My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 124 : Awal Kehancuran


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat sebuah mansion bewarna putih keemasam dengan pilar-pilar tinggi menghiasi pemukiman rumah mewah tersebut. Di sana terlihat orang-orang sedang berkumpul ditemani dengan segelas cairan bewarna ungu pekat.


Tawa bahagia menggema di taman tersebut dengan bau panggangan, barbeque yang dibakar itu tercium dari kejauhan. Mereka mengeluarkan ekspresi penuh kemenangan, dimana kini mereka berpesta menggunakan wine dan juga daging mahal.


Bahkan para pelayan yang ada di dekat mereka juga mengeluarkan ekspresi penuh kebahagiaan saat melihat para tuan mereka bersenang-senang. Dengan kesenangan yang cukup membuat para pelayan ikut senang karena penambahan gaji mereka bulan ini.


"Hah, sungguh hari yang sangat indah" ucap Melli sambil menggoyangkan gelas tinggi miliknya.


Senyumannya yang anggun terlihat di setiap esapan anggur itu. Bahkan anak perempuannya Lina saja bingung saat melihat senyuman milik ibunya. Sebuah senyuman yang cukup mengerikan baginya.


"Mommy, apa wanita itu benar-benar sudah lenyap dari muka bumi ini?" tanya Lina yang ingin mengetahui kabar seorang wanita yang cuku berani untuk mengambil lelaki miliknya, yaitu Leon.


"Tenang saja Lina, Daddy sudah memerintahkan mereka untuk memusnahkannya dan Daddy sudah mendapatkan kabar bahwa orang itu sudah musnah dari muka bumi ini, jadi tenanglah." jelas Reno meyakinkan anaknya bahwa wanita merepotkan itu sudha hilang.


"Senang aku mendengar nya dan kalian cepat bawakan daging barbeque yang sudah jadi" perintah Lina yang berjalan mendekat ke arah baki dan mengambil wine yang ada.


Meminumnya dan memakan daging barbeque itu secara bergiliran. Hingga tidak terlalu lama kemudian suara telpon terdengar berdering di acara kebahagian itu. Sebuah telpon berbunyi di antara mereka, membuat orang-orang yang menderanya langsung menoleh ke arah suara telpon itu berasal.


"Tuan, ada telpon untuk tuan" ucap Nadya yang merupakan pelayan pribadi keluarga Luxury.


"Apa itu penting?"


"Saya tidak tau tuan, tapi panggilan ini berasal dari perusahaan anda" jelas Nadya yang hafal dengan nomor-nomor orang penting milik tuannya.


"Berikan kepadaku"


"Baik"


Nadya menyerahkan telpon tersebut kepada tuannya, menundukkan kepala lalu berjalan mundur ke belakang. Membiarkan tuannya mengangkat telpon itu dan mundur.


"Katakan dengan cepat ada apa? jika ini tidak penting aku akan memotong gajihmu, paham" tegas Reno.


"Tuan gawat! harga saham kita menurun drastis" teriak seseorang di sebrang sana.


Membuat Reno yang mendengarnya langsung bangkit dari kursinya dan mengeluarkan aura menyeramkan miliknya. Seakan-akan semua hal yang baru dikatakan oleh sekretarisnya itu adalah sebuah kebohongan mutlak.


"Bagaimana bisa turun? apa kau sudah mengerjakan semua tugas yang ku berikan dengan baik!" teriak Reno sambil menyalahkan sekretaris perempuannya.


"Saya sudah menyelesaikan semuanya tuan, tapi.... tapi saham kita anjlok karena sebuah berita"

__ADS_1


"Berita?"


"Saya juga tidak tau tuan yang pasti saat ini di depan perusahaan dipenuhi dengan para wartawan"


"Apa katamu?!"


"Dan juga para wartawan mungkin juga akan datang ke rumah anda tuan, jadi saya harap anda memeriksa televisi anda sekarang juga" ucap sekretaris tersebut dan dengan cepat mematikan tellpon.



Membuat Reno yang mendengar suara telpon terputus menghempas handphone miliknya. Membuat orang-orang yang tadinya bahagia, menatap Reno bingung.


"Sial, berani-beraninya kau mematikan teleponku" marah Reno.


"Ada apa Daddy?"


"Apa yang terjadi sayang?"


Tanya Melli dan Lina bersamaan, mereka bingung dengan suami maupun ayah yang berteriak dengan keras. Sampai-sampai wine yang mereka minum dengan tenang dan bahagianya harus berhenti saat mendengar suara keras tersebut.


"Kalian cepat perlihatkan berita terbaru hari ini,, segera" perintah Reno yang membuat para pelayan dengan cepat membawa tablet dan menyalakan aplikasi berita.


"Tidak perlu dijelaskan, cepat berikan saja"


"Baik, tuan"


Pelayan itu dengan cepat menyerahkan tablet yang ia bawa. Membiarkan atasan mereka membuka tablet tersebut dan melihat berita yang dikatakan oleh sekretarisnya.


"I...ini"


"Daddy ada apa?" tanya Lina dan mendekat ke arah ayahnya.


"Melli, cepat pinjamkan aku handphonemu"


"Ada apa sayang? kenapa kamu jadi tidak sabaran seperti itu?" tanya Melli sambil memberikan handphone miliknya.


"Tidak perlu banyak bicara dan kalian cepat siapkan mobil" tegas Reno yang tidak bisa menjawab pertanyaan milik istrinya sama sekaki.


"Tapi...."

__ADS_1


"Baik tuan"


Para pelayan yang mendengar perintah tuannya dengan cepat memgerjakannya, sedangkan Melli yang mendengar suara bentakan suamimya hanya bisa terdiam dan membeku di tempatnya.


"Mommy, coba lihat berita ini" ucap Lina sambil memperlihatkan handphone miliknya.


Dimana di sana terlihat sebuah berita menuliskan nama perusahaan mereka yaitu Luxury Company. Membuat Melli dan Lina yang membacanya secara bersamaan terkejut. Apalagi di sana terlihat sebuah video dan juga oekgakuan dari seseorang yang cukup dipercaya.


"I...ini pasti bohong" gugup Lina yang melihat sebuah berita tentang perusahaan ditambah dengan sesosok laki-laki yang dicintainya, mengakui sbsuah kejadina yang membuatnya ketakutan.


"Mommy, i...ini tidak mungkin bukan" gugup Lina dan menpelh pelan ke arah ibunya.


"Lina"


"Tidak! ini tidak mungkin" teriak Lina.


"Dad...."


"Diam, apa kamu tidak bisa mendengar ucapan Daddy sebentar saja" bentak Reno membuat Lina memeluk tubuhnya. Dia ketakutan saat melihat laki-laki yang paling ia sayangi tidak mendukungnya dan bahkan menuduh keluarganya bebeuat yang tidak-tidak.


"Tidak, ini tidak mungkin ini pasti salah" gemetar Lina ketakutan saat membayangkan Leon akan membencinya.


'Ini tidak mungkin, pasti ada seseorang yang sengaja' pikir Lina sambil mengigit jarinya. Tanpa tau orang yang melakukan semua hal itu adalah seseorang yang mereka pikir sudah mati dan tidak ada di dunia.


Seorang wanita yang saat ini sedang berdiri di tengah-tengah hutan ditemani dnegan hembusan angin musim salju nan dingin. Dimana seharusnya tidak ada orang yang kuat berdiri di tengah-tengah hari dingin itu, tetapi tidak untuknya yang terbiasa dengan semua hal.


Bahkan kini wanita itu sedang bersantai sambil melap senjata miliknya dari pistol, senapan, dan juga pisau belati miliknya.


"Apa semuanya berjalan dengan lancar, mom?" tanya Navin sambil membawakan syal untuk ibunya.


"Tentu saja, dan hanya perlu hitungan hari lagi untuk melihat mereka menderita" dingin Luna sambil melihat ranting-ranting pohon yang mulai mati. Sama seperti kehidupan orang-orang yang akan mati dan hidup itulah yang akan dihilangkan oleh Luna kali ini.


'Aku akan membalas semua perbuatan kalian, perbuatan yang membuat kedua anakku hampir celaka. Akan ku pastikan kalian mati di tangaku' smirik Luna.



🔫Maaf terlambat update karena saya saat ini sedang bersiap untuk ujian semester dan juga ada info menarik nih, di jam-jam kosong saya mencoba untuk mengerjakan karakter milik Luna.


Jadi mohon dukungannya yaa dan sekali lagi maaf atas keterlambatannya. Info lebih lanjut My Ig @dna2005

__ADS_1


Sekian Terimakasih, Mata Ne~


__ADS_2