My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 98 : Saling Kenal


__ADS_3

Di depan kasir Navin meletakkan keranjang makanan yang dia beli ke atas meja kasir dibantu oleh Laura. Sikap acuh tak acuhnya tidak mempedulikan kehadiran Leon yang ada di dekatnya. Membiarkan suara ayahnya itu berada di dekatnya sebagai lagu sumbang.


"Totalnya 52 dollar" ucap kasir tersebut dan memperlihatkan angka yang tertera di layar.


>>> 52 dollar Amerika sama dengan 758ribu rupiah Indonesia.


Di saat Navin ingin membayar belanjaan miliknya sebuah tangan berukuran dewasa menghalangi pemandangan nya.


"Saya yang akan bayar" ucap Leon sambil menyerahkan lembaran dollar miliknya.


"ah ba...."


"Tidak perlu biar saya bayar sendiri" potong Navin dan menyerahkan kartu hitam miliknya. Mengambil gesekan kartu yang ada di dekatnya dan memasukkan kartu miliknya.


"Ini..."


"Kenapa? apa karyawan seperti mu memiliki masalah denganku?" dingin Navin yang membuat penjaga kasir itu menelan Saliva nya dan melakukan tugasnya dengan cepat.


"Silahkan tuan" ucap kasir gugup dengan tatapan yang diberikan Navin kepadanya.


Navin yang sedang melakukan penggesekan dengan kartunya dan Laura yang sedang menatap kakaknya gugup. Meremas ujung bajunya dan menatap ayahnya penuh minat.


'ahhh ini dia iblis dari kakakku sudah keluar dan Daddy sepertinya kau akan terkena masalah' pikir Laura dan bergantian menatap ayah dan kakaknya.


Dimana kedua lelaki itu memiliki bentuk dan ciri-ciri yang sama. Dari rambut, lekuk tubuh bahkan ukuran wajah juga sama. Navin merupakan 100% cetakan dari Leon.


"Kalau begitu Laura, ayo" ucap Navin dan menarik keranjang dorongnya kembali. Berjalan ke arah mobil mereka yang sudah menunggu dan membiarkan ajudan yang menjaga mereka membereskan barang bawaan mereka.


"Tuan muda dan nona muda semuanya sudah selesai" ucap ajudan tersebut sambil membawa sebuah keranjang dorong kosong.


"Baiklah biar a.."

__ADS_1


"Aku yang akan mengembalikan nya" senyum Navin dingin dan mendorong Laura untuk masuk ke dalam mobil.


"Kami akan menunggu tuan" ucap ajudan lalu diberikan anggukan singkat oleh Navin.


Langkah kakinya yang kecil berjalan ke arah laki-laki yang berdiri di depan pintu mini market. Dimana tatapan laki-laki itu tidak pernah putus untuk menatap ke arah mereka berdua.


"Jika anda memiliki mata yang bagus anda tidak perlu menatapi kami sejauh itu" sindir Navin sambil mengembalikan keranjang miliknya.


Menatap ke arah laki-laki yang merupakan ayah kandungnya dan memberikan tatapan permusuhan. 'andai saja kau tidak melukai mom, maka musim semi itu akan menjadi musim yang paling indah' ucap Navin dalam hati.


"Sepertinya kau sangat membenciku" jelas Leon.


"Jika orang-orang berpikir Anda merupakan seseorang yang harus dipuja maka jangan berharap saya memuja anda. Karena kebenaranya memang saya benar-benar membenci anda" ucap Navin penuh dengan penekanan.



Membiarkan aura dingin nan gelapnya mengalir di tengah-tengah pertempuran wibawa mereka.


"Sayangnya kita tidak saling kenal, tuan Leon" smirk Navin dan berjalan mendekat ke arah ayahnya.


"Bahkan jika dunia mengharapkan cinta anda dengan ibuku bersatu. Maka saya pastikan saya yang akan menghancurkan dunia dan menolak secara lantang keinginan anda itu" bisik Navin lalu membalik badannya.


Dirinya berjalan menjauh dan tidak membiarkan Leon untuk berbicara sedikitpun. Tubuh yang berukuran anak kecil itu memiliki sikap dewasa dan penantang yang membuat Leon mengeluarkan senyum tipisnya. Senyum yang hanya dia tunjukan pada sebuah ketertarikan nya.


"Menarik, anak laki-laki hang mengingat kan ku pada suatu hal" pikir Leon yang melihat kepergian Navin dengan mobil hitam. Meninggalkan nya si depan mini market, sendirian. Memikirkan semua hal yang memungkinkan dan hal-hal yang menarik tentang kedua anak tersebut.


Hingga di dalam mobil dimana kedua anak kecil itu sedang duduk berjauhan dan memikirkan hal yang berbeda. Namun memiliki inti pokok yang sama yaitu ayah kandung mereka sendiri yaitu Leonex Martin.


'Laki-laki yang menyedihkan, bahkan anjing saja lebih baik darinya' pikir Navin yang duduk di samping kanan. Membiarkan matanya menatap tajam ke luar jendela. Sedangkan Laura menjatuhkan tatapannya ke arah kaca spion yang ada di dalam mobil.


Dimana kaca itu memperlihatkan tatapan saudara kandungnya. Tatapan serius, kebencian dan ketidak sukaan.

__ADS_1


'Ahhh aku merasakannya lagi! mom bantu aku untuk melepaskan semua roh jahat yang ada di muka bumi ini. Padahal ayahku setampan itu tapi kenapa sauadarku harus semengerikan ini' pikir Laura yang merasakan aura dingin dari saudara laki-lakinya.


Membiarkan mobil yang mereka tumpangi melaju dan mengantarkan mereka kembali ke mansion. Melupakan kejadian hari ini dan menyembunyikannya dari ibu mereka.


"Kenapa lama?" tanya Luna yang melihat kedua anaknya sudah kembali dari mini market.


"I..itu'" gugup Laura.


"Ada sebuah kecoa di jalan dan seperti biasanya Laura memintaku untuk mengusirnya. Jadi aku usir dan membuat kegiatan belanja ini lebih lama dari seharusnya" jelas Navin dan membuka makanan ringan yang dibelinya.


"Ehhh, jadi trauma nya masih belum hilang yaa? padahal itu cuma kecoa loh" tukas Rangga yang membuka kaleng soda yang baru dibeli.


"Cuma! uncle itu hewan kecil menjijikan yang selalu merayap dengan kaki maupun sayap-sayap nya yang jelek" jelas Laura dengan nada jijiknya.


"Jika kau dikirim ke gudang lama maka aku tidak akan membantumu, Laura" ucap Navin dan memasukkan kripik kentang miliknya.


"Tidak-tidak! tidak boleh gudang lama" tolak Laura cepat.


"Sudah-sudah lebih baik kita makan saja, bukannya kalian kembali karena ingin melihat berita selanjutnya" jelas Luna mengakhiri perdebatan diantara kedua anaknya.


"Bukan aku lah mom, tapi kak Navin yang ingin melihat berita itu" jelas Laura dan merebahkan tubuhnya di sofa panjang.


"Kamu tertarik tentang usaha, Nav?"


"Sedikit dan juga bukannya mom ingin berkerja sama dengan perusahaan itu" tunjuk Navin ke arah televisi yang sudah memulai beritanya.


"Perusahaan a.." ucapan Luna berhenti di saat matanya menatap layar televisi. Dimana di sana terlihat perusahaan yang akan membuatnya memenangkan proyek dan menyelesaikan tugas miliknya.


'Apa ini hari keberuntungan ku?' pikir Luna sambil melihat berita yang ditayangkan di layar televisi nya.


__ADS_1


🔫Tentang bisnis akan ada part Leon dan Luna yang tentunya melibatkan keluarga Luxury jadi silahkan pantengin.


__ADS_2