My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 26 : Waktu


__ADS_3

Luna dan Neva berjalan di taman mansion itu tiupan angin menyambut mereka lembut suara burung berkicau merdu di dekat mereka tetapi hanya ada keadaan hening di antara mereka berdua. Luna mengajak Neva berjalan di area taman karena dia tau Neva memiliki banyak pertanyaan untuk kedua malaikat kecilnya itu.


"Apa sister Neva hanya akan diam saja?" tanya Luna yang memulai obrolan mereka. Neva menatap bunga-bunga yang bermekaran di sana hingga matanya menatap pelan ke arah Luna banyak pertanyaan yang ingin dirinya tanyakan kepada sosok perempuan dewasa itu.


"nona apakah itu anak nona?" tanya gugup Neva yang di jawab anggukan kepala oleh Luna. Neva menarik nafasnya pelan untuk melanjutkan setiap ucapan yang tidak pernah dirinya bayangkan.


"Apa itu anak tuan Leon dan nona?" tanya Neva kepada Luna.


"Ya dia anak lelaki itu" jawab singkat Luna terlihat senyum terbit di wajah Neva mendengar jawaban yang baginya membahagiakan itu.


"Apa tuan Leon mengetahuinya nona? bila nona memberitahunya acara pertunangan bisa dibatalkan dan nona bisa bersama dengan tuan Leon itu pasti hal yang menyenangkan nona" semangat Neva sambil menatap masa depan 'ahh pasti menyenangkan sekali bila nona hidup bahagia' pikir Neva.


"Jika aku yang dulu mungkin akan berpikir itu adalah hal yang membahagiakan tapi sayang aku tidak berharap bersama nya lagi" ucap Luna sendu ya jika dirinya dulu pasti akan sangat bahagia tapi sayang dirinya yang dulu sudah mati tidak ada Luna luxury yang ada hanyalah Luna Nypole perempuan dingin dan bengis.


"Nona.." belum sempat Neva mengucapkan kalimatnya Luan menutup mulut neva. Suara semak-semak terdengar di dekat mereka Luna mengeluarkan pisau belati yang selalu dia bawa dan


sssssst


Pisau belati itu melesat cepat ke arah semak-semak itu suara terkejut terdengar di sana. Luna langsung berlari ke arah semak-semak itu dan mengunci rapat seorang laki-laki yang sedang bergetar itu.


"A...ampun saya nona" takut lelaki itu.


"Siapa yang mengirim mu" dingin Luna yang membuat laki-laki itu makin takut. Tidak ada jawaban laki-laki itu hanya menutup mulutnya sebuah senyuman smirk terpampang nyata di wajah Luna.

__ADS_1


"Nona lepaskan laki-laki itu dia ketakutan nona" ucap Neva khawatir tetapi berbeda dengan Luna dirinya mengambil pisau belati satu lagi yang ada di pahanya dan mendekatkannya ke leher lelaki itu.


sreeeet


goresannya tipis tetapi sudah mulai membuka kulit itu suara ringisan lelaki itu terdengar suara ketakutan Neva terdengar di taman itu.


"Katakan siapa" tegas Luna.


"Nona Lina" jawab lelaki itu lalu Luna langsung menebas leher lelaki itu kasar. Lelaki itu terbaring di rerumputan itu leher dan kepalanya hampir terpisah dengan luka yang sangat dalam nyawanya pergi hanya dengan hitungan detik, darah segar itu terciprat mengenai wajah cantik milik Luna.


Tubuh Neva bergetar ketakutan dan berteriak suara teriakan itu cukup keras membuat Rangga, Joe, Navin dan Laura bergegas ke l


arah taman. Mereka terkejut Bukan main saat melihat sebuah mayat terpampang nyata dengan kepala dan leher yang sudah hampir terputus. Joe langsung melepas syal miliknya dan menggulingkan ke arah Neva dia tau perempuan itu ketakutan saat melihat pembunuhan langsung ada dihadapannya.



Berbeda dengan Rangga yang mendekat ke arah adiknya itu dan mendengarkan ucapan adiknya yang pastinya beranda dingin dan tegas.


"Singkirkan kecoa ini dari mansion kita dan juga Laura ambil kamera itu bawa ke dalam mansion" ucap Luna dingin lalu mengambil belatinya yang satu lagi.


"Siap laksanakan" jawab Rangga dan Laura. Rangga mengambil peralatan miliknya dan meminta asistennya untuk menolong nya menyingkirkan mayat ini mungkin dengan cara dibuang ke laut atau juga diberikan ke hutan yang banyak anjing liarnya.


Sedangkan Laura langsung mengambil kamera yang tergelatak di tanah itu dan membawanya ke dalam mansion untuk melihat memori card dan media yang ada di sana. Navin berjalan mendekat ke arah ibunya yang menetap dingin dan datar ke arah tangan nya yang sudah dilumuri darah segar itu.

__ADS_1


"Mom tidak apa-apa kan?" tanya Navin kepada Luna.


"Navin kamu bersihkan dulu darah yang berceceran di rumput itu baru kita bicarakan lagi" ucap Luna dingin yang diangguki oleh Navin.


"Siap laksanakan" ucap Navin lalu mengambil selang air dan menyalakan keran air itu. Luna berjalan memasuki mansion dengan tangan nya yang masih terlumuri darah itu, Pisau belati yang merupakan senjata untuk menebas kepala lelaki itu membuat pahanya tertetesi darah.


Luna menatap ke arah Neva yang masih gemetaran dan tidak berani menatap mata Luna. Langkah kaki Luna mendekat ke arah perempuan yang merawatnya dengan tatapan dingin dan tanpa ekspresi itu.


"Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu sister Neva tapi inilah aku yang sekarang dan juga perempuan yang kau lindungi dulu sudah tidak pernah ada di dunia ini, Karena perempuan yang memiliki wujud seperti malaikat itu sudah berubah menjadi iblis yang akan menghancurkan hidup semua orang yang pernah menyakitinya" ucap Luna dingin sambil menatap Neva uang masih bergetar.


"Dan inilah kalimat terpanjang yang bisa kuucapkan" lanjut Luna lalu pergi dari hadapan Neva. Joe yang baru keluar dari kamar mandi sambil membawa ember dan pel hanya bisa berteriak ke arah temannya yang pergi ke dalam kamarnya itu.


"Luna-chan cuci kaki dan tanganmu dulu darahnya berceceran kan!" teriak Joe lalu menggeleng kepala dan mulai membersihkan lantai lantai yang terkena bercak darah itu. Neva menatap kosong ruangan itu mulutnya tidak bisa mengeluarkan beberapa kata tetapi hatinya sungguh tersayat dan sakit saat mendengar ucapan anak perempuan yang dia asuh sudah berubah.


Dirinya berpikir Luna akan berubah jika dia melahirkan anak Leon dan akan bersama dengan Leon lelaki yang merupakan cinta pertamanya itu tapi semua pikirannya melesat jauh saat mendengar ucapan dingin dan tatapan mata yang sangat kental untuk membunuh semua orang yang telah melukainya. Bau yang dulunya penuh dengan harus bunga tulip suci dana bersih sekarang sudah berubah menjadi bau darah dan amis yang segar dari manusia manusia yang dirinya bunuh bahkan dia lukai.


'Aku gagal menjagamu, Luna' pikir Neva sedih air matanya keluar tanpa diminta jika waktu yang membuat seseorang berubah maka dirinya hanya ingin mengulang waktu membuat malaikat yang dia jaga selama 10 tahun lebih itu kembali menjadi manusia suci tanpa dosa tapi itu hanya karena waktu tidak akan pernah bisa diulang dan penyesalan selalu datang di akhir.


'Maafkan saya' ulang Neva dengan tangisannya.



🔫Besok Bakal Double Up kalau yang vote banyak bakal jika votenya banyak banget Crazy up siap menyambut Readers My EEx Secretary.

__ADS_1


__ADS_2