
Lantai marmer yang tadinya dipenuhi dengan serpihan kaca kini telah disapu pergi. Sama seperti ia yang saat ini sedang menyapu layar komputer yang ada di hadapannya. Dimana suara keyboard yang ada di dalam ruangan itu tidak berhenti sama sekali.
Simbol-simbol maupun kata-kata yang merupakan kode terus bergulir di sepanjang layar yang ada. Membuat suara ketukan keyboard yang ada semakin jelas dan semakin cepat. Di iringi dengan suara mouse yang ditekan setiap detiknya, layar komputer itu tidak berhenti berjalan.
Hingga layar yang tadinya dipenuhi dengan kode-kode berubah menjadi layar yang dipenuhi dengan file-file yang dirahasiakan. Sehingga membuat wanita itu dengan cepat mencarimaupun memilah informasi yang ada sebelum pemberitahuan di tempat lain berbunyi.
Pemberitahuan yang akan memberitahukan orang-orang yang ada di tempat sana bahwa pelindung yang mereka pasang telah dimasuki oleh orang-orang. Terutama orang-orang yang memiliki maksud dan tujuan, sama seperti dirinya saat ini.
"Selesai" gumam Luna yang melihat bahwa beberapa informasi yang ia dapatkan sudah ia salin ke komputernya. Membuatnya dengan cepat keluar dari sistem itu dan menghilangkan keberadaan miliknya.
Namun sayang di saat kepergiannya di detik terakhir, sistem yang ada di tempat itu sudah mengeluarkan laporannya. Sehingga membuat ruangan itu dipenuhi dengan keributan saat mengetahu bahwa ada seseorang yang berhasil meretas sistem keamanan yang dilindungi mereka.
"Pak gawat, sistem kita berhasil diretas oleh seseorang" ungkap salah satu petugas yang membuat ruangan yang tadinya tenang berubah menjadi kekacauan.
"Apa katamu sistem kita berhasil diretas oleh orang?!" terkejut manajer yang merupakan pemimpin di bagian itu.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa itu terjadi. Bukankah sistem kita tidak pernah dibobol oleh orang lain? bahkan bisa dibilang sangat aman" sahut petugas lainnya.
"Benar aku rasa juga seperti itu" balas yang lainnya. Membuat manajer yang mendengarnya kesal dan dengan cepat meneriaki mereka.
"Apa yang kalian bicarakan?! cepat periksa siapa yang melakukannya dan juga pastikan cari tau informasi apa saja yang telah dicurinya!" teriak Manajer itu membuat orang-orang ada di sekitarnya menjawab bersamaan.
"Siap, pak" balas mereka bersamaan dan mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing.
Dengan waktu yang tak terhingga, semua orang yang ada di dalam ruangan itu masih tidak bisa menghasilkan informasi apapun. Sehingga laki-laki yang sedang mengawasi tindakan mereka menggepalkan tangannya marah.
__ADS_1
"Apa kalian masih tidak bisa menemukannya?!" tanya laki-laki itu saat mengetahui bahwa informasi yang ia butuhkan tidak dapat ditemukan sama sekali keberadaannya. Sampai sebuah layar bewarna hitam berubah.
Membuat ruangan yang penuh dengan perasaan tegang berubah menjadi tenang seketika. Namun sayangnya perubahan itu hanya bertahan sebentar di saat lokasi yang ditemukan oleh mereka merupakan lokasi yang paling gila.
"I-ini..."
"Apa kalian bodoh? mana ada orang yang membawa komputer ke wilayah persaljuan sana" marah manajer tersebut saat melihat bahwa lokasi peretas berada di wilayah salju tepatnya kutub utara sana.
"I-in.."
"Pak gawat ada seseorang yang berhasil meretas sistem keamanan kita 2 menit yang lalu" ucap salah satu karyawan sambil membuka pintu ruang teknik.
Dimana setiap mata mereka menatap orang itu dengan tatapan terkejut, takut ataupun tajam. Dikarenakan mereka semua menyadari bahwa atasan yang memimpin mereka saat ini sedang marah besar kepada mereka
Terutama mengetahui bahwa salah satu peretas masih belum ditemukan lokasinya dan tiba-tiba datang peretas lainnya yang berhasil merusak sistem yang baru mereka perbaiki saat ini.
Tanpa mengetahui bahwa kedua peretas yang meretas sistem mereka saat ini sedang tinggal di satu atap yang sama. Namun berbeda ruangan dan dipisahkan oleh dinding yang tebal.
"Kenapa harus aku coba yang meretas sistem mereka?" tanya Laura sambil mengetukkan jari di keyboard warna-warni miliknya.
"Itu karena kemampuan dalam meretas dan memodif sistem milikmu sudah berkembang pesat melebihi diriku" jelas Navin yang membuat Laura yang mendengarnya mencibir kesal.
"Kenapa tidak sekalian kau katakan bahwa kemampuanku akan sia-sia jika aku tidak menggunakannya?"
__ADS_1
"Jika kamu sudah tau maka tidak perlu banyak bicara lagi dan lihat informasi apa yang ibu cari di sana" jelas Navin yang juga ingin mengetahui apa yang ibu mereka cari dan siapa lawan mereka berikutnya.
Karena tidak memungkinkan mereka untuk mengetahui hal tersebut dari mulut ibu mereka langsung. Apalagi mengetahui bahwa ibu mereka sering mengatakan kebenaran namun tidak untuk bahaya yang mematikan.
"Baiklah-baiklah, tapi ku rasa informasi yang mom cari sangat misterius sekali" ucap Laura yang melihat beberapa informasi orang di hadapannya saat ini.
"Maksudmu?"
"Coba lihat orang-orang yang ada di foto ini, bukankah ini hanya sekelompok orang biasa tapi kenapa salah satu informasi mereka tidak ada fotonya sama sekali?" jelas Laura yang merasakan keanehan di foto identitas mereka ini.
Navin yang menyadari maksud perkataan adiknya menatap informasi orang-orang tersebut. Membacanya sekilas lalu menyimpulkan beberapa hal yang ada di sana dan menyadari bahwa beberapa foto di informasi itu terdapat banyak kepalsuan.
"Beberapa foto mereka palsu"
"Palsu? maksud kakak ini jenis foto P?!" terkejut Laura yang hampir mempercayai foto-foto yang ada di depannya saat ini.
"Simpan semua foto itu dengan resolusi tinggi dan kita akan memperjelasnya dengan bantuan uncle" jelas Navin yang dengan cepat diikuti oleh Laura.
Mengetuk keyboardnya dan menekan tanda di bagian mousenya. Sambil mencoba memperjelas foto yang ada di gambar P itu. Dimana teknologi yang digunakan untuk memalsukan foto itu terbilang maju dan mutakhir.
'Aku harap bukan orang itu yang mom cari' pikir Navin tidak nyaman.
🔫 Alur nya bakal saya majuin/cepatin seperti komen kalian jadi mohon dukungannya berupa Like, komen, vote, hadiah dan juga Tip. Dan buat 100 orang yang sudah nyumbang hadiah di minggu ini terimakasih(人 •͈ᴗ•͈)
__ADS_1
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~