SMS dan panggilan yang simpel bukan untuk WeChat yang menggunakan nomor khusus.


"Apa aku harus bilang bahwa aku meretas sistem operasi Android milik sekretaris mu itu?" tukas Leon.


'Cih sial, aku lupa sistem keamanan milik Kevin lebih mudah di retas daripada milikku' ucap Luna dalam hati.


"Aku menelepon mu untuk mengingatkan bahwa sore ini aku akan menjemputmu" lanjut Leon.


"Kau tau bukan aku membawa kendaraan pribadi" ucap Luna yang hanya basa-basi saja. Karena apapun yang terjadi tentunya dia akan bertemu dengan Leon sore hari ini atau lain kali.



"Apa anda ingin berbohong dengan tunangan yang baru berjalan 1 hari ini nona Luna? seharusnya anda tau bahwa saya mengirim mata-mata untuk anda dan mengetahui hari ini anda diantarkan oleh kakak anda" jelas Leon dingin. Luna yang mendengarnya hanya bisa berdecak kesal. Alasan yang merupakan bohongan saja sudah ketahuan apalagi dia melakukan janji dengan orang lain.


Sudah dipastikan Leon akan menghancurkan perusahaan orang lain dan juga Luna tidak akan menang melawan Leon dalam dunia bisnis. Karena Leon sudah duduk di dalam tahta teratas selama bertahun-tahun ini. Walaupun banyak perusahaan yang ingin menggulingkan Martin Company tetap saja semuanya kalah dan berakhir menjadi terguling.


"Sepertinya anda sangat mencintai saya, tuan Leon" ucap Luna dingin.


"Saya hanya tertarik kepada anda nona Luna dan juga sebentar lagi saya akan sampai ke perusahaan milik anda" ucap Leon.


"Tunggu du...."

__ADS_1


"Sampai jumpa" potong Leon dan mematikan telpon tersebut. Luna membanting handphone miliknya ke arah lantai yang beruntungnya dilapisi dengan karpet berbulu tebal nan lembut. Tepat di saat Luna membanting handphone nya, pintu ruangan miliknya dibuka oleh Kevin, sekretaris pribadinya.


"Nona.. apa anda tidak apa-apa?" gugup Kevin yang sudah dikagetkan dengan tingkah laku atasannya.


"Tidak apa-apa, kemarilah" ucap Luna memperbolehkan Kevin dan duduk kembali ke kursi kerjanya.


"Ini beberapa undangan yang sudah saya pisahkan dan yang anda lihat saat ini merupakan beberapa undangan yang penting menurut saya, sesuai perusahaan nya" ucap Kevin dan memberikan iPad miliknya.


Luna menggeser beberapa nama yang tertera tetapi hanya ada satu undangan yang membuatnya tertarik. Nama perusahaan yang merupakan nama dari salah satu targetnya.


"Nona?" panggil Kevin.


"Berikan jawaban yang sopan kepada undangan ini, aku akan datang malam ini" perintah Luna sambil menunjuk salah satu dari semua undangan yang ada.


"Luxury Company?" tanya Kevin memastikan.


"Ya, Luxury Company"


"Saya akan mengerjakan nya nona, kalau begitu permisi" pamit Kevin yang kembali ke meja kerjanya kembali. Menyelesaikan tugasnya sebelum waktu kerja berakhir. Sedangkan Luna memutar kursinya dan membiarkan pemandangan bangunan-bangunan dari jendela miliknya. Sebuah senyum tipis muncul dari wajah cantiknya.


Sebuah ide cemerlang mengalir ke dalam otaknya dan memberikannya sebuah rencana tambahan untuk keluarga Luxury. Dan tepat sekali hari ini dia juga akan pergi dengan Leon yang merupakan keuntungan besar untuk keluarga Luxury.


Tapi sayangnya keluarga Luxury akan mendapatkan kerugian. Apalagi dia akan mengusahakan ikut membawa Leon ke dalam pertemuannya. Pasti menyenangkan sekali memberikan pertunjukan dimana mantan mertua dan mantan tunangan anaknya bertemu di dalam satu meja. Walaupun di saat pertemuan nanti malam Lina tidak ada tetapi pasti ada orang yang menggantikan nya yang tentunya adalah ayahnya yaitu, Reno Luxury.


'Apa yang ingin kau bicarakan denganku, tuan?' smirk Luna. Tidak ada yang salah bukan membawa Leon yang merupakan tunangannya itu masuk ke dalam skenario yang baru dibuatnya. Karena jika dia tidak mengorbankan seseorang pasti rencana miliknya akan hambar. Jadi biarkan Leon menjadi orang yang berguna untuk hari ini saja.


__ADS_1


__ADS_2