
Jam sudah menunjukkan angka 6.30 am. Luna sudah menyelesaikan semua urusannya yaitu bermain bersama anak-anak nya dan sekarang dengan pakaian kerja miliknya. Dandanan cantik nan polos menambah kecantikan padanya. Hari ini dia akan menyelesaikan masalah dengan Sisca dan datang ke perusahaan Star Entertainment.
"Mommy artikel kita berada di peringkat pertama" teriak Laura yang sudah memunculkan kepalanya dari ruangan komputer.
"Baguslah" ucap Luna.
"Mom, ini untuk ucapan terimakasih telah mengajarkan senjata tadi" malu Navin dan memberikan sebuah kotak makan.
"Terimakasih, jaga adikmu dan jangan sampai terluka" ucap Luna dan memasukkan kotak bekal ke dalam tasnya. Diantara mereka bertiga yang sering memasak adalah Navin. Seorang laki-laki yang menyukainya senjata dan seorang anak laki-laki yang selalu memasak saat waktu senggang. Karena ibunya sering pergi dan mereka berdua sering terbangun tengah malam dikarenakan lapar.
Membuat Navin belajar untuk memasak dan menyelesaikan kelaparan miliknya dan adiknya di tengah malam dengan makanan yang dia buat. Walaupun banyak pelayan di dalam mansion tetap saja memiliki waktu tidur dan waktu kerja. Sehingga tidak memungkinkan Navin dan Laura mendapatkan makanan saat jam mencapai angka 12 malam lebih.
"Kak, aku juga ingin bekal buatanmu!" teriak Laura dan kembali mendekat ke arah Navin.
"Tidak ada bekal untuk anak senakal kamu" sindir Navin terang-terangan.
"Mom! lihat kak Navin!" adu Laura.
"Sudah jangan bertengkar, mom pergi dulu" ucap Luna pamit lalu keluar dari mansion.
Hari ini dia menggunakan mobil Merci bewarna abu-abu milik kakaknya. Bukan mobil sport hanya mobil biasa untuk kerja. Karena hari Luna harus menyelesaikan masalahnya dengan Sisca dan menyelesaikan wanita itu secepatnya. Agar bisa lanjut ke rencana yang lainnya.
Mobil yang Luna kendarai sudah melaju membelah jalan di Mexico. Kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang di pagi hari menandakan jam kantor sudah akan dimulai. Sehingga membuat orang-orang dengan cepat berangkat ke konten sebelum terlambat.
Hingga tidak terlalu lama mobil Merci itu berhenti di depan pintu masuk perusahaan. Mobil yang dibukakan oleh penjaga memperlihatkan pesona Luna. Matanya yang tajam dan dingin membuat keheningan di lobby perusahaan.
"Selamat datang, nona" ucap semua orang menyapa Luna. Luna yang disapa mengganggukan kepalanya dan berjalan masuk ke lift.
__ADS_1
"Gila! pesona CEO kita hari ini tambah menyeramkan daripada biasanya" ucap seseorang dari lobby. Jantung mereka sebentar lagi akan copot bila mereka melihat tatapan mata CEO mereka lebih lama. Apalagi aura yang mencekam tadi membuat mereka merinding seketika.
"Aku harus menyelesaikan tugasku secepatnya bila tidak....." ucap salah satu karyawan.
"Aku juga..."
Karyawan-karyawan yang ada di dalam lobby perusahaan langsung masuk lift khusus karyawan. Menyelesaikan tugas dan membuat atasan mereka lebih tenang. Bagaimanapun sejak kejadian pemecatan secara brutal itu membuat orang-orang yang ada di perusahaan semakin rajin dan lebih teliti dalam mengerjakan tugas mereka. Karena atasan yang bernama Luna Nypole tidak pernah memaafkan kesalahan walaupun sedikit saja.
Bahkan waktu revisi yang diberikan juga hanya sedikit membuat orang-orang merinding di tempat.
Orang-orang yang memikirkan pekerjaan mereka sambil mengingat-ingat tindakan atasan mereka yang baru berbeda dengan atasan mereka yang sedang menyiapkan file dan arsip untuk dibawah ke Star Entertainment.
Masalah yang dibuat oleh Sisca Made jelas merugikan banyak perusahaan maupun industri yang berkeja sama dengan Sisca sebagai artinya maupun ambassador. Berita tentang hubungan kotor Sisca yang sudah memasuki berita utama di kota membuat hukuman maupun denda Sisca jelas banyak.
Tentunya Luna tidak akan menyia-nyiakan semuanya yang dimana dirinya merupakan sponsor utama Sisca dan telah memberikannya sebanyak 65%.Apalagi angka yang 65% bukan termasuk perbandingan 1:1, yaitu sebuah angka yang merupakan angka yang berat sebelah. Dimana Sisca mendapatkan keuntungan lebih banyak tetapi bila dia salah menggunakan kontrak maka Sisca juga harus membayar kontrak dengan bunga yang tertera di dalam kontrak yang pernah mereka tanda tangani.
Suara pintu yang dibuka secara keras membuat Luna menatap dingin ke arah pintu tersebut. Terlihat sekretaris laki-laki nya yaitu Kevin baru datang dan dengan nafas yang terengah-engah.
"Kevin sepertinya kamu lupa tata krama ya" dingin Luna.
"Maafkan saya nona tapi apa nona melihat berita utama di internet, televisi atau koran-koran?" tanya Kevin.
"Hubungan gelap Sisca bukan?" dingin Luna.
"Benar nona! hubungan gelap Sisca Made yang merupakan aktris tercantik dan seperti malaikat itu melakukan hubungan gelap, nona" jelas Kevin yang masih tidak percaya dengan berita yang ada di internet.
__ADS_1
"Tidak ada yang tau apa yang ada di baliknya, Kevin" tegur Luna yang sekarang sedang tersenyum pahit. Dirinya sendiri yang mengatakan tidak ada yang tau sikap asli seseorang tetapi kebenaranya dia juga memiliki sikap yang tidak diketahui oleh orang-orang.
Terutama sikap bahkan perilaku nya lebih berbahaya dari apa yang dilihat orang-orang darinya. Bukan seorang wanita yang dingin dan tegas tetapi seorang wanita yang penuh dengan darah dan sering melakukan hal-hal yang sadis terhadap musuhnya. Itulah dirinya yang sebenarnya bukan yang diliat para bawahannya sekarang.
"Dan juga nona yang lebih parahnya Nona Sisca Made sudah melakukan kontrak dengan kita, kan?" ucap Kevin.
"Kau benar karena itulah aku mengambil file ini" dingin Luna.
"Huh beruntung lah nona atasan saya sekarang" gumam Kevin dan menarik nafas lega.
"Memang kenapa kakakku, hmm?" tanya Luna Membuat Kevin gugup.
"I...itu"
"Katakan saja sebelum aku mengirimnya ke Afrika Selatan" ancam Luna.
"Karena jika tuan Rangga mungkin masalah ini hanya dianggap sepele dan tidak mempedulikan nya. Padahal masalah yang dianggap sepele itu membuat kerugian besar" jawab cepat Kevin.
'Hah, kakak patut saja perusahaan ini hampir bangkrut dengan gaya kerja seperti itu' pikir Luna.
"Kevin bawakan dokumen yang pernah ku minta saat itu" minta Luna yang langsung diangguki oleh Kevin dan dikerjakan nya.
Luna tidak memarahi Kevin yang kadang-kadang berbuat tidak sopan. Karena bagaimanapun juga Kevin merupakan salah satu orang yang terbuka dan terlalu terus terang. Membuat Luna merasakan keuntungan dari orang yang merupakan sekretaris kakaknya. Apalagi saat melihat Kevin kadang-kadang Luna teringat akan dirinya yang dulu.
Dimana dirinya duku hanyalah seseorang yang beruntung bisa berkeja di perusahaan terkenal dan menduduki posisi sekretaris. Menemani Leon kemanapun berada dan selalu mengerjakan semua tugas yang diberikan atasannya sebaik mungkin. Polos, lembut, dan rendah hati sikap yang selalu ada di dalam dirinya dulu tapi sekarang...
'Hah... sepertinya aku harus menyelesaikan ini secepatnya dan membunuh orang itu juga' ucap Luna dalam hati
__ADS_1
Benar dia hanyalah seorang wanita yang bertujuan menyelesaikan masalahnya dan membalas semua perbuatannya yang dimakan orang-orang kepadanya berkali-kali lipat. Hingga mereka semua lebih memilih mati dibandingkan hidup di dunia ini.