My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 160 : Damian (1)


__ADS_3

Kini angin mulai bertiup keras, suara helikopter menambah kebisingan di tengah-tengah kebakaran tersebut. di mana helikopter itu terbang menuju mansion yang terbakar mulai memadamkan api yang ada di bawah mereka.


Dengan air juga tanah yang bercampur pasir, 12 helikopter tersebut secara bergantian memadamkan setiap sisi mansion yang terbakar. sehingga tidak lama kemudian api yang tadinya besar mulai mengecil, udara yang tadinya dipenuhi dengan kabut asap berwarna hitam kini dipenuhi dengan kabut asap berwarna cokelat yang berasal dari pasir yang mereka bawa.


Membuat orang-orang yang berada di dekat mansion menutupi hidup mereka berlari menjauh dari tempat tersebut. Membiarkan bala bantuan menyelesaikan pekerjaan mereka memadamkan api yang merayap ke lingkungan di sekitarnya.


yang beruntungnya mansion tersebut tidak membuat lingkungan di sekitar mereka terbakar sepenuhnya hanya sebagian saja. Membuat lingkungan yang dipenuhi dengan api yang berkobar sepenuhnya padam.


Menyisakan suara helikopter yang kini mulai mendarat di sepanjang jalan mansion. Dengan suara bariton yang kuat juga penuh hormat, seorang laki-laki berambut pirang keluar dari salah satu helikopter berwarna emas tersebut.


Wajahnya yang tampan memiliki garis rahang yang kuat, matanya yang tajam memberikan perasaan intimidasi yang hebat saat orang-orang melihatnya, bibirnya memiliki bentuk yang bagus atau bisa dibilang tidak berlebihan tentunya gaya rambut yang ICONIC menambah bonus tampilan wajah tampannya itu.


Seolah-olah dia merupakan pria tampan yang sangat sulit didekati, bila saja dia tidak mengeluarkan senyumnya yang penuh dengan pesona godaan fatal. Membuat orang yang berpikir bahwa dia sulit didekati akan mengubah pikirannya sebanyak 360°.


karena saat ini laki-laki yang memiliki sosok intimidasi itu mengeluarkan senyumnya yang manis tentunya suaranya yang penuh dengan godaan. di mana orang tersebut kini berubah menjadi laki-laki yang memikat banyak bunga persik.


"Luna, sayang. Apa kau merindukanku?" panggil orang tersebut sambil membuka kedua tangannya lebar-lebar. Membuat Luna yang melihatnya mengernyitkan dahinya mengeluarkan urat tipis berwarna biru di dahinya.


“Luna ku sa- waaah, apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku Rang- Eh, siapa kamu?” tanya orang tersebut sambil menatap wajah yang tidak pernah dia jumpai semasa hidupnya menyadari bahwa mata berwarna biru laut itu sedang menatapnya dengan dingin.


“Kau-”


“Damian” panggil Luna tenang sambil menatap wajah laki-laki yang ada di depannya dengan dingin.


Membuat orang yang sedang diangkat itu dengan mudahnya melepaskan genggaman tangan yang berada di kerah bajunya berjalan ke arah Luna dengan patuh. terutama saat dia mendengar namanya dipanggil oleh wanita yang ada di depannya saat ini.


seperti seekor anjing yang patuh terhadap pemiliknya, seperti itu jugalah penilain orang-orang yang berada di sekitar Damian saat melihat tingkah lakunya yang seperti seekor hewan peliharaan.

__ADS_1


“Apa kau merindukanku, Luna?” tanya Damian penuh rasa keingintahuan yang dalam tentunya tak lupa mempertahankan sikap kebangsawanan miliknya yang dengan lembut mengecup tangan milik Luna.


“Tidak”


“seperti biasanya kau memang sangat jahat Luna, bahkan kau tidak takut saat melukai tanganmu sendiri” ucap Damian yang sangat jelas melihat bekas luka yang berasal dari goresan sebuah benda tajam.


"Apa orang yang ada di belakang ku ini yang membuatmu kesal, sayang?" bisik Damian yang melihat bahwa bibir milik Luna sedikit tertarik ujungnya. Walaupun itu hanya sedikit bahkan tidak bisa kulihat dari kejauhan, Damian yang berada di depannya sangat jelas melihat hal tersebut.



Yang menandakan bahwa orang yang berada di belakangnya saat ini adalah orang yang sama yang telah membuat wanita yang ada di hadapannya terluka. Dengan senyuman yang penuh dengan pesona, Damian berbalik dan melepaskan tendangan miliknya.


Dimana tendangan tersebut terlihat sangat cepat dan juga sangat kuat, membuat orang-orang yang melihatnya terkesiap. Namun tidak dengan Leon yang dengan mudahnya menghindari tendangan milik Damian dan menahan kaki milik lawannya dengan pergelangan tangan miliknya.


Lalu menatap wajah Damian dengan tenang, seolah-olah serangan itu bukan apa-apa baginya. Membuat Damian yang melihat provokasi Leon, mengernyit kesal dan melepaskan kakinya dari genggaman tangan itu.


Membuat Damian yang kesal menjadi tenang dan mengeluarkan senyum lebar miliknya. seolah-olah ada hal menarik perhatiannya, sehingga dia akan mengeluarkan kemampuan terbaik miliknya.


Terutama saat melihat wajah tenang milik lawannya, membuat Damian yang melihatnya semakin tertarik.


"Hahaha, ini sangat menarik" tawa Damian penuh dengan kesenangan tanpa menghentikan sedikit gerakan memukul dan menendang miliknya. Sama seperti lawannya saat ini, Leon yang sedang menangkis serangan milik Damian menatap lawannya dengan tenang.


Tapi hanya dirinya saja yang mengetahui akibat yang dia dapatkan saat pukulan maupun tendangan itu mengenai tubuhnya. Terutama kekuatan lawannya yang terkontrol, membuat setiap tendangan dan juga pukulan yang ia lemparkan kepadanya sangat akurat.


Bahkan saking akuratnya, membuat dirinya harus mengeluarkan seperempat dari energi yang dia miliki. Untuk mengontrol kekuatan miliknya dan tentunya stamina yang harus ia simpan selama pertarungan. Agar tidak mengeluarkannya secara berlebihan dan merugikan tubuhnya.


"Kau-"

__ADS_1


"Tuan, awas!" teriak seseorang, membuat Leon yang ingin mengatakan sesuatu hal kepada lawannya dengan cepat menangkis pergelangan tangan milik Damian dan menendang salah satu kakinya.


Damian yang melihat gerakan Leon dengan cepat membalikkan tubuhnya dan membiarkan kakinya menendang perut Leon. Gerakannya yang sangat cepat dengan mudah mengunci pinggang milik Leon.


Leon yang melihat gerakannya pun dengan cepat menghindari nya, menundukkan tubuhnya ke bawah lalu menarik tangan Damian. Mengambil kerah baju miliknya dan membanting tubuhnya ke bawah.


Membuat tubuh Damian terangkat ke langit-langit, tapi tidak berhenti di sana saja Damian yang merasakan tubuhnya melayang dengan cepat melakukan backflip (salto) ke belakang untuk menghindari tubuhnya jatuh ke bawah.


Sehingga ia bisa berdiri dengan kokoh di seberang Leon tanpa bersentuhan langsung dengan jalan. Karena jika dia jatuh ke bawah, maka dia akan sangat kesulitan untuk bangkit. Terutama saat melihat gerakan Leon yang cepat dan juga akurat dan dipastikan gerakan serangan selanjutnya akan dengan mudah dihentikan oleh Leon.


Dimana saat ini, orang yang tadinya melakukan gerakan offence(menyerang) berubah menjadi defense (pertahanan) dan orang yang sebelumnya terus-menerus melakukan gerakan defense (pertahanan) kini berubah menjadi gerakan menyerang.


Yang mana setiap gerakan serangan yang dihasilkan oleh Leon sangatlah tajam dan juga kejam. Membuat Damian yang melihatnya menyadari bahwa selama pertarungannya, lawannya menyembunyikan kekuatan nya yang sesungguhnya.


Atau bisa dibilang dia hanya menggunakan 10% dari kekuatan miliknya dan sisanya dia sembunyikan. Sehingga Damian menyadari bahwa dirinya selama ini sedang ditipu oleh orang yang ada di depannya.


"Sial, beraninya kau menipu diriku"


"Heh, bodoh" ucap Leon sambil berbisik ke telinga Damian.


Membuat Damian yang mendengarnya semakin kesal dan menambah kekuatan tempurnya. Tanpa mengetahui bahwa dirinya hampir melampaui batas kemampuan miliknya selama ini, yang artinya sebentar lagi dia akan kelelahan dan dengan mudahnya dia menampilkan kelemahan miliknya.


'Bodoh'



🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.

__ADS_1


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2