My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 71 : Salam Kenal


__ADS_3

Di dalam ruangan terdapat enam orang yang masing-masing memiliki anak buahnya sendirian. Dari Luna dengan sekretaris miliknya, CO dengan asistennya dan Sisca dengan manajer nya. Di ruangan ber-AC itu mereka membahas kontrak khusus milik Sisca. Anggukan dan senyum manis tanpa dosa membuat CO mempercayai tanggung jawab besar ini kepada Sisca Made.


Berbanding terbalik dengan Luna yang hanya bisa memberikan senyum ringannya tidak dengan hatinya yang tulus. Hati Luna sudah mengetahui semua hal yang ada karena dengan mata milik Sisca sudah mencerminkan watak yang sebenarnya.


Lensa kontak yang dia pakai mungkin cukup untuk membuat niat dari matanya tidak terlihatkan. Tapi sayang Luna sudah terbiasa dengan semua hal itu yang dia pelajari dari Joe. Dimana Jos sudah sering menggunakan kacamata dan lensa kontak sebagai penyamaran miliknya untuk memasuki kediaman musuh atau mengelabui mereka.


Lensa yang juga diproduksi oleh dirinya sendiri untuk melakukan beberapa kejahatan. Hanya saja Joe akan mengatakan satu hal dengan wajah loli seperti anak-anak nya itu.


'Anak kecil berbuat salah tidak masalah kan' ucap Joe berulang kali. Dari postur tubuh anak-anak nya dan pakaian loli miliknya membuatnya seperti anak-anak kecil yang sedang berada di sekolahan. Sungguh penipuan yang hebat dari temannya yang satu itu. Berbanding terbalik dengan penampilan milik Luna yang mengarah ke arah dewasa dan tentunya pakaian yang merupakan pakaian resmi sering digunakan untuknya bekerja.


Dirinya tidak bisa bebas untuk melakukan kejahatan secara terbuka seperti Joe. Karena nama dan statusnya yang penuh dengan daya tarik dari semua juru kamera membuatnya harus memperhatikan dan menghitung segala cara yang aman tanpa meninggalkan jejak dalam menyelesaikan misinya.


"Nona.. nona tanda tangannya" ucap Kevin memanggil Luna yang dari tadi menatap aktris perempuan dihadapannya.


"Ah baik, maaf saya hanya teringat akan jadwal rapat milik saya" ucap Luna meminta maaf. Dirinya tidak mungkin memberi tau bahwa dia sedang membanding-bandingkan temannya dengannya dalam melakukan aksi kejahatan atau aksi untuk membela negara.


"Selesai dan apa anda bisa memperkenalkan nama anda, bukannya kita masih belum berkenalan" jelas Luna sambil mengarahkan tangganya ke arah Sisca.


"Maaf... maaf sepertinya saya belum memperkenalkan diri dari tadi ga hehehe" ucap Sisca sambil menggaruk kepala belakang nya.


"Perkenalkan dirimu, Sisca" ulang Manajer Sisca.


"Baik, ehem perkenalkan nama saya Sisca Made saya hanyalah seorang junior yang tau bahwa saya masih belum terlalu terkenal seperti senior-senior saya sekarang" jelas Sisca dan mengakhiri nya dengan senyum manisnya.


"Seperti biasa kamu memiliki sikap yang rendah hati, Sisca" puji CO yang mendengar ucapan Sisca.

__ADS_1


"Ehh benarkah, tetapi bukan kah itu fakta?" ucap Sisca dan meletakkan jari telunjuknya di dagu miliknya.


"Hahaha tidak perlu merendah seperti itu Sisca" tawa CO yang melihat sikap ramah Sisca, aktris miliknya.


"Benar Sisca kami tidak perlu merendah seperti itu, kamu cukup terkenal kok sayang" timpal manajer Sisca dan menepuk bahunya lembut.


"Ehh baiklah" pelan Sisca dan tertawa pelan. Tawanya terdengar lembut di pendengaran semua orang. Seperti julukannya malaikat manis dari awan-awan lembut yaitu Sisca Made.



Sayangnya semua tawa, senyuman dan sikap anak-anak dan kepolosan Sisca hanya membuat Luna ingin muntah. Dirinya merasakan rasa jijik yang melebihi dari melihat sikap Joe kepadanya. Bahkan jika Luna membandingkan sikap Joe dengan Sisca, sudah dipastikan Joe lebih baik dari perempuan yang berpura-pura dihadapannya.


Gerakan yang dibuat-buat dan wajah yang sok suci itu membuat Luna ingin sekali mematahkan tulang yang ada ditangannya dan tulang tengkorak yang ada di kepalanya. Pasti sangat menyenangkan sekali jika wajah busuk itu menghilang dalam dua kali patahan.


"Senang berkenalan dengan anda, Nona Sisca" senyum Luna hangat. Tangannya ia julurkan ke arah Sisca, membiarkan Sisca menerima juluran tangannya.


"Baik salam kenal, dan semoga kita bisa menjadi teman baik hehe" ucap Sisca yang menerima juluran tangan milik Luna. Tangannya merasakan rasa yang dingin dan lama-kelamaan sebuah genggaman yang kuat dari orang yang ada dihadapannya itu.


'A..apa ini' pikir Sisca bingung. Dia ingin melepaskan genggaman tangan tersebut tetapi tenaga miliknya kalah kuat dari tangan milik orang yang merupakan sponsor nya. Bahkan orang dihadapannya termasuk sponsor terkuat yang pernah dia dapatkan dengan angka 65%.


"Itu..."


"Saya harap anda tidak membuat kekacauan Nona Sisca di dalam kontrak kita ini" hangat Luna yang sayanya semua kata yang ada di Kalimatnya hanya ada ancaman halus saja.


"Itu.." Sisca gugup dirinya tidak bisa melepaskan genggaman tangan yang dia dapatkan. Dia merasakan tekanan yang kuat dan dia merasa bahwa tangannya sekarang sudah memerah karena sponsor yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Tenang saja nona Luna, saya pastikan bahwa nona Sisca akan melakukan kontrak ini sebaik-baiknya dan memberikan anda sebuah keuntungan" senang CO yang memberikan memastikan ke arah Sisca. Bahwa pilihannya tidak akan salah untuk memiliki Sisca Made.


"Itu... kak" panggil Sisca pelan ke arah manajernya, dia sangat kesakitan di tangannya. Dia membutuhkan bantuan untuk melepaskan genggaman tangan ini secepatnya. Sebelum tangan miliknya putus dan sulit digunakan untuk shooting selanjutnya.


"Benar nona Luna, saya mempercayai" timpal Manajer Sisca cepat. Dia tidak mendengar permintaan Sisca yang hanya dia fokuskan adalah sebuah keuntungan dan keuntungan di masa depan.


"Kalau begitu, mohon kerja samanya" jawab Luna dan melepaskan genggaman tangannya. Dia bisa melihat ekspresi panik milik Sisca yang sudah menyimpan tangan kanannya di balik pakaiannya. Nafasnya yang terengah-engah menandakan genggaman tangan dari Luna membuat tangan milik Sisca kesakitan.


'Sial! apa-apaan ini! kenapa ini sakit sekali?' pikir Sisca kesal yang tanpa tau bahwa semua ekspresi dan gerakan nya itu di perhatikan oleh Luna. Dirinya tidak menyangkal bahwa kukunya juga ikut membantu untuk menekan genggaman tangan tadi yang pastinya itu akan cukup berbekas di tangan milik Sisca.


'Percobaan yang bagus' ucap Luna dalam hati. Sebenarnya dia tidak memikirkan hal ini sebelumnya hanya saja sebuah ide datang dan tidak mungkin dia sia-sia kan untuk menyentuh kulit lembut milik Sisca, yang nantinya akan dia hancurkan dan membuat kulit putih bercahaya itu menjadi kulit bewarna coklat yang mengerikan.


"Baiklah terimakasih atas bantuan anda nona Luna" ucap CO dan bersalaman dengan Luna.


"Senang membantu anda tuan CO, kalau begitu saya pamit ada rapat yang harus saya hadiri" ucap Luna yang mengakhiri pertemuan nya kali ini.


"Kalau begitu kami akan mengantarkan kepergian anda nona Luna, silahkan lewat sini" bantu Asisten CO dan mengarahkan mereka ke arah luar, menuju tempat parkir.


"Permisi" ucap Kevin dan menutup pintu mobil milik Luna. Di dalam mobil Luna menatap ke arah gelas wine miliknya yang sudah terisi, goyangan wine tersebut nyajya memberikan sebuah smirk dinginnya.


'Ini akan dimulai Sisca' smirk Luna.



🔫Oh yeah Luna kita akan beraksi dan juga selamat hari kemerdekaan republik Indonesia ke 75, semangat 45 semuanya\=͟͟͞͞\=͟͟͞͞三❆)'дº);,’:

__ADS_1


__ADS_2