My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 106 : Maksud Tersembunyi


__ADS_3

Leon yang menatap kepergian Luna mengepalkan kedua tangannya. Tangan yang tadinya memeluk tubuh beraroma bunga lili lembut itu.


"Aku akan merubahnya bahkan jika hanya memilikinya kemungkinan sebanyak 0,05% aku tetap akan membuatmu menjadi milikku, Luna" dingin Leon dan menghirup aroma yang masih tertinggal di tangannya. Aroma bunga lili yang memiliki lambang kesucian dan kemuliaan. Bunga lili putih murni, cantik dan elegan sama dengan orang yang ia cintai dari dulu maupun sekarang.


Bahkan jika dunia mengatakan mereka tidak bisa bersatu, Leon akan berusaha dan membalikkan semua takdir yang ada. Memutuskan tali takdir dan menghubungkan tali yang lain untuknya. Keangkuhan, kesombongan, maupun kekuatan Leon akan membuat Luna berada di genggaman tangannya.


'Akan ku pastikan itu' dingin Leon.


Di Tempat lain~


Seorang wanita mengambil sebuah tisu yang diberikan oleh anak laki-lakinya. Hidungnya terasa gatal ditambah tubuhnya sedikit bergetar di dalam mobil. Padahal AC mobil sudah diatur seperti biasa. Membuat wanita tersebut hanya bisa membersihkan cairan yang keluar dari hidungnya.


"Sepertinya ada yang membicarakan mom" ucap Navin sambil mengembalikan tempat tisu.


"Hah membicarakan? siapa yang membicarakan mom? apa dia tampak atau dia penjahat?" tanya Laura khawatir.


"Entahlah yang pasti kalian tidak perlu memikirkan nya" ucap Luna dan menutup hidungnya dengan tisu.


"Jika orang baik mungkin kami tidak akan memikirkan nya tapi jika itu orang jahat" dingin Navin yang langsung mengepalkan kedua tangannya.


"Kita harus membunuhnya, buat perusahaan nya bangkrut dan jangan lupa ledakan rumah orang tersebut dengan nuklir" teriak Laura semangat.


Ide gila tiba-tiba bermunculan di kepalanya yang kecil. Dimana di saat telinganya yang peka mendengar bahwa ada orang jahat akan mencelakakan ibu mereka. Membuat ide miliknya mengalir sangat deras untuk membalas orang-orang tersebut.


"Bukankah itu terlalu baik" dingin Navin.


"Lalu bagaimana?" bingung Laura yang sudah memastikan bahwa ide gila miliknya adalah yang terbaik.

__ADS_1


"Seharusnya kau menggunakan cara ibu, menyiksa mereka dan membalas mereka sehingga membuat orang-orang tersebut lebih memilih mati daripada hidup di dunia ini" jelas Navin.


"Tidak-tidak itu tidak bisa, akan memakan waktu yang lama" tolak Laura mentah-mentah. Walaupun dia suka cara yang diberikan kakaknya untuk membalas orang jahat tapi tetap saja, waktu yang digunakan akan lebih lama dan membuat orang-orang jahat yang berniat akan melukai ibu mereka bermain-main di luar dengan senangnya.


"Itu cara terbaik" ucap Navin yang tidak menerima penolakan.


"Tidak!"


"Iya"


"Tidak!"


"Sudah-sudah kenapa kalian malah bertengkar seperti ini, bukannya mom bilang jangan dipikirkan" tegur Luna yang melihat kedua anaknya bertengkar karena masalah yang belum tentu.


"Itu karena kakak" ucap Laura menyalah kakak laki-laki nya.


"Mom, lihat kakak mengejekku" ucap Laura dan bersandar di dada ibunya. Memainkan rambut panjang milik ibunya sambil mengendus kesal.


"Sudah, jika kalian bertengkar seperti ini mungkin saja musuh yang malah akan memainkan kalian" ucap Luna hangat.


"Apa musuh juga bisa memainkan?" tanya Laura bingung. Semasa hidupnya 8 tahun ini, dia bukan hanya bermain mainan mobil-mobilan ataupun boneka-boneka tetapi memainkan komputer dan meretas semua sistem operasi yang dimiliki orang-orang. Sampai dirinya sendiri pernah meretas sistem FBI yang memiliki keamanan tingkat tinggi.



Jelas membuat Luna bingung dengan kata-kata yang diberikan ibunya. Kata-kata yang seakan-akan mengatakan bahwa dirinya akan dimainkan oleh seseorang jika dirinya lengah. Pikiran kecilnya berputar mencari jawaban atas pertanyaan kecil miliknya sendiri.


Tanpa menyadari bahwa sang ibu menatap anak perempuan kecilnya dengan santai. Semua pelajaran yang dia berikan untuk anak-anak nya jelas tidak mudah. Membuat mereka dewasa terlebih dahulu cukup membuat hati miliknya tersakiti. Tetapi tidak ada yang lebih menyakitkan saat kedua anaknya berada di antara orang-orang bodoh.

__ADS_1


Dimana orang-orang bodoh itu akan dengan mudah dimanipulasi dan ditipu oleh sekitarnya. Sehingga menciptakan lingkungan yang kejam untuk masa depan anaknya.


" Huft, Laura dengarkan pesat mom kali ini" ucap Luna dan menyentuh pundak anak laki-laki nya. Membawa anak kecil yang sedang duduk dengan santainya ikut bersender di dekatnya.


"Mom..." panggil kedua anak tersebut. Mereka berdua sudah sering mendengarkan pesan ibu mereka. Pesan yang selalu berguna hingga mereka berumur 8 tahun dan pesan yang selalu membuat jalan hidup mereka tidak terlalu sulit. Namun ada satu kesulitan di setiap pesan ibunya yaitu aura.


Setiap ibunya memberikan pesan selalu ada aura asing yang membuat kedua anak kecil itu terdiam seketika. Aura yang hangat, dingin, bahagia maupun sedih itu seakan-akan tercampur di dalam satu hal. Menjadikan setiap pesan yang disampaikan selalu terasa gugup bagi keduanya.


"Mom hanya ingin mengatakan kepada kalian untuk tetap membiarkan Indra penglihatan, pendengaran maupun pengendus. Karena kita tidak tau bahaya apa yang akan terjadi ke depannya dan tidak ada yang tau siapa musuh kita. Bahkan mungkin saja saat ini musuh kita berada di dekat orang-orang yang iya sayangi." jelas Luna.


Pesan untuk anaknya sangat jelas dan penuh penekanan. Sebuah pesan yang mengatakan kepada kedua anaknya untuk tidak mempercayai siapapun. Dimana dunia yang mereka tinggali merupakan tempat yang dipenuhi dengan kebohongan mahluk hidup itu tersendiri.


"Jangan pernah percaya pada siapapun kecuali diri kalian memastikan nya sendiri" lanjut Luna dan mengelus pucuk kepala anaknya.


"Kami tidak akan mempercayai orang lain dengan cepat mom, tenang saja" ucap Laura percaya diri. Dia yakin dengan kepintaran miliknya dan penuh dengan kebanggaan memeluk ibunya. Berbeda dengan Navin yang terdiam dan memegang tangan ibunya yang ada di atas kepala.


Adik perempuan nya tidak mengetahui maksud tersembunyi di pesan ibunya. Membuat Navin hanya bisa terdiam dan tidak menanggapi. karena pesan yang di berikan ibunya adalah sebuah pesan yang mengatakan bahwa mereka berdua tidak bisa mempercayai orang lain. Antara lain ayah mereka sendiri.


Dimana hubungan darah saling terkait dan kebohongan selalu ada. Jelas mencerminkan bahwa itu merupakan pesan khusus untuk menjauhi ayah kandung mereka sendiri. Seorang laki-laki yang dekat namun tidak bisa mereka gapai dengan tangan kecil mereka. Itu adalah ayah mereka dan merupakan ayah kandung mereka.


'Cih, apa Laura tidak tau maksud ibu sebenarnya?' pikir Navin dan menatap tajam ke arah adiknya yang masih ceria.


'Apa pesanku terlalu berlebihan? padahal aku hanya ingin kedua anakku menjauh dan membenci laki-laki itu saja' pikir Luna yang melihat wajah gelap anak laki-lakinya.



🔫Maaf telat saya punya urusan tadi dan ujian saya kan masih berjalan jadi telat! dan juga bab selanjutnya akan menguak kebenaran tentang kecelakaan masa lalu...

__ADS_1


jadi to be continued\=>


__ADS_2