My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 27 : Kerja Sama


__ADS_3

Luna berjalan memasuki kamarnya dan mengunci rapat kamar yang bernuansa gelap itu. Jika dulu dirinya menyukai warna terang dan lembut seperti warna putih maka sekarang dirinya lebih menyukai warna gelap dan kasar seperti hitam. Ya benar itu jika dulu karena semua nya berbeda dengan yang sekarang. Waktu yang telah mengubahnya menjadi seperti ini kebencian yang membuatnya berbeda dari yang dulu jika orang bertanya jika waktu bisa dibeli dan kamu akan menyerahkan apapun dan segalanya untuk membeli waktu lalu lembu ke masa dulu jawabannya kamu sangat bodoh.


Apakah kamu sadar waktu yang kamu beli kamu ulang belum tentu masa depan akan sama karena bisa saja masa depannya berubah menjadi yang lebih buruk. Jika dirinya dulu hanyalah perempuan tanpa dosa maka dirinya yang sekarang adalah perempuan yang penuh dengan dosa yang membuat dirinya mengetahui yang mana dari mereka yang merupakan seorang penghianat.


Luna memasuki kamar mandinya, air shower membasahi tubuhnya yang putih itu warna air berubah menjadi warna merah saat mengguyur tubuhnya. Warna darah mulai menghilang saat air itu terus membasahi wajah bahkan tubuhnya.


Kelopak matanya terbuka dan menatap lurus ke arah belati yang masih ada bercak noda merah itu tanyanya mengambil belati itu dan membasahinya dengan air mengalir.


"Apa membunuh seseorang tidak bisa tidak bersih" ucap Luna dingin karena setiap dirinya membunuh seseorang pasti darahnya itu muncrat ke arahnya atau pakaiannya. Entah sudah yang keberapa kali dirinya membunuh seseorang dengan tangannya sendiri. Tidak terhitung nyawa yang dirinya layangkan semua penghianat dan semua mata-mata yang dikirim musuh selalu dirinya bunuh dan tidak akan biarkan hidup tetapi sebelum itu dirinya harus tau siapa dalang yang mengirim kecoa yang ada di dekatnya dan merayap di daerahnya.


"Hmm Lina Luxury sepertinya kau ingin mati lebih cepat" Smirk Luna lalu memakai jubah mandinya. Kedua tangannya mengambil kedua belati dan menyelimutinya dengan handuk putih untuk mengeringkannya karena bila senjata yang dibersihkan dikeringkan di bawah sinar matahari maka cepat berkarat dan pastinya tidak akan bisa di gunakan lagi.


Luna keluar dari kamarnya dan menatap dingin ke arah laki-laki yang sedang duduk di sofa kamar miliknya itu.


"Kenapa kau bisa masuk?" dingin Luna menatap kakak laki-laki nya itu.


"Tentu saja kunci cadangan ini mansion ku, paham" jawab Rangga. Luna berjalan ke arah meja bir kecilnya dan mengambil dua gelas tingginya.


"Wine?" tanya Luna.


"Red Wine" jawab Rangga. Tangan Luna membuka botol anggur merah untuk kakaknya dan anggur hitam miliknya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Luna to the point sambil menyesap anggur hitam miliknya.


"Laura sudah melihat memory card kamera itu dan seperti yang tebak dia memvidio percakapan mu dengan ibu asuh mu itu" ucap Rangga lalu melemparkan memory card yang langsung ditangkap oleh Luna.


"Apa ada lagi" ucap Luna lalu berjalan memasukkan memory card itu ke dalam tas miliknya.


"Dan sepetinya lelaki yang kau bunuh itu seorang mata-mata handal" ucap Rangga lalu menuguk habis anggur merahnya.


"Benarkah" ucap Luna tidak peduli.


"Di memorinya itu bukan video kamu saja tapi banyak video yang dia ambil dan yang paling membuat Laura tertegun adalah didalam video itu ada Lina Luxury" Smirk Rangga lalu memandang gelasnya yang sudah kosong itu.


"Lina Luxury" ucap Luna lalu menaikkan alisnya sebelah. Rangga berjalan mendekat ke arah adiknya itu lalu membisikkan beberapa kata di telinga milik Luna.


"Oh ya Laura sempat melihatnya sedikit jadi jangan salahkan dirinya menonton hal itu karena dirinya tidak sengaja" ucap Rangga lalu melambaikan tangannya dan pergi.



Luna memikirkan kemungkinan yang dimaksud oleh kakak laki-laki nya itu. Lina Luxury melakukan hal yang seperti itu dipastikan akan menjadi berita terkenal di seluruh dunia dan tidak akan bisa menyelematkan karir dan reputasinya, tetapi bila kemungkinannya adalah benar bila tidak entahlah.


30 menit kemudian ...

__ADS_1


Sebuah mobil yang mampu menampung 8 orang itu sudah ada di hadapan mereka ditambah satu mobil untuk mengangkat koper dan barang bawaan mereka semua.


Ya hari ini mereka akan pergi ke bandara dan naik pesawat khusus militer ditemani para tentara yang terpilih dalam pelatihan di negara Mexico ini untuk pergi ke London dan mengikuti acara yang dilaksanakan oleh semua klan. Jika satu keluarga Luna pergi menaiki pesawat militer berbeda dengan Joe yang harus berpisah dan menaiki helikopter klan nya dan ikut barisan klannya. Ya Joe berasal dari klan elang yang membuat dirinya tidak bisa ada di sisi Luna, dan bila orang bingung kenapa Luna dan Joe berteman padahal pemilik klan selalu dirahasiakan dan tidak ada yang boleh tau maka jangan samakan Luna dan Joe.


Luna dan Joe merupakan bentuk kerja sama dari klan elang dan klan ular yang memiliki persamaan pemakan ayam maupun tikus. Walau mereka sama sama bekerja sama tetapi mereka tetap tidak diperbolehkan memberi tau rahasia klan masing-masing bila mereka melanggar maka nyawa adalah taruhannya di kerja sama itu.


"Aku sudah dijemput aku duluan ya dan juga sampai jumpa di pertandingan Luna Chan" ucap Joe lalu berjabat tangan dengan Luna.


" Aku tunggu kekalahan mu" dingin Luna lalu mengengam balik tangan Joe. Joe hanya tersenyum mendengar ucapan temannya itu lalu masuk ke dalam helikopter dan melambaikan tangannya.


"Aku pasti akan mengalahkan mu Luna-chan!" lantang Joe lalu pergi dari lapangan terbang itu. Langkah tegas Luna dan Rangga melewati semua tentara yang sedang berbaris rapi di sana dengan posisi hormat saat atasan dan pemimpin mereka lewat.


"Hormat grak" tegas Lelaki yang ada di sebelah kanan. Tatapan dingin dan aura pembunuh yang kental terasa di dekat mereka. Langkah kaki mulai memasuki pesawat itu dan pintu pesawat itu tertutup secara perlahan. Suara mesin pesawat mulai mendengung dan siap pergi ke London. Tempat arena dan tempat yang akan menjadi tuan rumah dari pertandingan yang hanya dilaksanakan setiap satu tahun sekali saat musim dingin datang.


Apalagi di London salju mulai melebat dan pastinya ini akan menjadi tantangan tersendiri untuk para semua tentara. Lomba ini diadakan hanya untuk Tentara dan juga mafia yang tentu saja arena mereka dibedakan.


Jika tentara, pemerintah mengetahuin setiap tindakan mereka yang merupakan nilai tinggi dari keamanan mereka dan juga peserta yang mengikutinya sangat banyak yaitu perwakilan setiap negara. Berbeda dengan Mafia yang merupakan kelompok yang melakukan secara diam-diam dan tidak terikat dengan pemerintah di tambah mereka bermain curang dan licik yang pastinya hanya 50 sampai 60 klan yang mengikuti lomba arena kematian itu.


Apalagi setiap negara belum tentu memiliki Mafia / klan mereka yang membuat lomba arena kematian hanya diikuti oleh 50 sampai 60 klan dan dengan hadiah yang sangat menggiurkan bagi para pemenang itu sendiri.


'Seperti aku tidak sabar menunggu pertandingan itu'

__ADS_1



__ADS_2