
"Siap Laksanakan" tegas Navin dan Laura bersamaan.
Mereka berdua mengerjakan setiap perintah yang diberikan oleh ibu mereka. Membuka jok tempat yang mereka duduki dan membukanya. Di bawah tempat duduk itu terdapat kotak persegi panjang dengan lapisan besi. Kotak itu terlihat kokoh, kuat dan tersembunyi di balik tempat duduk.
"Kodenya ulang tahun kalian berdua" jelas Luna yang mulai memasang airpods miliknya.
"Baik" jawab Navin yang mulai menekankan beberapa nomor di kode yang ada.
Hingga suara dentingan terdengar di dalam mobil, membuat kotak yang tadinya terkunci terbuka. Kota itu memperlihatkan banyak senjata dari armor/ barang, pistol api, pistol biasa, senapan pemburu, senapan elite, granat, bom dan amunisi/peluru nya juga lengkap. Membuat Navin yang melihatnya mengeluarkan senyum dinginnya.
"Navin berikan mom pistol Glock 17 dan SIG Sauer P226 secepatnya" perintah Luna yang mulai memutar kan setir mobilnya.
"Pegangan" lanjut Luna saat mobilnya mulai berbelok dengan cepat nya.
Dor*** Dor*** Dor***
Setiap tembakan yang diberikan lawannya dengan cepat dihindari oleh Luna, membuat mobil yang tadinya berjalan lurus kini berbelok menikung. Membuat tubuh orang-orang yang ada di dalam mobil bisa saja tidak seimbang jika tidak berpegangan.
"Cih sial, Navin Laura cepat kerjakan tugas kalian masing-masing" dingin Luna yang mulai membuka kaca mobil miliknya.
"pistol yang anda minta, mom" dingin Navin yang dengan cepat menyerahkan senjata yang diminta milik Ibunya. Berbalik tubuhnya dan melepas baju kemeja putih miliknya. Menggantinya dengan baju Anti peluru yang ada dan mengambil senapan yang ada.
Menarik pelatuk senapan tersebut lalu menarik nafasnya pelan. Matanya terpejam pelan lalu membuka kaca jendela mobil yang ada di sampingnya. Mengeluarkan senapan TrackingPoint Guns nya lalu mulai menarik setiap pelatuk miliknya.
Suara tembakan terdengar menggema di jalan yang sedang mereka lalui. Setiap tembakan yang dapat membuat mobil terguncang sangat dirasakan oleh Laura yang mulai mengerjakan tugasnya. Anak perempuan itu mengambil tas di jok belakang mobil lalu membawanya ke tempat duduk di samping ibunya.
Laura berpindah tempat duduk karena ia tidak bisa duduk di tempatnya tadi. Membuatnya hanya bisa duduk di samping ibunya, membuka tasnya lalu mengeluarkan semua alat yang ia bawa hari ini. Itu adalah laptop canggih dan tidak lupa dengan beberapa kamera terbang kecil yang ia bawa setiap harinya.
"Baiklah peliharaan kecilku kalian harus ikut beraksi karena kakak dan mom sudah memulai aksi mereka" smirk Laura yang sudah menyalakan laptop dan membuka akses miliknya. Membuka kaca jendela yang ada dan membiarkan kamera-kamera kecil yang berbentuk seperti lalat itu terbang keluar dari mobil.
Dor** Dor** Dorrr**
"Laura jangan lupa gunakan sabuk pengaman mu" dingin Luna yang mengganti senjata miliknya dan mulai menembak kembali. Tubuhnya ia keluarkan setengah dan setengahnya lagi berada di mobil. Tangan kirinya ia gunakan untuk menyetor mobil nya dan tangan kanannya ia gunakan untuk menembak. Membuat setiap belokan dan tikungan di lalui mereka.
Drrttttdrttttdrttttt***
"Satu mobil berhasil di singkirkan" jelas Navin yang berhasil meletuskan ban mobil dengan senapan yang ia pakai.
"Semua kamera sudah masuk ke dalam mobil lawan, siap memberi instruksi" tambah Laura yang mulai mengentikan setiap angka maupun huruf yang ada di keyboard miliknya.
"Siap menerima instruksi" dingin Luna dan Navin bersamaan. Dimana di saat itu Luna memberikan kedua senjata miliknya dan membiarkan Navin mengisi kembali pistol itu dengan amunisi baru.
__ADS_1
"Siap-siap" ucap Luna yang mulai membanting setirnya ke kanan. Membuat mobil itu dengan cepat menikung tajam jalan pegunungan. Tembakan yang diberikan lawan tidak menembus mobil khusus milik Luna. Membuatnya harus mengurangi rute kerusakan yang ada.
Setir yang ia banting itu membuat ban hitam mobil menggesek kasar di jalan. Bahkan di saat tikungan tajamnya Luna berhasil membuat salah satu mobil terjatuh ke jurang.
"Tiga mobil Mariah mengikuti, membuka rute aman pelarian dan juga penembakan" jelas Laura yang mulai membuka sistem CCTV di setiap jalan. Membuat Luna dengan cepat menyalakan GPS mobil miliknya dan mengeluarkan tubuhnya kembali.
"Dua di kanan, satu di kiri" lanjut Laura yang mengetahui letak mobil-mobil yang ada karena kamera kecil miliknya.
"Siap untuk menembakkan gas air mata" dingin Navin yang sudah mengganti senjata miliknya dan memasukkan zat yang ada.
"Tembak" perintah Luna yang dengan cepat membuat Navin melepaskan tembakannya dan membiarkan gas air mata itu memecah.
Tittttttt****
Suara klakson dari salah satu mobil terdengar membuat Luna dengan cepat memutar balikkan setirnya dan dengan cepat membiarkan kedua mobil yang ada di kanan saling bertabrakan dengan mobil yang ada sebelah kiri.
"Apa berhasil?" tanya Luna kepada Laura yang sedang fokus menekan setiap tombol yang ada.
"Tidak, satu mobil masih selamat dan dalam kondisi penyok" jelas Laura yang melihat keadaan salah satu mobil yang masih mengejarnya.
"Cih sial, apa mereka tidak ingin menyerah saja" Kesal Navin yang mengambil granat dan juga senjata senapan Heckler & Koch HK416 miliknya.
"Aku paham" dingin Navin dan menarik pelatuk Granat dan melemparkan nya ke arah mobil yang masih mengikuti mereka. Granat itu meledak dengan cepat membuat mobil yang mengikuti mereka bertambah rusak.
Drrttttdrttttdrttttt
Navin mengeluarkan semua peluru yang ada di senapan Heckler & Koch HK416 miliknya. Menembakkan nya ke arah depan mobil dan membiarkan mobil itu meledak.
Dwarrrrr
"Mobil berhasil dimusnahkan" ucap Laura yang melihat bahwa kamera kecilnya mendapatkan rekaman video orang-orang yang sudah berdarah.
"Huft...huft... baiklah sisanya aku sarankan kepada kalian berdua dan terutama kamu Laura" ucap Navin dengan nafasnya yang terengah-engah.
Kedua tangannya memeluk Heckler & Koch HK416 dan memejamkan matanya sebentar. Dia tidak menyangka bahwa pertarungan kali ini lebih banyak menggunakan banyak tenaga. Apalagi di setiap tembakannya itu harus sama dengan putaran setir milik ibunya. Membuat kepalanya yang tenang menjadi sedikit pusing.
'Sial! kenapa kita harus diikuti mobil sebanyak itu! padahal tadi ada dua dan sekarang ada lima. Hah sepertinya mereka benar-benar ingin cepat mati' pikir Navin yang melihat mobil-mobil yang bertambah banyak setiap menitnya.
"Mom, kenapa kita harus ke pegunungan?" tanya Navin kembali.
__ADS_1
"Apa mom belum bilang bahwa mansion kita saat ini tidak aman" jelas Luna.
"Maksudnya?"
"Ada beberapa penyusup yang berhasil masuk dan hampir membunuh kepala pelayan" jelas Luna yang tadi pagi diceritakan oleh kakak laki-lakinya. Membuat ia mendapat kan perintah untuk ke villa yang ada di pegunungan.
"Ternyata mereka lebih pintar dari yang ku duga" smirk Navin yang baru pertama kali tempat tinggal nya kebobolan.
"Ya seperti itu..."
"Mom bahaya di depan!" teriak Laura yang membuat Luna terkejut dan dengan cepat mengerem mobilnya.
"Mom mundur, mundur sekarang juga!" minta Laura cepat.
"Ada apa?" tanya Navin bingung dengan ucapan adiknya.
"rute pegunungan yang kita akan lalui sudah di blok oleh orang-orang dan yang berbahayanya lagi salah satu kamera ku menangkap bahwa mereka menyembunyikan tank di dekat sana" ucap Laura menjelaskan.
"Tank? bagaimana bisa?" terkejut Luna yang baru mendengar untuk pertama kalinya ada orang gila yang membawa tank ke jalan pegunungan.
"Aku tidak tau yang pasti kita harus mundur sekarang dan mengganti arah" teriak Laura yang terus mencoba mencari rute aman. Sedangkan Navin yang kehabisan tenaga menghela nafasnya lalu mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.
'Sial, kenapa mereka ingin menyingkirkan kami di sini' pikir Navin.
"Mom..."
"Laura kita tidak bisa mundur ataupun mengganti rute lagi" ucap Luna yang menyadari kondisinya sekarang lebih buruk dari yang ia duga.
"Maksudnya?" bingung Laura.
"Belakang kita dua mobil sudah mendekat dan jika kaliat melihat kalian akan tau apa yang sedang mereka siapkan di atas mobil itu" ucap Luna yang dari tadi melihat dari spion di dalam mobilnya.
"belakang..." gumam Laura yang langsung berbalik, Navin yang juga mendengarnya dengan cepat berbalik mereka terkejut saat melihat senjata yang ada di atas mobil Jeep putih itu. Senjata itu adalah senjata yang bisa meledakan mereka bahkan jalan yang ada dengan sekali tembak.
"Ti...tidak mungkin"
🔫Hidup atau mati? entah apa yang akan terjadi hanya dia dan aku yang tau. Dunia adalah tempat yang kita tinggal sementara dimana kejahatan selalu ada dimana-mana. Entah itu kejahatan kecil maupun besar yang memiliki dampaknya tersendiri.
'Mata dibalas mata, nyawa dibalas nyawa. Aku Luna Nypole akan membuat kalian lebih memilih hidup di neraka daripada di dunia ini'
__ADS_1
^^^ Luna Nypole^^^
Sekian terimakasih, Mata Ne~