My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 194 : Jejak dan Pertempuran (6)


__ADS_3

Membuat Leon yang sedang menatap wanita yang ada di hadapannya dengan tatapan yang rakus mau tidak mau berbalik dan mengalihkan pandangannya menuju suara mesin itu berasal.


Dimana disana Leon dengan jelas menangkap kilatan listrik yang terputus-putus berasal dari serangga yang menempel di bebatuan tempat mereka bersembunyi. Sehingga Leon yang melihatnya melepaskan Luna yang ada di dalam pelukannya dan mendekati asal serangga itu.


Sehingga mata berwarna biru itu menatap dalam ke arah serpihan benda yang dihasilkan oleh serangga yang telah hancur itu. Dan di sana terlihat jelas sebuah bilah jarum panjang berukuran kecil menusuk di dinding dengan kuat.


Menghancurkan serangga yang menempel di dinding batu, tidak hanya satu serangga saja yang menempel di sana. Ada berpuluh-puluh serangga menempel dengan kuat di dinding di tempat mereka bersembunyi.


Dan di sana terlihat jelas ada berpuluh-puluh serangga telah hancur dan tergeletak di bebatuan nan dingin. Tanpa mempengaruhi siapapun, Leon dengan jelas memahami bahwa serangga ini bukanlah serangga biasa, melainkan seekor serangga yang bisa menjadi alat penyadap.


Dengan fungsi yang berbeda-beda, Leon melihat puluhan jarum tertusuk di dinding bebatuan. Membuat Leon yang melihatnya tidak bisa terpukau dan juga terkesima saat melihat tindakan Luna yang licin dan juga tersembunyi.


Seolah-olah kekuatan nya memang dilahirkan untuk berada di dalam kegelapan bukan berada di dalam cahaya orang lain. Sebuah kekuatan yang dilakukan dalam sunyi dan juga ketenangan. Sehingga orang-orang tidak akan pernah menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut serta dalam perbuatan mereka.


"Haha, menarik ini sungguh sangat menarik." Ucap Leon yang memuji kekuatan tempur wanitanya dan Leon sendiri juga memahami bahwa ini bukanlah kekuatan sebenarnya dari milik Luna.


Melainkan kekuatan yang dihasilkan dan diperoleh dari latihan yang biasa dia lakukan sehari-hari. Sehingga tangan yang kecil dan lembut itu dengan mdah menghancurkan serangga yang bersembunyi dan menempel di dinding yang ada di bawah air terjun.


“Bukankah kau terlalu lemah, Tuan Martin." Dingin Luna sambil menatap wajah yang ada di hadapannya dengan dingin. Dimana tangannya yang kecil siap melemparkan racun ke tubuh pria yang ada di hadapannya saat ini.


Leon yang melihat tindakan wanita itu dengan cepat menghadangnya dan menggenggam kedua tangannya yang mungil. Dimana hanya dengan satu tangan Leon dengan mudah menangkap kedua tangan milik Luna.


Dan tangan yang satunya dengan mudah mengambil jarum racun yang ada di sela jari-jarinya yang menawan.


Membuat Luna yang melihat gerakan Leon dengan mudah melihat tindakannya yang tajam dan juga gesit. Sehingga tangan yang telah merebut jarum miliknya dengan mudah melemparkan jarum-jarum itu ke sembarang tempat.

__ADS_1


Namun bukan sembarang tempat yang dilemparkan oleh Leon dalam kegelapan, melainkan tempat-tempat yang lebih sempit dan tersembunyi. Tepatnya tersembunyi di balik celah batu yang sangat kecil.


Sehingga menyulitkan orang-orang untuk menemukannya tanpa peralatan khusus. Seperti kacamata vr yang digunakan untuk melihat dalam kegelapan malam maupun senter yang akan menerangi lingkungan malam yang gelap ini.



Dan dengan bunyi suara angin yang lembut, Luna dengan mudah menangkap aliran listrik yang kecil mengalir keluar dari jarum yang terbuat dari bahan aluminium itu.


Dimana bahan itu dengan mudah memperlihatkan sebuah aliran listrik kecil yang jika disentuh akan menghantarkan listrik kepada pengguna yang menyentuhnya.


Luna yang melihat tindakan Leon dengan jelas melihat serangkaian gerakannya yang familiar dan tentunya lebih baik dibandingkan pemilik aslinya. Ya, tindakan yang dilakukan oleh Leon sama persis dengan tindakan yang dilakukan oleh Luna sebelumnya.


Entah itu cara mengambil jarum dari tempat tersembunyi sampai cara melemparkannya. Namun gerakan yang mereka berdua lakukan memiliki perbedaan yang signifikan.


Berbeda dengan gerakan yang dilakukan oleh Luna sebelumnya yang dimana gerakan itu mempertahankan ketepatan dan juga kecepatan. Leon yang meniru gerakan itu malah mempertahankan ketajaman dan juga ketegasan.


Dimana mereka berdua dengan cepat mendengar suara batu yang bergerak dan juga reruntuhan debu yang mulai berjatuhan dari atas kepala mereka. Membuat Luna yang melihatnya dengan cepat berbalik dan menjauh dari pelukan Leon yang mulai mengendur.


Tetapi bukan hanya itu saja, tindakan Luna yang seharusnya menjauhkan diri malah semakin mendekat ke arah Leon. Terutama saat melihat bahwa batu yang tadinya merupakan tempat ia bersandar kini berubah menjadi sebuah pintu.


Sebuah pintu yang bersembunyi di balik bebatuan tempat ia tadi mencoba untuk menjauh dari Leon dan di dalam pintu itu juga Luna dengan jelas melihat bahwa pintu tersebut memiliki kegelapan yang cukup dalam dan tidak terlihat sedikitpun cahaya dari tempat tersebut berasal.


Leon yang kini berdiri di depan pintu itu secara langsung dapat melihat gerakan Luna yang mencoba untuk melihat apa yang ada di dalam pintu tersebut. Membuat Leon yang melihatnya dengan mudah memeluk pinggang Luna dan membawa wanita itu masuk ke dalam terowongan.


Dan Luna yang masih mencari tau dan menebak-nebak isi dari kegelapan tersebut. Tertegun saat melihat pintu batu yang tadinya bergeser kini berpindah kembali ke tempatnya semula.

__ADS_1


Seolah-olah pintu itu tidak pernah ada di sana.


Membuat Luna yang melihatnya kesal. Terutama saat merasakan genggaman tangan yang kuat berada di pinggangnya.


Luna yang merasakan genggaman tersebut bertambah kesal dan mencoba melepaskan nya.


Namun sayangnya, perlawanan yang diberikan Luna tidak berdampak sama sekali kepada-nya. Yang ada genggaman di pinggangnya berubah tempat.


Dari yang tadinya berada persis di posisi pinggang berpindah ke bawah lututnya yang lain. Sehingga Luna yang seharusnya digendong seperti seekor hewan peliharaan berubah menjadi gendongan sepasang kekasih.


Dengan ketinggian yang berbeda, Luna dengan jelas melihat wajah lawannya. Dengan hidung mancung, alis nan cukup tebal sampai bulu mata yang cukup panjang.


Membuat mata berwarna hitam itu dengan mudah menangkap cahaya gelap yang ada di dalam mata berwarna biru yang kini dipenuhi dengan kegelapan.


Mata berwarna biru itu tidak mencerminkan kegelapan yang ada di sekelilingnya yang ada hanya mencerminkan dirinya seorang.


Dengan sosok wanita yang menggunakan pakaian bernuansa hitam. Luna dengan jelas melihat penampilan yang telah ia kenali dari sosok yang tercermin di mata biru itu.


Membuat Luna yang melihatnya terpaku saat melihatnya.


Leon yang melihat gerakan Luna, menatap wanita yang ada di dalam pelukannya dengan tatapan panas. Seolah-olah tatapan nya itu mampu membakarnya.



🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.

__ADS_1


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2