
Memikirkan semua hal yang terjadi doi masa kini dan juga masa lalu, membuat Luna menyadari nilai dari hubungan mereka semua. Yang artinya semua kejadian yang terjadi di masa kini telah dilakukan di masa lalu.
Namun sayangnya, semua bukti yang terjadi di masa lalu telah diputus secara paksa oleh pihak tertentu. Membuat Luna yang merupakan orang berkaitan tidak bisa mengetahui dan mengingat apa yang terjadi di masa lalu.
"Oh ya Luna, kau bisa mendapatkan hal-hal penting yang berkaitan dengan potongan peta dari anakmu yang laki. Karena aku memeriksa orang tersebut bersamanya dan pastikan kau mengingat poin-poin penting yang kamu dapatkan nanti."
"Karena misi kali ini mungkin saja membahayakan nyawa kita." Gumam Rangga sambil meletakkan ransel militernya ke punggung dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Membuat ruangan yang tadinya ramai menjadi sunyi kembali. Terutama saat kakaknya mengatakan bahwa banyak petunjuk didapatkan dari orang yang telah ditangkap kakaknya. Sehingga memudahkan Luna dalam mengingat dan mencari tau maksud dari kejadian yang terjadi selama ini.
"Hah, sepertinya aku harus mencari tau siapa saja yang ditangkap dalam kecelakaan hari itu. Agar bisa mencari tau apa yang terjadi di dalam kecelakaan tahun itu." Gumam Luna.
Dengan suara gumaman yang kecil itu, Luna pergi meninggalkan tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Suara air yang mengguyur membuat pikiran Luna yang berkecamuk menjadi tenang. Sesaat itu juga Luna yang telah membasahi seluruh tubuhnya mengambil selembar kertas yang terselip di foto tersebut.
Dan mengarahkannya ke air shower yang perlahan mulai mengalir di kertas tersebut. Dimana kertas yang tadinya kosong kini menampilkan warna tinta berupa tulisan seseorang.
Di sana Luna terlihat jelas, bahwa wilayah milik mereka sedang dalam bahaya. Terutama penulisan yang harus menggunakan pena khusus yang hanya akan muncul saat air mengairi nya dan menghilang saat kertas itu hancur oleh air.
Membuat jejak yang mereka buat menghilang dengan sangat cepat. Setelah pihak pertama membacanya. Sehingga pihak kedua maupun pihak ketiga tidak bisa mengetahui apa yang ditulis di dalam kertas tersebut.
" +XX6XX89XXXX1-"
Dengan suara gumaman angka dan juga suara aliran air. Pikiran Luna mulai tenggelam kembali ke dalam misi yang akan ia lakukan.
Di tempat lain,
Leon yang duduk di meja kerjanya, kini sedang memeriksa laporan kerja dan juga keuangan milik perusahaan di bawah tangannya.
Sambil memegang pulpen dengan milik meter 0.8, Leon mulai menandatangani semua laporan yang memang harus ditandatangani dan mencoret yang memiliki banyak kesalahan di dalamnya.
__ADS_1
Dengan suara coretan pulpen yang berantakan, Leon mengakhiri pemeriksaan laporan untuk sesi kali ini dan bersamaan dengan suara pulpen yang diletakkan.
Terdengar suara pintu di ketuk, membuat Leon yang mendengarnya mengangkat kepalanya dan melihat ke arah pintu yang memberi kan sebuah bayangan dari depan pintu.
"Masuk." Dingin Leon.
Membuat orang yang mendengar tanggapan pemimpinnya, mendorong pintu tersebut dan masuk ke dalam kantor yang dipenuhi dengan warna hitam dan juga abu-abu.
Ditemani beberapa karyawan laki-laki, sekretaris pribadi Leon masuk ke dalam ruangan sambil membawa setumpuk laporan perusahaan yang baru saja diserahkan ke tangannya.
"Pak, ini semua laporan dari devisi lain. Mereka menunggu keputusan bapak untuk setiap laporan yang perlu ditandatangani" Jelas sekretaris itu sambil meletakkan laporan perusahaan yang baru dan mengambil laporan lama yang telah diperiksa oleh tuannya dan menyerahkan ke karyawan lain untuk dibagikan.
Membuat Leon yang telah meminum air minumnya, meletakkan kembali cangkir tersebut di samping pulpennya berada.
"Ya, letakkan saja di situ dan apa perusahaan mendapatkan masalah saat aku tidak ada dua hari ini?" Tanya Leon yang mulai memeriksa kembali laporan yang baru saja diserahkan oleh bawahannya.
Membuat sekretaris laki-laki yang mendengarnya tertegun dan memikirkan kejadian yang terjadi di perusahaan selama ini.
"Hm?"
"?"
"Beberapa hari ini, selama tuan tidak berada di perusahaan ada beberapa orang sering bertanya tentang kondisi perusahaan kita lebih karyawan kerja kita."
"Seperti, apa bapak sedang berada di kantor? Atau jam berapa perusahaan kalian aktif bekerja?" Jelas sekretaris tersebut.
Membuat Leon yang mendengarnya seketika menghentikan gerakan penanda tangannya dan mengangkat kepalanya ke atas.
"Lalu, apa yang mereka jawab saat ditanya seperti itu?" Tanya Leon tenang, namun api yang ada didalam dirinya kini sedang berkecamuk.
"Seperti yang bapak dulu minta, kami tidak menjawabnya dan akan mengalihkan perhatian mereka. Sedangkan yang bingung mereka menganggap orang itu sebagai orang yang mencurigakan jadi mereka berlari masuk ke dalam perusahaan dan meminta bantuan pihak keamanan untuk mengawalnya masuk."
"Oleh karena itu selama bapak tidak ada di perusahaan, keamanan perusahaan ditingkatkan tanpa sepengetahuan tuan. Maaf atas ketidaksopanan nya pak." Jelas sekretaris tersebut
__ADS_1
Membuat Leon yang mendengarnya tenang saat mengetahui bahwa orang-orang di bawah perusahaan nya bisa diandalkan dibandingkan kepercayaan perusahaan milik orang lain.
"Ehm, kalau begitu cari tau apa ada masalah di tempat lain." Dingin Leon yang kembali memeriksa laporan yang ada di atas meja miliknya.
"Baik pak, oh ya pak baru saja saya ingat orang-orang yang bertanya itu sering memberikan uang saat mereka bertanya. Kadang berupa tas edition, perhiasan mewah sampai kartu bank terbatas. Oleh karena, permisi pak." Ucap sekretaris itu pergi meninggalkan ruangan milik tuannya.
Membuat Leon yang tadinya tenang, menjadi marah dan secara tidak sengaja mematahkan pena yang ia pegang saat mendengar penjelasan tambahan milik bawahannya.
'Perhiasan? kartu? Apa orang-orang itu ingin menyuap karyawan ku atau menggali informasi di bawah tanganku?' Pikir Leon saat mengetahui bahwa masalah di perusahaan cukup serius.
Terutama hanya orang tingkat ataslah yang bisa membeli barang-barang mewah itu, tapi hanya orang-orang tertentu saja yang rela menyerahkan barang mewah dan sulit didapatkan hanya untuk mendapatkan jawaban tentang perusahaan nya.
"Klik."
Dengan suara jentikan jari, sebuah bayangan berdiri di hadapan Leon. Jika kalian melihat bayangan itu, kalian akan familiar dengan kekuatan yang ada di bawah tangannya.
Berupa bawahan khusus yang cukup handal dalam menangani hal-hal kotor dan juga gelap. Menjadikan nya sebagai kekuatan di bawah lengan bajunya.
"Ya, tuan."
"Periksa merek tas dan kartu apa yang ditawarkan oleh orang-orang itu. Setelah itu kau tau maksudku bukan?" Tatap Leon sambil mengangkat alisnya.
Membuat bayangan yang mendengarnya dengan cepat mengangguk dan menghilang dari tempat tersebut. Leon yang melihat aksinya yang cepat pun cukup mengapresiasi orang di bawah lengannya.
Sehingga ia merasa harus menghadiahi mereka dengan liburan atau sebagainya.
'Menarik, pekerjaan mereka lebih cepat dari yang biasanya.' Pikir Leon memuji pekerjaan orang-orang di bawahnya.
Jika para bayangan dan bawahan yang mendengar hal tersebut, mereka mungkin akan mengalami mimpi buruk selama beberapa hari. Saat mengetahui bahwa tuan mereka yang cukup dingin dan tanpa ampun sedikitpun, akan memuji kerja keras mereka.
[Bukankah ini sangat mengerikan?!]
__ADS_1
🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~