My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 55 : Kode Yang Unik


__ADS_3

Laura dan Navin mulai mengerjakan semua hal yang ditugaskan. Laura dengan cepat mengganti beberapa kode milik ibunya dan menambahkan virus untuk komputer yang mencuri data milik ibunya.


Dimana semua data milik orang akan disimpan di dalam pemerintahan dan dirahasiakan oleh negara. Sebagai barang milik pribadi tidak untuk ditunjukkan atau untuk disebarkan. Sedangkan Navin matanya sibuk mencari monitor Cctv mobil yang di lewatkan oleh mobil ibunya.


"Udah belum sih kak lama tau?" lontar Laura yang dari tadi menunggu kakaknya selesai.


"Sedikit lagi daripada kamu ngedumel Mulu lebih baik bobol informasi milik Daddy saja sana" ucap Navin yang sibuk dengan monitor miliknya. Laura yang mendengar ucapan kakaknya membuatnya semangat dan membobol ke area Mexico.


Karena ayahnya merupakan penduduk negara benua Amerika bukan benua Eropa. Yang tentunya memiliki pemerintahan berbeda dan peraturan yang berbeda. Garis lintang dan garis bujur yang berbeda juga membuat berbeda benua memiliki caranya sendiri.


Laura harus membobol komputer pemerintah, setelah itu badan intelijen negara untuk mencari informasi milik ayahnya. Ibunya tidak pernah menyembunyikan siapa ayah mereka. Membuat Laura dan navin mengetahui ayahnya yaitu Leonex Martin. Walau ayahnya sendiri Tidka mengetahui bahwa mereka berdua adalah anaknya.


"ahhh kode ini terlalu banyak menggunakan simbol" kesal Laura yang menekan-nekan tombol keyboard miliknya. Sedangkan Navin hanya memutar bola matanya jengah. Di saat itulah dia menemukan mobil Jeep hitam yang sangat dia ketahui itu mobil dari klan yang ibunya pimpin.


Keduanya sibuk dengan pekerjaan mereka dan yang paling menyibukkan mungkin Laura. Dimana dia harus melanggar hukum dan peraturan. Bahkan sekarang dirinya sudah masuk ke dalam sistem keamanan Intel.


"sedikit lagi" gumam Laura yang menekan beberapa angka yang selalu berganti seiring waktu. Tangan kiri Laura membuka laci lemari miliknya dan dengan cepat memasang kacamata radiasi miliknya. Matanya masih bagus dan tidak minus namun ibunya menyarankan dirinya untuk menggunakan kacamata radiasi. Yang dimana Laura lebih banyak bertatapan dengan layar dan membuat matanya kadang-kadang sakit.


Agar menghindari hal tersebut ibunya, Luna memberikan kacamata radiasi jika Laura menggunakan komputer miliknya lebih lama.


Tik*


Tekan Luna selesai dan masuk ke dalam badan informasi yang di sana sudah memiliki nama-nama penduduk di kota Mexico.


"Huft tinggal ketik Leonex Martin" eja Laura dan sebuah file milik ayahnya ada di hadapannya. Namun sayangnya terkunci dan diberi kode.


"Kode lagi! aish apa-apaan ini" kesal Laura. Kenapa kode yang harus dia pecahkan lebih banyak kali ini.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Navin yang berada di samping adiknya. Tengah malam adiknya berteriak jika bukan ruangan kedap suara maka nenek, kakek bahkan para pelayan mungkin akan berdatangan dan dengan cepat masuk ke dalam kamar.


"Kode lagi kak, padahal orang biasa saja tidak harus menggunakan kode yang ribet" jelas Laura frustasi. Dia sudah mencoba menebak-nebak angkanya dari simbol titik, koma, angka satu, dua , tulisan Hangul, katakana, hiragana.


"Apa kau sudah coba ulang tahun Daddy?" ucap Navin menyarankan. Dengan cepat Laura memetikkan jarinya dia baru ingat angka ulang tahun ayahnya juga menggunakan angka.


"12-12-0..." tekan Laura yang sayangnya di layarnya bertuliskan tanda silang dan warna merah.


"Aish salah memang angka apa lagi tidak mungkin tanggal.." ucapan Laura berhenti dan menatap kakaknya. Mereka berdua saling bertatapan dan ingat satu hal.


"Ulang tahun mommy" sebut keduanya bersamaan. Bagaimana mereka bisa lupa ibunya merupakan mantan sekretaris dan mantan kekasih ayahnya dulu. Dimana ibunya adalah lemah yang sangat dicintai ayahnya.


"07-12-0..." tekan Laura dan matanya seakan tidak percaya. Di saat layarnya langsung bewarna hijau dan mengeluarkan gambar bahkan tulisan-tulisan berbentuk file.


"Tidak mungkin" gumam Laura tidak percaya. Ibunya memang lahir pada tanggal 07 Desember dan ayahnya tanggal 12 Desember.



"Sepertinya Daddy sangat mencintai mom" ungkap Navin yang juga tidak percaya kode milik ayahnya adalah tanggal lahir ibunya. Mungkin benar tempat yang paling aman untuk bersembunyi adalah orang yang paling kita sayangi.


"Ya Daddy sangat mencintai mom sampai-sampai kode yang dipakai Daddy saja sangat seunik ini" semangat Laura. Mereka berdua tidak membenci ayahnya hanya saja tidak menyukai sikap ayahnya yang tidak bisa menurunkan egonya. Mempercayai perkataan orang lain atau yang baru dilihat tanpa tau itu benar atau tidak.


"Sudahlah kau ingin membaca data milik Daddy atau melihat mommy dan Daddy?" tanya Navin yang saat ini dia sudah menemukan keberadaan ibunya dari Cctv di dekat lampu jalan yang sayangnya hanya ada satu di sebelah kanan dan satunya lagi di sebelah kiri.


" Kakak sudah mendapatkan keberadaan mom?"


"Iya sudah di lokasi yang seperti nya tidak dihuni lagi" jawab Navin dan menunjukan monitor miliknya.

__ADS_1


"Hmm kalau begitu aku akan salin file ini dulu baru terbangkan drone ke tempat mom" ucap Laura dan memegang mouse miliknya.


"Baiklah"


Kedua anak yang sibuk memata-matai ibunyà dan melihat aksi ibunya. Berbanding terbalik dengan Luna dimana dirinya sedang melewati beberapa jebakan yang dipasang di dalam rumah kosong yang besar itu.


"Apa kau tidak apa-apa Edwin?" tanya Luna yang memegang pisau belati nya. Entah sudah keberapa kalinya dia mengindari panah yang datang dari ujung tempat. Luna tidak memiliki goresan hanya saja anak buahnya terkena di lengan atasnya.


"Tidak apa-apa ketua ini yang terkahir tenang saja" jawab Edwin dan dengan cepat mengeluarkan pistol milikinya. Menembak setiap sisi dimana tempat panah keluar.


"Edwin awas!" teriak Luna yang refleks mendorong tubuh Edwin ke belakang. Mereka terpisahkan oleh balok kayu besar yang berkobar dengan api.


"Ketua apa anda tidak apa-apa?" tanya Edwin di sebrang tempat Luna berada.


"Aku tidak apa-apa sepertinya kita harus berpisah disini" jawab Luna dan menutup mulut lalu hidungnya dengan kain.


"Maksud nona?" bingung Edwin.


"Carilah tempat lain untuk masuk dan juga pastikan kau tidak apa-apa. Aku duluan!" teriak Luna pergi ke dalam.


"Ketua! ketua!" panggilan Edwin yang mulai menghilang di udara. Kaki Luna berjalan masuk lebih dalam ke dalam rumah. Dirinya tidak pikir bahwa Leon akan menggunakan cara yang seperti ini. Memisahkan Luna dan Edwin dengan balok kayu yang tertimbun dan diselimuti oleh api.


"Bisa-bisanya kau menggunakan cara seperti ini untuk membuatku mendatangimu sendirian Leon" ucap Luna dingin sambil melemparkan granat ke arah depan. Menghilangkan beberapa orang yang mungkin sudah menyimpan beberapa jebakan lagi.


"Menarik" Smirk Leon yang menatap semua hal yang dilakukan oleh kelinci kecilnya dari kamera yang di sembunyikan di atap-atap.


__ADS_1


🔫 Seperti biasa 300 like up lagi besok yaitu satu kali sehari.


👩‍💻Selamat Idul Adha buat yang merayakan^^


__ADS_2