
Luna yang mendengar kalimat tersebut menyunggingkan senyumnya yang manis dan juga tipis. Membuat orang-orang yang melihatnya mau tidak mau terpesona oleh kecantikan wanita yang ada di depannya.
Namun sayangnya dalam sekejap mata Luna yang tadinya manis berubah menjadi kejam. Saat ia mulai memejamkan matanya sebentar.
Sosok itu mengubah jati dirinya dengan cepat. Sosok itu mulai menjadi sosok yang dingin dan juga penuh diri. Seolah mengatakan kepada dunia bahwa dia bukanlah seseorang yang bisa didekati dengan mudah.
Terutama mata berwarna hitam itu menatap orang-orang yang di depannya dengan tatapan mati.
Sehingga sebelum orang-orang itu bergerak untuk menembak tubuh Luna. Luna dengan cepat mengubah belati yang ada di lengannya dengan beberapa jarum perak panjang dan juga tajam.
Dengan sinar malam yang redup, orang-orang yang berada jauh tidak bisa melihat dengan pasti apa yang ada di lengannya. Tapi tidak dengan orang-orang yang saat ini berdiri berhadapan dengan Luna.
Mereka dengan jelas melihat beberapa jarum perak panjang nan tipis berada di sela-sela jari wanita itu.
Terutama saat jarum itu mulai mengarah ke atas langit, mereka semua dengan jelas melihat bahwa jarum itu telah diolesi oleh racun yang mereka sendiri pun tidak mengetahui.
Dan sebelum mereka bergerak, Luna sudah mengangkat kakinya dan memutar tubuhnya seringan burung.
Membuat jarum yang ada di sela-sela jarinya dengan cepat pergi menuju tubuh mereka dan tanpa waktu lama, Luna melihat beberapa mayat baru tergeletak di tanah.
Dengan bau busuk yang dihasilkan oleh racun yang mulai menyebar ke tubuh mereka. Luna mulai mendekati tubuh mati itu dan mengambil senjata mereka.
Lalu meletakkan senjata yang bisa digunakan ke belakang punggungnya, dan untuk senjata yang sama Luna hanya mengambil peluru yang ada di dalamnya.
Dimana Luna dengan jelas melihat bahwa senjata yang mereka gunakan adalah senjata semi baru. Yang baru-baru ini akan masuk ke negara dan merupakan senjata dengan mutakhir yang dibuat oleh desainer terkenal dan terkemuka.
SN-A VivXXXX seri 001, yang memiliki peluru dengan kepanjangan yang sangat minimalis dan juga memiliki kekuatan tempur yang cukup rapi.
Karena senjata ini termasuk ke dalam senjata senyap yang memang sering digunakan oleh para pelindung negara.
Agar mengurangi suara saat menembakkan senjata ke target dan tentunya harga setiap senjata cukup memakan banyak uang di dalam kantong.
"Seri 009 sampai seri 011, sepertinya mereka tidak hanya memiliki senjata saja tapi sepertinya mereka juga mengambil cetak birunya juga." Ucap Luna yang dengan jelas melihat senjata ini bukan hanya satu seri saja melainkan beberapa seri.
__ADS_1
Yang artinya jelas senjata ini bukan didapatkan secara legal melainkan secara ilegal. Sehingga seri yang seharusnya ada di angka satu berubah menjadi seri yang terdiri dari dua angka.
Luna juga dengan mudah memahami apa yang terjadi. Saat melihat beberapa seri mulai terlihat dan tertulis di setiap senjata yang ia ambil.
Dan untuk ukuran mengamankan sisa senjata lainnya. Luna meletakkan senjata itu ke dalam pelukannya koala yang tertidur tidak jauh darinya dan pergi meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
Untuk mengetahui rahasia yang ada di balik batu yang ada sisinya. Terutama batu yang terlihat sangat alami dan realistis ini.
Sehingga mampu untuk menipu pandangan orang-orang yang selalu berjalan melewati lingkungan yang dimiliki oleh cagar alam ini.
Tidak lama kemudian, Luna yang telah pergi meninggalkan kandang milik koala disusul oleh orang-orang yang ada di bawah tangan Leon.
Dimana mereka saat ini berhenti bergerak saat melihat satu mayat tergeletak di dekat koala yang tertidur dan ditemani dengan beberapa mayat yang telah membusuk.
Yang dengan jelas merupakan situasi yang tidak terduga di mata mereka. Terutama orang-orang di bawah Leon tidak akan pernah menggunakan cara selicik itu yaitu membunuh dengan cara menggunakan racun.
Entah itu racun langsung maupun racun yang dioleskan ke sebuah senjata tajam maupun benda lain nya.
"Kami ingin melapor." Ucap salah satu bawahan yang menyela rekannya dan dengan cepat menghubungkan intercom miliknya.
Untuk menginformasikan hal-hal yang terjadi saat ini kepada atasan mereka yang sedang tidak berada di tempat mereka saat ini. Dan memiliki tugas untuk mendampingi tuan yang mereka layani.
"Itu saja laporan yang ingin saya sampaikan, ketua."
"Hm, baiklah coba kalian periksa kembali di sekitar tempat kalian. Apa kalian menemukan sesuatu yang menarik, atau sesuatu hal bisa diserahkan kepada tuan nanti.” Ucap Max sambil menanggapi laporan yang diserahkan oleh bawahan nya yang mulai memencar.
“Tunggu sebentar, ketua. Kami akan memeriksa sekeliling dan menghubungi anda kembali saat kami menemukan hal-hal yang anda sebutkan tadi.” Jelas bawahan itu yang memahami bahwa waktu tuannya saat ini tidak luang dan pasti akan banyak panggilan laporan dari tim lain.
Membuat Max yang mendengarnya mengeluarkan suara dengungan nya dan mengakhiri panggilan dari nirkabelnya dan mengganti ke sambungan yang lainnya.
Sehingga Max yang menerima semua laporan dari bawahannya dengan cepat menyampaikan hal-hal tersebut kepada tuannya. Yang tak lama kemudian Max mendapatkan panggilan kembali dari milik bawahannya tadi.
__ADS_1
“Ketua, kami ingin melaporkan bahwa kami menemukan apa yang anda maksud.” Jelas bawahan itu sambil melihat sekumpulan koala tertidur sambil memeluk senjata mematikan yang dibuat oleh desainer terkenal.
“Benarkan? Kalau begitu katakan apa yang kalian temukan.”
“Ini-”
“Hm.”
“Tidak, maksudnya kami menemukannya tapi barang itu saat ini berada di pelukan koala dan itu bukan barang biasa melainkan senjata api.”
“Senjata api?”
“Ya, sejenis senjata dengan ciri sniper rifle dan juga assault rifle yang digabungkan menjadi satu.”
“SN-A VivXXXX.”
“Ya, tuan dan ini bukan seri ke satu melainkan seri 9 dan juga seri yang ke 11.”
“Berapa mayat yang kau temukan di sana?”
“4. tiga orang dengan senjata api mereka dan sisanya seharusnya hanya membawa pisau army saja saat bertarung melawan musuh mereka.” Jawab salah satu bawahan Max yang lainnya yang telah menyelidiki dan memperkirakan kemungkinan apa yang terjadi saat pertarungan terjadi di sini.
“Berarti senjata tersebut ada yang hilang satu dan seharusnya-”
“Dia pasti membawanya.” Ucap Leon yang memotong ucapan bawahannya.
Terutama saat melihat sosok wanita cantik yang telah menjadi bayangan hitam telah menghilang saat melewati pepohonan rindang yang tidak jauh dari tempat persembunyian berada.
Bayangan itu sangatlah gesit saat ia berlari melewati pepohonan rindang yang ada di sekelilingnya. Hingga bayangan itu dengan cepat memasuki kegelapan dan menghilang di dalam kegelapan malam.
Membuat sosok nya nan cantik dan juga indah tersembunyi dalam gelapnya malam.
__ADS_1
🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~