My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 197 : Langkah Penuh Romansa (3)


__ADS_3

Dengan dua nama yang disebutkan itu, Luna dan Leon yang mendengarnya menatap orang-orang itu dengan tatapan dingin.


Mengubah pandangan mereka yang penuh emosi dan perasaan menjadi rasa dingin yang mencekam. Terutama saat melihat orang-orang yang jelas-jelas bukan berada di pihak mereka.


Dan dengan suara pasir yang berjatuhan, kedua pihak itu dengan cepat saling bertarung. Menjaga wilayah mereka dan mengeluarkan senjata milik mereka.


Entah itu harus membunuh manusia yang ada di dalam mereka dulu atau hewan peliharaan mereka. Karena setiap pertarungan akan mempertaruhkan nyawa mereka.


Suara tembakan dan tebasan senjata tajam terdengar. Gigitan dan garukan cakar yang tajam mulai terlihat jelas di sana. Menggores setiap dinding yang mereka pijaki. Hingga racun menyebar ke setiap pembuluh darah ruangan itu dipenuhi dengan Aufa kematian yang dalam.


Terutama orang itu. Yang mulai menggerakkan seluruh kemampuannya. Dengan mata yang gila, ia menyerang semua orang yang ada di lingkup pandangannya.


Seolah semua orang yang ada di sana adalah musuhnya. Membuat Luna yang melihatnya dengan cepat menyelesaikan lawan yang ada di depannya dan berpindah ke sana.


Dengan sword army berwarna hijau, Luna melemparkan belati itu ke tubuh orang gila yang ada di seberangnya. Dan benar saja, orang itu dengan mudah menghindari belati yang ia lemparkan.


Membuat Luna yang melihatnya mengeluarkan belati cadangan miliknya dan melemparkan beberapa belati sekaligus dengan jarum racun yang terselip di dalamnya.


Dengan hembusan angin, belati itu mulai terlempar ke arahnya. Jika orang biasa akan kesulitan dalam menghindari beberapa senjata tajam yang menyerangnya secara langsung.


Namun sayangnya dia bukanlah orang biasa, melainkan bawahan terkuat milik yang mulia raja dan hampir memasuki kelompok inti. Sehingga tubuh yang terlihat dingin itu sebenarnya sangatlah kuat yang membuatnya dengan mudah menghindari nya.


Shrek* *


Dengan suara tusukan, Luna dan orang itu dengan jelas melihat sebuah senjata tajam yang dilemparkan tertancap ke dalam tubuhnya. Membuat Luna yang melihatnya mengangkat alisnya sebelas dan ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh orang itu.


Namun tidak sesuai dengan harapannya, orang itu langsung menarik pisau yang tertancap ke dalam tubuhnya dan mulai menelusuri luka yang ada di sana. d


Dimana dari sana Luna dengan jelas melihat sebuah koyakan kulit terlihat di sana.


"Apa kau pikir aku akan mati dengan mudah? Kau tidak akan pernah tau aku berasal dari mana, dan kamu masih terlalu muda untuk melawanku nak." sindir orang itu yang tidak mengkhawatirkan sama sekali luka tusukan yang diberikan oleh orang lain kepadanya.

__ADS_1



Dan malah menertawakan kemampuan milik Luna, yang dikatakan masih terlalu muda untuk melawannya. Membuat Luna yang mendengarnya mengernyit dan menusuk serigala yang mencoba menyerangnya dari belakang.


"Benarkah? Tapi terimakasih telah memujiku karena aku memang terlihat sangat muda."


"Kau-"


"Kalau begitu kenapa kau tidak merasakan senjata milikku."


"Senjata? Maksudmu- u- uhuk, huweek. . ."


Dengan nafas yang terengah-engah, tubuh yang tadinya terlihat kuat mulai melemah. Kaki yang tadinya berdiri kokoh mulai bergetar, seakan menahan beban tubuh yang ada.


Mata yang terlihat gila mulai melemah, seolah jiwa nya mulai diambil secara perlahan-lahan. Tidak hanya itu saja, mereka yang di sana dengan jelas melihat bahwa tubuh yang dilawan oleh Luna memiliki sebuah masalah.


Dimana udara yang berhembus di sana mulai menebarkan aroma darah hitam yang sangat segar. Sehingga darah merah yang seharusnya mewarnai lantai berubah menjadi warna hitam.


"Ya, dan juga bukankah itu sering digunakan dalam perkelahian. Ngomong-ngomong sia-sia saja kau mengeluarkan racun di dalam tubuhmu, karena aku menggunakan jarum untuk memasuki daging mu itu. Jadi selamat tinggal." Ucap Luna sambil melambaikan tangannya.


Membuat mata berwarna hitam itu memandang mayat yang mulai melemah dan mati dengan dingin. Seolah itu hanyalah serangga yang baru saja menempel di tubuhnya.


Di sisi yang lain, Leon yang telah menyelesaikan pertempurannya dengan cepat berbalik dan berjalan menuju arah Luna.


Terutama saat melihat sikap pertarungan Luna yang belum pernah ia lihat tidak lama ini. Karena pertemuan pertama yang ia temui dan perkelahian yang membuatnya terkesima adalah event yang dikhususkan untuk orang-orang yang memiliki setiap klan gelap mereka.


"Apa kau sudah memikirkan atas pernyataan ku tadi?"


"..."


"Hah, kalau begitu ayo ke tempat lain. Aku sudah mendapatkan informasi dari orang-orang itu, tentang persembunyian orang yang ingin kau temui."

__ADS_1


".. em."


Leon yang mendengar jawaban Luna mengeluarkan senyum tipis di wajahnya dan berjalan di depan Luna. Dimana Leon dengan jelas mendengar suara langkah kaki menyusul nya.


Membuat jantungnya mulai berdegup dengan kencang dan kembali merasakan perasaan romansa yang telah lama hilang. Walaupun Leon dengan jelas merasakan rasa lapar akan wanitanya.


Mata berwarna biru itu dengan jelas tidak terguncang sedikitpun dan membiarkan nafsu yang ada di dalam dirinya tersembunyi di dasar kegelapan.


Angin yang membawa mereka menuju ke suatu tempat, dimana setiap pengaturan baru akan mulai bermunculan. Dan di sana, Luna dan Leon yang sedang fokus untuk mencari tau lokasi pusat markas tidak menyadari bahwa ada bahaya tersembunyi di luar mereka.


Dimana bahaya itu dipenuhi dengan suara teriakan dan rasa cemas yang sangat mencekam.


Suara nafas yang terengah-engah mulai terdengar di mulutnya yang kecil. Mata yang seharusnya memiliki cahaya kini mulai meredup. Seakan cahaya di mata itu akan segera padam dan tak akan pernah terbuka lagi.


Dengan suara detak jantung yang dihasilkan dari alat yang terpasang di tubuhnya. Teriakan mulai terdengar kembali, tangisan yang sempat berhenti mulai bermunculan.


Sambil memegang lengannya yang kecil, suara muda nan dingin itu mulai meraung. Seolah-olah ia bisa merasakan rasa sakit yang dideritanya oleh orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Awas saja, jika aku melihat kalian ku pastikan aku membunuh kalian pecundang!"


Teriakan itu tenggelam dengan bunyi mesin elektronik yang semakin membanyak. Matanya yang gelap menatap dingin ke seluruh lingkungannya.


Membawa kegelapan mengelilingi cahayanya. Mulut yang tak biasa berkata panjang, mulai memecah ketenangan nya.


Sehingga orang-orang yang ada di sana dengan jelas menyadari bahwa hal ini akan sangat mengguncang mereka semua.


Dimana wanita berwarna hitam itu belum mendapatkan kabar bahwa orang yang ia sayangi sedang dalam bahaya.



🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.

__ADS_1


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2