My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 30 : Target


__ADS_3

Luna berjalan ke luar dari mansion menuju taman belakang rumahnya sambil membawa senapan Barret M82. Senapan ini didesain untuk merusak peralatan musuh, seperti pesawat yang diparkir, unit radar, truk, dan berbagai aset penting lainnya dalam jarak jauh.


Meskipun awalnya dirancang sebagai senapan anti-material, Barret M82 juga digunakan sebagai senapan penembak jitu jarak jauh yang membuat Luna memiliki senapan bermerek Barret M82 Dari semua senapan yang diberikan ayahnya itu.


"Ou siapkan target yang akan ku tembak" dingin Luna sambil melihat sekeliling halaman belakang yang tidak banyak berubah dari dua Minggu dirinya pergi.


"Nona ingin yang biasa atau ditambahkan gambar?" tanya Butler Lelaki yang bernama Ou itu.


"Gambar" dingin Luna.


"Baik nona" ucap Butler lelaki itu dan pergi dari hadapan nonanya. Luna meletakkan senapannya tepat di atas tanah rerumputan hijau sambil mencari posisi yang nyaman untuk menembak dengan senjata yang dia ambil itu. Dalam menggunakan senjata senapan lebih mudah menggunakan posisi tiarap dan jangan lupakan rambut kalian diikat bila panjang agar tidak menutup pemandangan dalam melihat target yang akan ditembak.


"Nona Gambarnya pilih mana?" teriak lantang Ou di sebrang sana. Luna menepuk tangannya 2 kali yang menandakan dirinya memilih gambar kedua seperti biasanya. Ou mengambil gambar nomor dua dan menempelkan nya tepat di batang kayu yang ada di dekatnya.


Seperti biasanya Nonanya akan memilih gambar nomor dua yang artinya gambar itu berisi foto Lina Luxury target yang selalu menjadi sasaran tembak milik Luna. Ou berjalan menjauh dari sasaran tembak dan membiarkan Nonanya menembak dengan mudah.


Luna memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya pelan, angin malam menyapa kulit nya hembusan nafas pelan terdengar di gendang telinganya matanya terbuka pelan. Konsentrasi nya sudah dia dapatkan untuk fokus mengeluarkan peluru dari senapan miliknya. Tangganya menarik pelatuk yang ada matanya sudah mengunci target yang merupakan gambar saudarinya itu.


Dor***


Peluru meluncur mulus dan tentu saja mengenai target dan menghancurkan potongan kayu. Ou langsung mengganti batang kayu yang ada dan menempelkan gambar lagi. Tangan Luna dengan cepat menembakkan isi peluru ke tempat target yang berada jauh.


Dor** Dor** Dor**


Tembakannya selalu akurat dan tentu saja gambar itu langsung koyak. Lina menghembuskan nafas lega saat melihat targetnya hancur inilah yang dia suka apalagi saat dirinya melihat saudari perempuan yang memanfaatkan dirinya itu mati ditangan nya secara langsung.


'Pasti Menyenangkan' Smirk Luna.


"Nona ingin ganti target atau tetap?" tanya Ku di sebrang sana.


"Botol Kaleng!" tegas Luna. Dengan cepat Butler itu mengambil beberapa kaleng dan meletakkan nya berjauhan. Luna mengambil pistol hitam bermerek Glock 20.


__ADS_1


Begitu ringan dan tipis, tapi mematikan, bila menggunakan pistol satu ini. Glock 20 dibuat dengan bahan-bahan berkualitas. Bahan yang digunakan untuk membuatnya adalah bahan polymer yang mampu mengurangi hentakan yang ditimbulkan. Pistol ini juga memiliki mekanisme bongkar yang cukup susah. FBI saja butuh waktu lama untuk membongkar dan memasangnya.


Ringan tapi mematikan, julukan pantas untuk Glock 20. Glock 20 mampu memuat 15 peluru 10 mm yang masing-masingnya mampu dilontarkan hingga kecepatan 1600 kaki per detik. Senjata ini tidak hanya digunakan untuk militer tapi juga berburu. Alasan lain kenapa senjata ini mematikan adalah kemampuan akurasinya yang sangat keren dan tentu saja sangat berbahaya.



Luna melihat semua botol kaleng kosong yang ada di sebrang sana. Tangannya dengan cepat menarik pelatuk yang ada di pistol Glock 20 miliknya.


Dor** Dor** Dor**


Tiga peluru dirinya tembakan dan tiga peluru juga yang membuat botol di sana tepat sasaran. Botol kaleng kosong itu hancur dan terlempar entah kemana. Sebuah tepuk tangan bergemuruh di belakang Luna. Luna membalikkan tubuhnya dan langsung berdiri dengan sikap siap.


"Hormat kepada Komandan" ucap Luna tegap dan hormat. Tawa bangga lalu senyum hangat mengikuti lelaki paruh baya itu.


"Seperti biasanya formal hmm" Ucap Lelaki yang merupakan ayah angkat Luna yaitu Henry Nypole.


"Lalu?" tanya Luna datar.


{masih ingat Lily bukan? pelayan yang melayani Luna saat awal awal itu}


Luna melepas ikat rambutnya dan membiarkan rambutnya tergerai indah.


"Ada yang ingin dad bicarakan" ucap Henry tenang Luna mengangguk paham dan meletakkan pistol nya lalu mendekat ke arah ayahnya.


"Apa kau mendapatkan sesuatu di Mexico?" tanya Henry.


"Lumayan tapi mungkin dua hal yang akan mengejutkan mu dad" Smirk Luna.


"Apa itu?" tanya Henry menatap putrinya lekat.


" Saat di pesta aku mendapat kan info bahwa pemimpin Klan Singa adalah Keluarga Martin" jelas Luna tanpa ekspresi. Henry yang mendengar nya hanya mengernyit.


"Yang kedua?"

__ADS_1


"Pemimpin Klan Harimau, keluarga Luxury" lanjut Luna. Henry menatap mata anaknya mencari kebohongan yang ada di dalam matanya tapi nihil tatapan tegas dan jujur terpampang nyata di sana.


"Dua kabar yang lumayan mengejutkan dan apa kau masih mengingat kisah Hewan Singa dan Harimau yang tidak mungkin akur" ucap Henry.


"Tentu saja aku tau" tegas Luna.


"Berhati-hatilah nak sepertinya keluargamu merencanakan sesuatu hal yang membuatmu menjadi kambing hitamnya" ucap Henry dan menatap ke langit malam London.


"Maksud Dad?" tanya Luna.


"Jika kau tau cerita zaman dahulu artinya keluarga Luxury dan keluarga Martin tidak mungkin bersama dan pastinya mereka mengincar sesuatu bukan?" ucap Henry yang diangguki oleh Luna.


"Apa dad tau barang yang dicari mereka?" tanya Luna to the points.


"Dad juga tidak tau karena keluarga harimau sudah lama tidak aktif dalam dunia militer dan dunia gelap tapi mereka baru baru masuk ke daftar pertandingan" ucap Henry.


"Apa mungkin mereka berencana membunuh klan singa di pertandingan khusus Mafia itu" ucap Luna.


"Tidak tau nak, karena kau tau dunia militer semua peralatan mu akan dicek keamanan nya berbeda dengan mafia dunia kelap dan kotor tidak peduli nyawa hilang tidak akan ada orang yang ribut" jelas Henry.


"Siapa yang menjadi juri di pertandingan itu"


"Lucas mantan mafia yang selalu menduduki peringkat pertama dan sudah pensiun" jawab Henry.


"Lucas? siapa itu aku tidak pernah mendengar nya" bingung Luna.


"Hanya para ketua klan yang tau dan dad hanya bisa memberimu bocoran itu saja lalu jangan lupakan topengmu" Ucap Henry lalu pergi masuk ke dalam mansion.


"Baik dad" Jawab Luna pelan dan menatap punggung ayahnya yang mulai hilang dari penglihatan nya. 'Aku akan melakukan yang terbaik walau lelaki itu ikut serta ke dalam pertandingan kotor ini' Ucap Luna dalam hatinya.



🔫Jangan Lupa vote yaa besok bakal Double up dan tentu saja siap siap merasakan pelatihan ganas dari beberapa Klan. Penasaran? Vote nya ya

__ADS_1


__ADS_2