My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 161 : Damian (2)


__ADS_3

Bodoh'


Itulah yang dipikirkan Luna saat melihat gerakan anak buahnya, terutama saat melihat bahwa sebentar lagi Damian akan mencapai batasnya berakhir dengan kelelahan. Apalagi selama ini dia membuang-buang stamina yang dia miliki dengan percuma.


Stamina yang seharusnya cukup untuk menandingi Leon kini berubah, menjadi kekurangan bodohnya lagi dia tenggelam ke dalam nafsu amarah juga kesenangannya dalam bertarung melawan Leon.


Membuat Luna yang melihatnya menatap Damian dengan ringan mengalihkan pandangannya ke arah lain. di mana di sana dia melihat bahwa kakak laki-lakinya juga kakak laki-laki milik Joe saat ini sedang berjalan ke arah tenda yang baru saja selesai dibangun oleh para tentara.


Dengan wajah yang dingin juga kekhawatiran, Luna yang melihat ekspresi tersebut mulai tenggelam dalam pikirannya. terutama saat melihat Jiro yang mendengar penjelasan bawahannya dengan cepat berlari ke arah timur, yang merupakan tempat dokter militer berada.


‘Apa sesuatu sedang terjadi di sana?’ pikir Luna dingin sambil mengetuk jari telunjuknya pelan dengan ketukan ketiga, terdengar suara sorakan di dekatnya. yang dengan mudah ditebak oleh Luna.


di mana saat ini hasil pertandingan antara pejantan itu berakhir, dengan Leon yang meraih kemenangan mutlak dalam mengalahkan bawahannya Damian.


“Astaga, apa mataku benar-benar tidak salah melihat? Tuan Damian dikalahkan oleh orang asing itu?!”


“Tidak-tidak, bukan hanya kamu saja yang salah lihat sepertinya aku juga”


“Apa hari ini matahari terbit di sebelah barat? bagaimana bisa bawahan yang paling dipercaya oleh nona Luna bisa kalah melawan orang asing!”


“Aku pastikan hari ini Damian akan dimarahi habis-habisan oleh master”


“Dimarahi? Bukankah itu terlalu murah? Seharusnya master mengirim Tuan Damian ke lembah kematian yang sedang ramai dibicarakan”


“Lembah kematian? Bukankah lembah kematian yang sering dibicarakan karena telah memakan banyak korban jiwa. Khususnya para ilmuwan yang ingin meneliti flora fauna yang ada di sana, sudah banyak nama terdaftar di papan kematian”


“Kau benar, bahkan aku dengar di sana banyak serangga pemakan daging”


“Sial, ini benar-benar menakutkan. tetapi jika Damian yang dikirim ke sana aku rela bahkan aku rela ikut mengantarkannya ke sana, dengan biji wijen yang baru saja dipanggang oleh ibuku”

__ADS_1


“Kau benar, jangan lupa bagi biji wijen yang dimasak oleh ibumu kepada kami”


“Tenang saja, aku memahami perasaaan tidak memiliki orang tua seperti kalian”


“Kau-”


Dengan suara bisikan yang lumayan keras, para tentara juga para pengawal yang ada di sana mulai berkelahi. terutama kedua belah pihak sangatlah akrab satu sama lain, membuat perkelahian itu menjadi canda tawa mereka.


di mana mereka semua sudah lama tidak bertemu, membuat suasana yang tadinya penuh dengan napas dingin juga pembunuhan. Lama-kelamaan menjadi hangat seperti suasana musim panas, yang melelehkan semua yang ada di sekelilingnya.



Dan tidak jauh dari sana, berdiri sepasang anak kecil dengan tampilan santai dan flamboyan mereka. Seolah-oleh bukan merekalah yang memicu adegan perkelahian antar kedua orang besar tersebut.


Yang mana yang satu memiliki permen lolipop yang terbuat dari obat-obatan berharga di mulutnya dan yang satunya lagi memiliki sebungkus makanan ringan yang berasal dari negara tetangga, dan mengunyahnya dengan cepat sambil membicarakan perkelahian kedua orang besar tadi.


“Hah, apa penilaianku salah tadi? Mengapa ayahku yang menang, bukankah seharusnya ayah baptis yang menang?” Gumam Laura tidak senang sambil memasukkan keripik kentang ke dalam mulutnya yang kecil itu.


“Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku menyukainya, paham. Hanya saja aku sangat suka hal-hal yang berhubungan dengan kesenangan, dan juga bukankah paha ayah lebih tebal daripada milik ayah baptis. Oleh karena itu, aku harus menggenggam paha ayahku dengan kuat dan meremasnya hingga kering sesuai dengan isi perjanjian yang ditandatangani oleh ayahku tadi.” Senyum Laura senang sambil memikirkan apa saja yang harus dia minta kepada ayah kandung yang paling ia sayangi di dunia ini.


“Apa kamu hanya menginginkan hal murah itu saja? Bukankah kita sudah sepakat untuk menuliskan syarat yang berhubungan dengan keuntungan ibu. Dan juga jika kau pikir paha lelaki tua itu lebih tebal daripada paha ayah baptis, maka lebih baik kau memeluk paha pemilik Night Emperor itu.” Dengus Navin dingin sambil memecah permen lolipop yang ada di mulutnya berkeping-keping dan membiarkan rasa pahit yang tersembunyi di dalam permen itu pecah di dalam mulutnya yang tipis.


“Hah. . . Baiklah, aku paham. Tapi bukankah kau harus menjawab pertanyaanku terlebih dahulu tentang alasan kenapa ayah baptisku yang keren dengan kelak dikalahkan oleh ayah kandungku?” Tanya Laura  tidak bisa memahami apa kesalahannya dalam menilai perkelahian antara kedua orang tersebut.


Membuat Navin yang mendengarnya mengerutkan keningnya dan memandang adik perempuannya dengan tatapan ragu. Seolah-olah yang ada di dalam tubuh adiknya bukanlah jiwa adiknya lagi melainkan sudah diganti oleh seseorang.


“Kenapa kau memandangku seperti itu?” Tanya Laura saat melihat kembarannya menatapnya dengan tatapan ragu dan penuh pertanyaan.


“Tidak, hanya saja tadi aku pikir adik perempuanku yang jelek telah dibawa oleh hantu.”

__ADS_1


“Tunggu- maksudmu?”


“Bukan apa-apa, tapi apa kau benar-benar tidak bisa melihat perbedaan antar kedua orang tadi?”


Laura yang mendengar perkataan kakak laki-lakinya, perlahan mengingat kembali semua gerakan ayah kandung dan juga ayah baptisnya itu. Dan baru saja dia ingin mengatakan tidak, mata Laura perlahan terbuka dan menyadari bahwa ada beberapa hal yang ia lewati saat mengawasi perkelahian kedua orang tersebut.


Dimana jika dilihat dengan jelas, ayah baptis yang biasanya bertarung dengan tenang dan dengan terbawa emosi saat melawan ayah kandungnya. Membuatnya ayahnya yang bertarung dengan ayah baptis dengan mudah membawa ritme pertarungan yang ganas itu menjadi sebuah permainan yang menyenangkan.


Seperti permainan catur, dimana papan catur dianggap sebagai tempat pertarungan maupun peperangan dan bidak catur yang menjadi tokoh permainan. Sehingga permainan catur yang dianggap sederhana dan mudah, menjadi lapangan yang mencerminkan taktik para jenderal tertinggi.


Dan jika kau lemah, kau harus siap untuk diserang saat berada di dalam strategi milik musuh yang lebih handal daripada milikmu.


‘Apa jangan-jangan-’


“Ya, tebakan kau benar. Saat pertarungan tadi, paman Damian tidak menyadari bahwa lelaki tua itu sudah menyiapkan sebuah perangkap untuknya dan menunggu paman untuk melompat masuk dengan sendirinya”


“Ehhhh! Tapi, bukankah itu terlalu licik? Bagaimana bisa ayah memiliki pikiran sepintar itu? Bukankah ayah termasuk orang yang IQnya kurang tinggi?” Tatap Laura yang tanpa sengaja mengejek IQ milik ayahnya dan jika di dengar oleh para bawahan yang dimiliki Leon, dipastikan banyak senjata panas diarahkan langsung ke wajahnya.


“Apa kau pikir perusahaan Martin Company bisa menjadi seperti ini karena usaha Levi Martin?”


“Mungkin sa-”


“Tidak, Martin Company bisa menjadi seperti ini berkat kerja keras lelaki tua itu dan jika kau pikir orangtua itu mudah. Maka jawabanmu salah, karena di dunia ini tidak ada manusia yang tidak memiliki sisi gelap mereka dan bukankah waktu itu kau pernah melihat bahwa lelaki tua itu mengikuti acara yang diselenggarakan oleh para pemimpin.” Dingin Navin yang dengan mudah menganalisis setiap tindakan dan tingkah laku yang dimiliki oleh ayahnya.


Terutama dia tidak memiliki niat untuk memercayai orang-orang yang telah melukai keluarganya, terutama sang ibu yang telah mendidik dan melahirkannya ke dunia ini.


‘Bukankah aku gila? Membenci seseorang di saat umurku yang masih belia seperti ini.’


__ADS_1


🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2