
Luna Dan Neva sudah memasuki mansion putih nan megah itu, terlihat Navin dan Laura yang langsung berlari dan memeluk ibunya erat dan jangan tinggalkan ocehan milik Laura yang khawatir kepada ibunya itu.
"I..Ini benar rumah non" ucap Neva tidak percaya. Luna berjalan masuk ke dalam pekarangan rumahnya dan langsung disambut oleh kedua malaikatnya sambil berlari dan memeluk kakinya erat.
"Selamat datang" ucap Navin yang membuat Luna mengusap kepalanya lembut. Berbeda dengan Laura yang mulai mengeluarkan ocehannya kepada ibunya yang hilang tanpa bilang padanya dan membiarkannya bangun tanpa melihat ibunya.
"Mom dari mana? aku mencari mom lalu kenapa aku tidak mendapatkan ciuman bangun tidurku dan juga kenapa aku ditinggal lalu lalu huaaa mom jahat!" oceh Laura yang diakhiri dengan tangisannya yang membuat Luna hanya bisa bersabar dan menarik nafas untuk menghadapi sikap anak perempuan yang sangat sama dengan ayahnya. Tapi yang paling bingungnya adalah kenapa saat dewasa laki-laki itu tidak pernah seribut ini malah irit seperti menabung saja. Luna mengisyaratkan ke arah Navin untuk membawa sister Neva ke ruang tamu karena urusan untuk menenangkan sikap Laura ini pasti menghabiskan waktunya.
Navin mengganguk paham dan berjalan ke wanita yang sepertinya berumur seperti neneknya.
"Silahkan lewat sini" ucap Navin dingin yang membuat Neva meninggalkan Luna dengan seribu pertanyaan. Navin membawa sister Neva ke ruang tamu sambil menunggu Luna menyelesaikan urusannya dengan adik perempuannya itu, Laura.
"huaaa mom jahat hiks hiks" tangsi Laura yang membuat Luna menggendong anak perempuan yang berumur 8 tahun itu. Jujur saja walau dirinya adalah seorang ibu tunggal tapi jangan heran dengan kekuatan nya yang masih mampu mengangkat anak perempuan ini.
"Ayolah Laura apakah kamu tidak lihat ada tamu kita" ucap Luna sambil menggendong Laura.
"Tidak aku tidak melihatnya karena aku hanya melihat mom ku pergi tanpa Laura!" protes yang membuat Luna menggendong pelan Laura sambil berjalan jalan di pekarangan rumah nya itu
"Begini saja nak, kenapa kamu tidak bertanya dengan tamu kita yang merupakan mantan pembantu keluarga luxury" tawar Luna yang tidak memiliki ide lagi dan hanya bisa memikirkan keluarga luxury.
"Bertanya apa?" tanya Laura yang sudah mau tertarik dengan tawaran ibunya itu.
"Begini loh Laura yang merupakan anak mom yang paling cantik dan manis bukannya kalau ada pembantu keluarga luxury anak mommy yang IQ nya tinggi ini bisa mendapatkan informasi yang dapat membuatmu informasi untuk menyebarkan nya" jelas Luna yang membuat Laura mengganguk.
"Lalu?" tanya Laura lagi.
"Dan tentu saja bukannya anak mommy bisa mendapatkan topik untuk websitenya selama di London nanti" lanjut Luna yang membuat anak perempuan nya menganguk paham.
__ADS_1
"Baiklah ayo mom kita ke dalam dan juga aku minta 2 kali lipat ciuman paginya" ujar Laura semangat yang membuat Luna hanya bisa mengangguk dengan sikap anak perempuan satu-satunya itu. Laura langsung mencium lembut pipi milik Luna dan loncat dari gendongan milik Cyla.
"Ayo mom sebelum informasi kita kabur" ajak Laura semangat lalu berlari ke dalam mansion. Navin yang dari tadi mengintip dari jendela berjalan ke arah ibunya itu dan memeluk erat ibunya itu.
"Apa tidak apa-apa membawanya ke London, mom?" tanya Navin curiga.
"Tidak apa-apa dan juga sementara mom, Laura dan Tante Joe berbincang dengan sister Neva lebih baik kamu bereskan bawang bawaan milikmu dan adikmu itu"
"Mau kemana kita mom?" tanya Navin.
"Sore ini kita akan ke bandara dan menaiki pesawatnya kemiliteran lalu pergi ke London anak mom tidak lupa bukan acara yang akan datang"
"Okay akan navin bantu dan juga apa uncle Rangga Navin beritau juga?" tanya Navin yang langsung diangguki oleh Luna.
"Ya kamu bilang juga dan pastikan dia siapkan semua peserta yang lolos untuk mengikuti lomba itu" jelas Luna yang diangguki oleh Navin
Di ruang tamu itu terlihat Laura sudah membawa laptop miliknya dan mengetik semua informasi yang dia dapatkan dari pengasuh ibunya itu dan dibantu oleh Tante Joe.
" Tunggu nek berarti mereka pemimpin klan harimau?" ucap Laura yang diangguki oleh sister Neva.
"Ya tentu, nenek pernah mendengar nya saat itu" jawab Neva yakin 100% persen.
"Membicarakan apa hmm?" Tanya Luna Lalu duduk di samping Joe dan memakan kuaci.
"Mom tau tidak? kata nenek yang merupakan ibu asuh mom dia bilang bahwa keluarga luxury yang memimpin klan harimau" lantang Laura yang membuat Luna menatap Joe mempastikan.
__ADS_1
"Benar dan lebih parahnya kau tau bukan artinya?" ucap Joe yang menatap balik ke arah Luna.
"Maksudmu?" bingung Luna yang membuat Joe langsung memakan biji kuaci nya dan menatap tajam ke arah temannya itu.
"Apa kau tidak ingat kisah zaman dahulu kala?" tanya Joe yang digeleng oleh Mereka bertiga.
"Begini ku jelaskan Yaa, di hutan rimba pasti memiliki raja bukan?" tanya Joe yang membuat Luna mengingat kisah dan perkataan yang sering di dongengkan oleh ayah tirinya kepada kedua anaknya.
"Ah aku ingat raja hutan rimba adalah singa dan sebelum itu harimau dan singa pernah saling bertengkar dan saling beradu dan tentunya dimenangkan oleh singa yang membuat singa menjadi raja hutan rimba bukannya seperti itu" ucap Luna mengingat kan.
"Nah kau ingatkan? berarti klan singa dan klan singa tidak mungkin berteman bukan?" ucap Joe yang membuat Luna mengangguk paham dengan ucapan temannya itu.
"Berarti keluarga luxury sedang mengincar sesuatu di keluarga Martin!" ucap Luna dingin yang membuat Joe mengeluarkan permen rasa kopinya.
"Yap kau betul dan juga ingatlah permen rasa kopi belum tentu manis karena kopi hanya memiliki manis di awal dan pahit di akhir berarti keluarga luxury baik di awal tapi.." ucap Joe lalu mengemut permen kopinya itu.
"Pahit di akhir" gumam Neva yang didengar oleh Luna, Joe dan Laura. Neva langsung menutup mulutnya agar tidak mengucapkan kalimat yang sembarang.
"Sister Neva apa mereka mengincar sesuatu?" tanya Luna yang membuat Neva menggeleng kepala cepat. Jujur Neva merasakan keringat membanjiri dirinya tekanan yang kuat dan aura pembunuh terasa di hadapannya.
"Em Sister Neva kan? lebih baik ceritakan kejujuran nya karena disini nyawa ada di tangan kami" ucap Joe lalu memberikan senyum manisnya. Neva menelan pelan ludahnya lalu menatap Luna yang sudah menatapnya dingin sedangkan perempuan yang berada di sampingnya menatapnya dengan datar dan tentu saja ditambah dengan gadis loli yang memberikannya senyuman manis tapi menatapnya tajam.
"Maaf nona banyak ini jawaban ini tidak memuaskan nona tapi yang saya ingat DNA dengar sebelum keluar rumah itu." ucap Neva lalu menarik nafasnya pelan lalu melihat sekeliling tempatnya duduk.
"Mereka ingin mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milik mereka" ucap Neva dengan suara yang kecil lalu meminum teh hangat yang ada dihadapan nya. Gugup tentu saja keringat mulai berjatuhan pasti apalagi merasakan tekanan ingin dimakan habis-habisan cukup membuatnya merinding.
"Sesuatu milik mereka, hmm menarik'" smirk Luna.
__ADS_1